TRADISI KEMATIAN MASYARAKAT ADAT KAMPUNG JALAWASTU DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGI
DOI:
https://doi.org/10.69957/tanda.v6i04.2809Keywords:
Tradisi Kematian, Masyarakat Adat, Jalawastu, Fenomenologi, Budaya LokalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tradisi kematian yang masih dijaga oleh masyarakat adat Kampung Jalawastu sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Fokus dari penelitian ini mencakup proses pengurusan jenazah, tradisi kematian, aturan bentuk makam, serta tradisi sawer warung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan teknik simak catat serta rekam terhadap masyarakat Kampung Adat Jalawastu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami arti dan pengalaman masyarakat terkait tradisi kematian yang mereka laksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengurusan jenazah di Kampung Jalawastu mengikuti ajaran Islam, yang mencakup memandikan, mengafani, menyalati, dan menguburkan jenazah. Selain itu, masyarakat juga melaksanakan berbagai tradisi kematian seperti surtanah, telung dina, mitung dina, nyeket, nyatus, mendak, nyewu, dan nyadran sebagai penghormatan kepada leluhur serta doa untuk almarhum. Ketentuan adat juga tercermin dalam bentuk makam yang tidak diperbolehkan menggunakan semen, keramik, atau batu bata, hanya menggunakan batu alami dan kayu. Tradisi sawer warung yang dilaksanakan saat acara pemakaman juga masih dipelihara karena diyakini memiliki makna simbolis sebagai tolak bala dan bentuk penghormatan kepada tradisi leluhur. Tradisi-tradisi ini menunjukkan kuatnya nilai sosial, budaya, dan spiritual dalam kehidupan masyarakat di Kampung Jalawastu.
References
Abidah, I., & Salim. (2024). Tradisi Tahlilan; Menjaga Keseimbangan Sosial dan Mempertahankan Nilai Pendidikan Islam di Desa Arang Limbung Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pendidikan Profesi Guru, 1(1), 26–35. https://doi.org/10.24260/jpeg.v1i1
Angkat, C. A. B., Lubis, M. Z. H., & Ginting, L. D. C. U. (2024). Warisan Budaya Karo Yang Terancam: Upaya Pelestarian Dan Pengembangan Tradisi Topeng Tembut-Tembut. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 3(8), 2281–2290.
https://bajangjournal.com/index.php/JCI/article/view/7652
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. https://kbbi.kemendikbud.go.id
Badan Pusat Statistik Kabupaten Brebes. (2024). Kampung Adat Jalawastu (Bagian 1) : Sejarah dan Asal-Usul.
Fauzan, M. N. (2024). Living Qur’an dalam Tradisi Pembersihan Rumah di Desa Beringin Jaya Kecamatan Baebunta Selatan Kab. Luwu Utara (Suatu Pendekatan Antropologi Arnold Van Geennep). Institut Agama Islam Negeri Palopo. https://share.google/wxyhhMCxxTzt87uwz
Ghufron Maulana, M., & Ro’is Abidin, M. (2021). Perancangan Ilustrasi Wujud Kebudayaan Menurut Koentjaraningrat Di Pondok Pesantren an-Nur Ii Al-Murtadlo Pada Media Kaus. Jurnal Barik, 2(1), 41–53.
https://doi.org/10.26740/jdkv.v2i1.37863
Hanafiyah, A. S. (2025). Makna dan Motif Penggunaan Aplikasi Streaming WeTV Dikalangan Mahasiswa Pekanbaru: Studi Fenomenologi Alfred Schutz. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. https://share.google/wCaEI22aEPhfUTCGK
Isna., Abidah., & Salim. (2024). Tradisi Tahlilan; Menjaga Keseimbangan Sosial dan Mempertahankan Nilai Pendidikan Islam di Desa Arang Limbung Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pendidikan Profesi Guru, 1(1). https://doi.org/1.24260/jpeg.v1i1.2963
Mahsun. (2017). Metode Penelitian Bahasa. In Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya (Edisi 2). Rajawali Pers.
Safruroh, Ummah, C. D. C., Hasni, C. N., Marliyah, D., Hilmi, M. S., Wisto, O., Septiyani, R., Novianti, R., Nurjaman, R., Ajizah, S., & Lestari, T. (2025). Peningkatan Pemahaman Keislaman Pemuda Melalui Pelatihan Pengurusan Jenazah (Pengabdian Masyarakat di Desa Jangalaharja Kabupaten Ciamis). Khidmat, 5(1), 44–60. https://share.google/1kMQjjlxXEMCIfSR6
Yuliana, N., Burhanuddin, & Mahyudi, J. (2022). Sistem Simbol dalam Ritual Maulid Adat Bayan (Analisis Teori Victor Turner). Kabilah: Journal of Social Community, 7(1), 157–166. https://share.google/OpUA6FEdivNAWleXd
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Vidya Maharani Anannidra; Dhiah Fatma Pratiwi; Mufidatuz Zahroh Aj-Jauharoh; Eka Dwi Sasmita Putri; Aulia Nur Afifah; Odin Rosidin; Muhammad Rinzat Iriyansah; Robita Ika Annisa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors publishing in TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra e-ISSN 2797-0477 will be asked to sign a Copyright Determination Form. In signing the form, it is assumed that the author has obtained permission to use copyrighted or previously published material. All authors must read and agree to the terms outlined in the form, and must sign the form or agree that the corresponding author can sign on their behalf. The article cannot be published until the signed form has been received. It is a condition of publication that authors grant copyright or license the publication rights in their article, including the abstract, to jurnaltanda@gmail.com. This allows us to ensure full copyright protection and to disseminate the article, and of course the Journal to the widest possible readership in both print and electronic formats.




