HUKUM SEBAGAI SARANA REKAYASA SOSIAL PERSPEKTIF SOCIOLOGICAL JURISPRUDENCE DAN HUKUM PROGRESIF
DOI:
https://doi.org/10.69957/cr.v6i06.3143Keywords:
Rekayasa Sosial, Social Jurisprudence, Hukum Progresif, Law in Action, Hukum PembangunanAbstract
Penelitian ini menganalisis perbedaan konseptual antara sociological jurisprudence Roscoe Pound dan hukum progresif Satjipto Rahardjo dalam memahami hukum sebagai sarana rekayasa sosial, serta merumuskan sintesis yang relevan bagi pembangunan hukum Indonesia. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual, historis, dan perundang-undangan. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif melalui penelusuran asumsi teoretis, perbandingan konseptual, dan evaluasi terhadap implikasinya dalam konteks Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pound menekankan penataan dan penyeimbangan kepentingan melalui hukum yang efektivitasnya dinilai berdasarkan penerapannya dalam masyarakat (law in action), sedangkan Rahardjo menekankan orientasi hukum pada manusia, keadilan substantif, dan keterbukaan penafsiran terhadap konteks sosial. Perbedaan keduanya terletak terutama pada penekanan terhadap perencanaan perubahan melalui institusi hukum dan koreksi terhadap penerapan hukum dalam perkara konkret. Di Indonesia, adaptasi pemikiran Pound melalui teori hukum pembangunan Mochtar Kusumaatmadja memberikan landasan bagi penggunaan perundang-undangan sebagai instrumen pembaruan masyarakat, tetapi berisiko menjadi instrumentalisme kekuasaan apabila tidak disertai kriteria perubahan yang jelas, partisipasi publik yang bermakna, dan evaluasi independen. Sebaliknya, hukum progresif menawarkan koreksi terhadap formalisme, tetapi memerlukan akuntabilitas argumentatif untuk mencegah kesewenang-wenangan dan ketidakpastian hukum. Penelitian ini mengusulkan rekayasa sosial yang dialogis melalui pembagian fungsi legislasi untuk perubahan struktural dan peradilan untuk koreksi kontekstual, dengan tetap menjamin kepastian hukum, perlindungan hak asasi manusia, partisipasi publik, dan pertanggungjawaban institusional. Sintesis ini menempatkan hukum sebagai instrumen perubahan sosial yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus terkendali oleh prinsip keadilan dan akuntabilitas.
References
Afandi, F. (2022). Researching the Legal Culture of the Bureaucracy: An Introduction to Ethnographic Study of Procedural Criminal Law (Meneliti Budaya Hukum Aparat: Sebuah Pengantar Tentang Etnografi Dalam Studi Hukum Acara Pidana). The Indonesian Journal of Socio-Legal Studies, 1(2), 1. https://doi.org/10.54828/ijsls.2021v1n2.1
Apriyanto, D. (2026). Filsafat Hukum: Dialektika antara Akar Moralitas dan Kedaulatan Norma. PT. SAMUDRA SOLUSI PROFESIONAL.
Arifin, M. D., Asmah, N., Citranu, C., Tarigan, P. P., Putuhena, M. S. B., Wessy, Y., & Rochmiyatun, S. (2026). Pengantar Filsafat dan Teori Hukum. CV. Edu Akademi.
Asa, A. I., Munir, M., & Ningsih, R. S. M. (2021). Nonet And Selznick’s Responsive Law Concept In A Historical Philosophy Perspective. Crepido, 3(2), 96–109. https://doi.org/10.14710/crepido.3.2.96-109
Chandra, W., & Hamonangan, M. K. (2024). Hukum sebagai Alat Rekayasa Sosial: Gagasan Roscoe Pound dan Relevansinya Bagi Reformasi Hukum di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 5(10). https://doi.org/10.56370/jhlg.v5i10.989
Citranu, C., Muammar, M., Wali, A., Hazmi, R. M., Salam, S., Noya, S. W., Awanisa, A., Wessy, Y., Yamani, Y., & Litualy, J. R. (2025). Pengantar Filsafat Hukum. CV. Gita Lentera.
Djasmani, H. Y. (2021). Hukum Sebagai Alat Rekayasa Sosial Dalam Praktek Berhukum Di Indonesia. Masalah-Masalah Hukum, 40(3), 365–374. https://doi.org/10.14710/mmh.40.3.2011.365-374
Fadhila, A. R. F. A. R. (2021). Teori Hukum Progresif (Prof. Dr. Satjipto Rahardjo). SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies, 1(1), 122–132. https://doi.org/10.28926/sinda.v1i1.966
Fajar, A. M., & Luthfi, A. N. (2026). Hukum Sebagai Alat Rekayasa Sosial: Telaah Komparatif Pemikiran Roscoe Pound dan Muchtar Kusumaatmadja. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 3101–3111. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3590
Gojali, D., & Nazar, R. F. (2022). Pengaruh Aliran Sociological Jurisprudence Terhadap Pembangunan Sistem Hukum di Indonesia. Al-Mashlahah Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 10(02). https://doi.org/10.30868/am.v10i02.5190
Hakim, M. R. (2018). Tafsir Independensi Kekuasaan Kehakiman Dalam Putusan Mahkamah Konstitusi/Interpretation Of Judicial Power Independence In Constitutional Court Decisions. Jurnal Hukum Dan Peradilan, 7(2), 279–296.
Haryanti, D. (2026). Negara Hukum dan Demokrasi. Deepublish.
Hasugian, Y. E. (2026). Living Law Eugen Ehrlich Dalam Konflik Masyarakat Adat Toba Dan Pt Toba Pulp Lestari: Analisis Socio-Legal. Artificial Intelligence, 4(3), 171. https://doi.org/10.46576/lj.v6i2.8184
Herlindah, Y. D., & Darmawan, Y. (2022). Development Legal Theory and Progressive Legal Theory: A Review, in Indonesia’s Contemporary Legal Reform. Peradaban Journal Law and Society, 1(1), 18. https://doi.org/10.59001/pjls.v1i1.22
Hidayat, W. (2023). Rekayasa Sosial Lembaga Peradilan Untuk Mewujudkan Keadaban Publik. Judex Laguens, 1(2), 309–340. https://doi.org/10.25216/ikahi.1.2.8.2023.309-340
Martinelli, I., Chandra, C. M., & Maharani, S. A. (2024). Fungsi dan Penerapan Hukum Kontrak Berdasarkan Pandangan Roscoe Pound. Jurnal Kewarganegaraan, 8(2), 2089–2095. https://doi.org/10.31316/jk.v7i2.5598
Rifqy, M. N., Adelina, I. P., & Aini, M. (2026). Hukum Sebagai Alat Rekayasa Sosial (Law As A Tool Of Social Engineering): Relevansi Teori Roscoe Pound dalam Dinamika Pembentukan Regulasi. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum Dan Ilmu Sosial, 4(1), 1657–1669. https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i1.373
Ritonga, M. M., Jaya, F., & Sudirman, L. (2024). Aspects of Justice, Legal Certainty and Benefit in the Settlement of Patent Disputes. Batulis Civil Law Review, 5(3), 156–180. https://doi.org/10.47268/ballrev.v5i3.2149
Rizqullah, A. A., Situmorang, A. F., & Bakt, F. M. D. (2025). Peran Hukum Progresif Dalam Mencari Keadilan Menurut Satjipto Rahardjo. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains Dan Sosial Humaniora, 3(01).
Seinecke, R. (2024). Der Rechtsbegriff des lebenden Rechts: Zugleich eine Besprechung von Eugen Ehrlich, Grundlegung der Soziologie des Rechts, 5. Aufl., neu bearbeitet von Manfred Rehbinder, Berlin: Duncker & Humblot 2022, 599 Seiten, ISBN 978-3-428-18443-9, 119, 90€. Zeitschrift Für Rechtssoziologie, 44(1), 241–276. https://doi.org/10.1515/zfrs-2024-2003
Siregar, M. (2024). Teori hukum progresif dalam konsep negara hukum Indonesia. Muhammadiyah Law Review, 8(2). https://doi.org/10.24127/mlr.v8i2.3567
Sony, E., Suherman, A., Hazmi, R. M., Wadjo, H. Z., Maranjaya, A. K., Wessy, Y., Bachri, S., Yustitianingtyas, L., Hidayati, N., & Jumanah, J. (2024). Pengantar Hukum Progresif. CV. Gita Lentera.
Sukardi, D. (2026). Buku Ajar Teori Hukum: Pendekatan Holistik Dan Kontemporer Pada Hukum Keluarga Islam. Andi Offset.
Umiyati, M., Noerasto, T., & Laksmi, I. A. C. V. (2021). Rekayasa sosial partisipasi masyarakat dalam mematuhi ketertiban umum di Jalan Akasia Denpasar. Jurnal Abdi Daya, 1(1), 20–25. https://doi.org/10.22225/jad.1.1.2021.20-25
Utomo, L. (2025). Hukum di balik teks: Memahami sosiologi hukum. Lembaga Studi Hukum Indonesia.
Wardiono, K. (2026). Organum Noeticum: Episteme Hukum Noetik di Pusaran Dialektika Modernisme dan Postmodernisme. Muhammadiyah University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 E. Ariswandi Sugianto; Asmak Ul Hosnah; Hotma P. Sibuea

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The formal legal provisions for accessing digital articles of this electronic journal are subject to the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA) license, which means that the COURT REVIEW Journal, e-ISSN: 2776-1916 has the right to store, change formats, manage in databases, maintain and publish articles without asking permission from the Creator as long as the Creator's name is maintained as the Copyright owner.





