TRADISI KEMATIAN MASYARAKAT ADAT KAMPUNG JALAWASTU DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGI

Authors

  • Vidya Maharani Anannidra Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Dhiah Fatma Pratiwi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Mufidatuz Zahro Aj-Jauharoh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Eka Dwi Sasmita Putri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Aulia Nur Afifah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Odin Rosidin Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Muhammad Rinzat Iriyansah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Robita Ika Annisa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.69957/tanda.v6i04.2809

Keywords:

Tradisi Kematian, Masyarakat Adat, Jalawastu, Fenomenologi, Budaya Lokal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tradisi kematian yang masih dijaga oleh masyarakat adat Kampung Jalawastu sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Fokus dari penelitian ini mencakup proses pengurusan jenazah, tradisi kematian, aturan bentuk makam, serta tradisi sawer warung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan teknik simak catat serta rekam terhadap masyarakat Kampung Adat Jalawastu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami arti dan pengalaman masyarakat terkait tradisi kematian yang mereka laksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengurusan jenazah di Kampung Jalawastu mengikuti ajaran Islam, yang mencakup memandikan, mengafani, menyalati, dan menguburkan jenazah. Selain itu, masyarakat juga melaksanakan berbagai tradisi kematian seperti surtanah, telung dina, mitung dina, nyeket, nyatus, mendak, nyewu, dan nyadran sebagai penghormatan kepada leluhur serta doa untuk almarhum. Ketentuan adat juga tercermin dalam bentuk makam yang tidak diperbolehkan menggunakan semen, keramik, atau batu bata, hanya menggunakan batu alami dan kayu. Tradisi sawer warung yang dilaksanakan saat acara pemakaman juga masih dipelihara karena diyakini memiliki makna simbolis sebagai tolak bala dan bentuk penghormatan kepada tradisi leluhur. Tradisi-tradisi ini menunjukkan kuatnya nilai sosial, budaya, dan spiritual dalam kehidupan masyarakat di Kampung Jalawastu.

References

Abidah, I., & Salim. (2024). Tradisi Tahlilan; Menjaga Keseimbangan Sosial dan Mempertahankan Nilai Pendidikan Islam di Desa Arang Limbung Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pendidikan Profesi Guru, 1(1), 26–35. https://doi.org/10.24260/jpeg.v1i1

Angkat, C. A. B., Lubis, M. Z. H., & Ginting, L. D. C. U. (2024). Warisan Budaya Karo Yang Terancam: Upaya Pelestarian Dan Pengembangan Tradisi Topeng Tembut-Tembut. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 3(8), 2281–2290.

https://bajangjournal.com/index.php/JCI/article/view/7652

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. https://kbbi.kemendikbud.go.id

Badan Pusat Statistik Kabupaten Brebes. (2024). Kampung Adat Jalawastu (Bagian 1) : Sejarah dan Asal-Usul.

Fauzan, M. N. (2024). Living Qur’an dalam Tradisi Pembersihan Rumah di Desa Beringin Jaya Kecamatan Baebunta Selatan Kab. Luwu Utara (Suatu Pendekatan Antropologi Arnold Van Geennep). Institut Agama Islam Negeri Palopo. https://share.google/wxyhhMCxxTzt87uwz

Ghufron Maulana, M., & Ro’is Abidin, M. (2021). Perancangan Ilustrasi Wujud Kebudayaan Menurut Koentjaraningrat Di Pondok Pesantren an-Nur Ii Al-Murtadlo Pada Media Kaus. Jurnal Barik, 2(1), 41–53.

https://doi.org/10.26740/jdkv.v2i1.37863

Hanafiyah, A. S. (2025). Makna dan Motif Penggunaan Aplikasi Streaming WeTV Dikalangan Mahasiswa Pekanbaru: Studi Fenomenologi Alfred Schutz. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. https://share.google/wCaEI22aEPhfUTCGK

Isna., Abidah., & Salim. (2024). Tradisi Tahlilan; Menjaga Keseimbangan Sosial dan Mempertahankan Nilai Pendidikan Islam di Desa Arang Limbung Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pendidikan Profesi Guru, 1(1). https://doi.org/1.24260/jpeg.v1i1.2963

Mahsun. (2017). Metode Penelitian Bahasa. In Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya (Edisi 2). Rajawali Pers.

Safruroh, Ummah, C. D. C., Hasni, C. N., Marliyah, D., Hilmi, M. S., Wisto, O., Septiyani, R., Novianti, R., Nurjaman, R., Ajizah, S., & Lestari, T. (2025). Peningkatan Pemahaman Keislaman Pemuda Melalui Pelatihan Pengurusan Jenazah (Pengabdian Masyarakat di Desa Jangalaharja Kabupaten Ciamis). Khidmat, 5(1), 44–60. https://share.google/1kMQjjlxXEMCIfSR6

Yuliana, N., Burhanuddin, & Mahyudi, J. (2022). Sistem Simbol dalam Ritual Maulid Adat Bayan (Analisis Teori Victor Turner). Kabilah: Journal of Social Community, 7(1), 157–166. https://share.google/OpUA6FEdivNAWleXd

Downloads

Published

2026-06-16

How to Cite

Anannidra, V. M., Pratiwi, D. F., Aj-Jauharoh, M. Z., Putri, E. D. S., Afifah, A. N., Rosidin, O., Iriyansah, M. R., & Annisa, R. I. (2026). TRADISI KEMATIAN MASYARAKAT ADAT KAMPUNG JALAWASTU DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGI. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa Dan Sastra (e-ISSN: 2797-0477), 6(04), 11–22. https://doi.org/10.69957/tanda.v6i04.2809