AKTUALISASI KONSEP LIVING LAW DALAM PASAL 2 KUHP NASIONAL SEBAGAI MANIFESTASI SOSIOLOGI HUKUM: ANTARA OTORITAS NEGARA DAN OTONOMI MASYARAKAT

Authors

  • Hani Witjaksono Universitas Pakuan
  • Asmak Ul Hosnah Universitas Pakuan
  • Hotma P. Sibuea Universitas Pakuan

DOI:

https://doi.org/10.69957/cr.v6i06.3144

Keywords:

Living Law, Sosiologi Hukum, KUHP Nasional, Pluralisme Hukum, Hukum Progresif

Abstract

Penelitian ini menganalisis dan merekonstruksi aktualisasi konsep living law dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional sebagai manifestasi sosiologi hukum, dengan menempatkan ketegangan antara otoritas negara dan otonomi masyarakat sebagai fokus. Latar belakangnya adalah pergeseran paradigma hukum pidana Indonesia dari positivisme formal menuju pengakuan pluralisme hukum. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif-analitis dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan historis, yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 2 KUHP Nasional merupakan pengejawantahan teori living law Eugen Ehrlich, hukum progresif Satjipto Rahardjo, sociological jurisprudence Roscoe Pound, dan rekayasa sosial Mochtar Kusumaatmadja, yang memposisikan hukum sebagai produk interaksi sosial, bukan sekadar perintah negara. Namun, konstruksi normatif Pasal 2 memperlihatkan tiga lapis norma yang tidak setara, yaitu rekognisi dalam ayat (1), limitasi melalui empat syarat kumulatif dalam ayat (2), dan delegasi tata cara serta kriteria penetapan kepada Peraturan Pemerintah dalam ayat (3), sehingga aktualisasi living law bersifat terbatas dan terkondisikan. Batasan tersebut memunculkan risiko kooptasi negara (state co-optation) yang berpotensi mereduksi otonomi masyarakat menjadi sekadar norma yang "diizinkan hidup". Dengan demikian, secara struktural Pasal 2 menganut weak legal pluralism yang mereduksi otonomi living law. Rekonstruksi yang diusulkan menekankan penguatan kriteria material melalui indikator operasional turunan teori Ehrlich dan mekanisme prosedural yang partisipatif serta periodik, agar otoritas negara dan otonomi masyarakat berada dalam relasi dialogis yang seimbang, tanpa mengorbankan kepastian hukum dan perlindungan HAM. Dengan rekonstruksi tersebut, Pasal 2 KUHP Nasional dapat berfungsi sebagai jembatan antara law in books dan law in action dalam realitas masyarakat Indonesia yang plural.

References

Ali, Z. (2021). Metode penelitian hukum. Sinar Grafika.

Anwar, R. (2026). Integrasi living law dalam hukum pidana nasional: Antara kepastian hukum dan pluralisme hukum adat. Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology (IJCLC), 7(2). https://doi.org/10.18196/ijclc.v7i2.31953

Ardiyanti, B. (2024). Asas-Asas dan teori Hukum. PT Nafal Global Nusantara.

Ari, E. A., Sugiarto, A., Sudrajad, Y., Rasiwan, I., & Triestanto, J. (2026). Pengaturan living law dalam KUHP nasional: Antara pengakuan hukum adat dan kepastian hukum. Jurnal Kolaboratif Sains, 9(1), 955–962. https://doi.org/10.56338/jks.v9i1.10124

Cahyadi, M. R. W., Amiruddin, A., & Ufran, U. (2026). Living Law in Law Number 1 of 2023 Concerning the National Criminal Code. International Journal of Scientific Research and Management (IJSRM), 14(7), 779–787. https://doi.org/0.18535/ijsrm/v14i07.lla03

Chandra, W., & Hamonangan, M. K. (2024). Hukum sebagai Alat Rekayasa Sosial: Gagasan Roscoe Pound dan Relevansinya Bagi Reformasi Hukum di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 5(10). https://doi.org/10.56370/jhlg.v5i10.989

Churniawan, E., Khasanah, D. D., Utomo, S., Dewi, P. M., Dadi, A. F. P., Utami, S., Gustaliza, R. B., Wibowo, A. M., & Murdiana, E. (2025). Teori Hukum: Konsep dan Aplikasi dalam Analisis Ilmiah. Sada Kurnia Pustaka.

Ehrlich, E., & Ziegert, K. A. (2017). Fundamental principles of the sociology of law. Routledge.

Hardinanto, A., Arief, B. N., Setiyono, J., Fernando, Z. J., & Sabrina, N. (2024). Critical analysis of living law formulation in Law No. 1 of 2023 concerning the Criminal Code: Towards law reform to realize justice with the spirit of Pancasila. Journal of Law and Legal Reform, 5(3), 1029–1066. https://doi.org/10.15294/jllr.v5i3.13923

Herlina, I. S., & Anggraeni, H. Y. (2025). Harmonisasi asas legalitas formal dengan pengakuan hukum yang hidup di masyarakat (living law) dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(7). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i7.2078

Herlindah, Y. D., & Darmawan, Y. (2022). Development Legal Theory and Progressive Legal Theory: A Review, in Indonesia’s Contemporary Legal Reform. Peradaban Journal Law and Society, 1(1), 18. https://doi.org/10.59001/pjls.v1i1.22

Hermawan, H., & Waluyo, A. J. (2025). Rekonstruksi Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP. Al-Qanun: Jurnal Pemikiran Dan Pembaharuan Hukum Islam, 28(2), 244–254. https://doi.org/10.15642/alqanun.2025.28.2.244-254

Iqbal, M., Ulya, Z., & Natsir, M. (2025). Eksistensi Keujreun Blang Dalam Hukum Adat Aceh: Antara Tradisi Dan Modernisasi. Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia, 7(2), 321–332. https://doi.org/10.23887/jabi.v7i2.93525

Irmawan, B., & Nasihuddin, A. A. (2026). Implementasi Living Law Dalam KUHP Nasional: Problematika Kekosongan Peraturan Daerah Di Indonesia. Jurnal Niara, 19(2), 545–551. https://doi.org/10.31849/xhhqv386

Kusworo, D. L., & Fauzi, M. N. K. (2024). Living law dalam KUHP: Suatu gagasan menginventarisasi kompilasi hukum adat. Jurist-Diction, 7(3), 439–456. https://doi.org/10.20473/jd.v7i3.56266

Madjid, M., & Akbar, M. I. (2023). Tinjauan Prinsip Konstitusionalisme Dalam Undang-Undang Dasar 1945 Hasil Amandemen Dan Wacana Perubahannya. Jurnal Hukum Dan HAM Wara Sains, 2(03), 152–162. https://doi.org/10.58812/jhhws.v2i03.239

Mutakin, M. D. (2026). Harmonisasi Hukum yang Hidup (Living Law) di Yogyakarta: Dialektika UU Keistimewaan DIY dan Kodifikasi KUHP Nasional. Pikukuh: Jurnal Hukum Dan Kearifan Lokal, 3(1), 1–18. https://doi.org/10.51825/pkh.v3i1.38960

Nia, N., Isabella, R., & Romdoni, M. (2025). Akulturasi Hukum Islam dan Hukum Adat dalam Perkawinan Adat di Minangkabau. Pikukuh: Jurnal Hukum Dan Kearifan Lokal, 2(1), 29–45. https://doi.org/10.51825/pkh.v2i1.29384

Rahardjo, S. (2010). Penegakan hukum progresif. Penerbit Buku Kompas.

Rasiwan, L. (2025). Asas Keseimbangan KUHP Baru Cermin Nilai Pancasila dalam Penegakan Hukum. Takaza Innovatix Labs.

Rifqy, M. N., Adelina, I. P., & Aini, M. (2026). Hukum Sebagai Alat Rekayasa Sosial (Law As A Tool Of Social Engineering): Relevansi Teori Roscoe Pound dalam Dinamika Pembentukan Regulasi. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum Dan Ilmu Sosial, 4(1), 1657–1669. https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i1.373

Rizqullah, A. A., Situmorang, A. F., & Bakt, F. M. D. (2025). Peran Hukum Progresif Dalam Mencari Keadilan Menurut Satjipto Rahardjo. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains Dan Sosial Humaniora, 3(01).

Sari, R. (2023). Perlindungan dan Kesejahteraan Masyarakat Adat dalam Memenuhi Hak-Haknya Berdasarkan Pasal 18B UUD 1945. Jurnal Hukum Dan HAM Wara Sains, 2(11), 1006–1016. https://doi.org/10.61104/jq.v4i5.12898

Seinecke, R. (2024). Der Rechtsbegriff des lebenden Rechts: Zugleich eine Besprechung von Eugen Ehrlich, Grundlegung der Soziologie des Rechts, 5. Aufl., neu bearbeitet von Manfred Rehbinder, Berlin: Duncker & Humblot 2022, 599 Seiten, ISBN 978-3-428-18443-9, 119, 90€. Zeitschrift Für Rechtssoziologie, 44(1), 241–276. https://doi.org/10.1515/zfrs-2024-2003

Selajar, S. Y., & Martha, A. E. (2023). Indonesian criminal code, living law and control in law enforcement in Indonesia. SASI, 705–716. https://doi.org/10.47268/sasi.v29i4.1697

Sibuea, H., & ul Hosnah, A. (2022). Sendi-Sendi Hukum Konstitusional. PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.

Suparno, E. W., Hadianto, A., & Hutasoit, I. (2026). Disparitas Pemidanaan Korupsi Dalam Perspektif Kepastian Hukum dan Keadilan Publik. Jurnal USM Law Review, 9(1), 341–360. https://doi.org/10.26623/julr.v9i1.13356

Suyanto. (2023). Metode Penelitian Hukum Pengantar Penelitian Normatif, Empiris dan Gabungan. UNIGRES PRESS.

Utama, T. S. J. (2020). ‘Hukum Yang Hidup’Dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Kuhp): Antara Akomodasi Dan Negasi. Masalah-Masalah Hukum, 49(1), 14–25. https://doi.org/10.14710/mmh.49.1.2020.14-25

Utomo, L. (2025). Hukum di balik teks: Memahami sosiologi hukum. Lembaga Studi Hukum Indonesia.

Wirawan, A., Sembiring, M. S. A., Helvis, H., & Saragih, H. (2025). Asas Legalitas dalam Perkembangan Politik Hukum Pidana di Indonesia. Almufi Jurnal Sosial Dan Humaniora, 2(3), 477–482. https://doi.org/10.63821/ash.v2i3.564

Downloads

Published

2026-11-03

How to Cite

Witjaksono, H., Ul Hosnah, A., & Sibuea, H. P. (2026). AKTUALISASI KONSEP LIVING LAW DALAM PASAL 2 KUHP NASIONAL SEBAGAI MANIFESTASI SOSIOLOGI HUKUM: ANTARA OTORITAS NEGARA DAN OTONOMI MASYARAKAT. COURT REVIEW: Jurnal Penelitian Hukum (e-ISSN: 2776-1916), 6(06), 29–44. https://doi.org/10.69957/cr.v6i06.3144

Issue

Section

ILMU HUKUM