KOMODIFIKASI TRADISI DAN TANGGUNG JAWAB MORAL: TELAAH MORAL KRISTIANI KATOLIK ATAS PRAKTIK PERJUDIAN DALAM MA’PASILAGA TEDONG DI TORAJA
DOI:
https://doi.org/10.69957/tanda.v6i03.3092Keywords:
Budaya Toraja, Komodifikasi Tradisi, Ma'Pasilaga Tedong, Moral Kristiani Katolik, PerjudianAbstract
Ma’pasilaga tedong, ritus adu kerbau dalam rangkaian upacara kematian Rambu Solo’ di Toraja, pada mulanya berfungsi sebagai sarana penghiburan bagi keluarga berduka sekaligus penguat solidaritas komunitas. Sejumlah penelitian mutakhir menunjukkan bahwa ritus ini semakin terkomodifikasi menjadi arena taruhan berskala besar. Kajian sosiologis, antropologis, kependidikan, dan hukum pidana Islam telah mendokumentasikan pergeseran tersebut, namun belum ada kajian yang menelaahnya dari perspektif teologi moral Katolik; sementara itu, telaah normatif yang ada cenderung menghakimi tradisi secara keseluruhan tanpa membedakan ritus adat dari praktik taruhan yang melekat padanya. Artikel ini mengisi celah tersebut. Dengan metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, pendekatan deskriptif-analitis, dan teknik analisis isi, temuan empiris mengenai ma’pasilaga tedong dikonfrontasikan dengan tiga kriteria normatif teologi moral Katolik: sumber-sumber moralitas (objek, maksud, keadaan), kriteria proporsionalitas Katekismus Gereja Katolik artikel 2413, serta prinsip martabat manusia dan kebaikan bersama. Penelitian ini menemukan, pertama, bahwa ritus adat dan praktik taruhan merupakan dua tindakan yang secara moral berbeda dan harus dinilai secara terpisah; kedua, bahwa praktik taruhan dalam ma’pasilaga tedong telah melampaui batas moral yang diizinkan Gereja karena skalanya, potensi ketergantungan yang ditimbulkannya, dan kerusakan yang ditimbulkannya bagi keadilan sosial; ketiga, bahwa respons pastoral yang tepat bukanlah penolakan tradisi, melainkan pemurniannya, sehingga ritus itu dapat memulihkan fungsi awalnya sebagai ungkapan solidaritas. Artikel ini menyumbangkan kerangka analitis untuk menilai perjudian yang melekat pada budaya sekaligus landasan bagi pendidikan iman kaum muda Katolik Toraja.
References
Aprilius Nahak, Vanbe Toven Hulu, Kometa Sihombing, Rentinawati Siahaan, Viktor Deni Siregar, dan Moralman Gulo. “Aktualisasi Nilai-Nilai Kristiani dalam Menjunjung Tinggi Moderasi Beragama di Tengah Masyarakat Majemuk.” Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 8, no. 2 (2025): 15–23. https://doi.org/10.58919/juftek.v8i2.174.
Bauto, Laode Monto. “Perspektif Agama dan Kebudayaan dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia (Suatu Tinjauan Sosiologi Agama).” Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial 23, no. 2 (2014): 11–25.
Dewi, Resnita, Rita Tanduk, Resli Pasoloran, Roni La’biran, dan Anastasia Baan. “Tedong (Buffalo): Symbol of Nobility, Humanity, and Entertaiment in Funeral Ceremony in The Indigenous Torajan, Indonesia.” International Journal of Religion 5, no. 8 (2024): 179–190. https://doi.org/10.61707/j1qzmj60.
Fitria, Anggi Eka, Nikmatun Fauziyah Nisa’, Anisa Laila Nafitri, Mila Nur Maulida, Sugiantoro, dan Kukuh Galih Setyawan. “Pemaknaan Simbol dalam Tradisi Ma’nene di Daerah Toraja.” Maharsi 6, no. 3 (2024): 152–160. https://doi.org/10.33503/maharsi.v6i3.50.
Handayani, Rina, Heddy Shri Ahimsa-Putra, dan Christriyati Budiman. “Out of Crisis: Maintaining Hegemony through Rambu Solo Ritual in Toraja.” Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture 12, no. 2 (2020): 246–258. https://doi.org/10.15294/komunitas.v12i2.23014.
Karuru, Merianti Rama, Noviani Kalutte’, Elvaisa Padudung, Arni Palantia, dan Meli Krisma Dei. “Inkulturasi Iman Kristen dalam Budaya Toraja: Telaah Teologis terhadap Praktik Rambu Solo’ dan Pemaknaannya dalam Terang Injil.” HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis 3, no. 1 (2025): 123–132.
Katekismus Gereja Katolik. Diterjemahkan oleh Herman Embuiru. Ende: Nusa Indah, 1995.
Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
Konsili Vatikan II. “Ad Gentes: Dekret tentang Kegiatan Misioner Gereja.” Dalam Dokumen Konsili Vatikan II, diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Obor, 1993.
Konsili Vatikan II. “Gaudium et Spes: Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Dewasa Ini.” Dalam Dokumen Konsili Vatikan II, diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Obor, 1993.
Martasudjita, E. Liturgi: Pengantar untuk Studi dan Praksis Liturgi. Yogyakarta: Kanisius, 2011.
Michael, Anthonius, dan Petrus Bine Saramae. “Upaya Inkulturasi Gereja Katolik di Toraja.” Jurnal Pendidikan Tambusai 5, no. 3 (2021): 114560–114565.
Naibaho, Megawati, Pankrasia Niasti Sarumaha, dan Alexius Poto Obe. “Keadaan Suara Hati dalam Mengambil Suatu Keputusan.” Jurnal Magistra 1, no. 1 (2023): 11–30.
Padandi, A., Andi Burchanuddin, dan Asmirah. “Analisis Tradisi Ma’pasilaga dalam Penguatan Kohesi Sosial Masyarakat Toraja.” Jurnal Sosiologi Kontemporer 4, no. 1 (2024): 1–5. https://doi.org/10.56326/jsk.v4i1.4876.
Paganggi, Roswita Rini, Husain Hamka, dan Asmirah. “Pergeseran Makna dalam Pelaksanaan Upacara Adat Rambu Solo’ pada Masyarakat Toraja.” Jurnal Sosiologi Kontemporer 1, no. 1 (2021): 9–20.
Priyandini, Erna, Ali Imron Al-Ma’ruf, dan Naim Hasyim. “Kebudayaan Masyarakat Toraja dalam Novel Puya ke Puya Karya Faisal Oddang (Interpretasi Simbolik Clifford Geertz).” FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 16, no. 1 (2020): 1–12.
Reda, Yohanes Riko, Simon Sirituka Senda, dan Marianus Vianey Boy. “Spirit Cinta Kasih Yesus sebagai Prinsip Utama Komunitas Umat Basis Menurut Teks Markus 12:28-34.” Citizen: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 5, no. 5 (2025): 1309–1316. https://doi.org/10.53866/jimi.v5i5.774.
Resi. “Tindak Pidana dalam Kegiatan Adat Ma’pasilaga Tedong di Toraja Utara Perspektif Hukum Nasional dan Hukum Pidana Islam.” Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Parepare, 2024.
Rohmah, Yusriyyatur, dan Khodijah. “Resiko dan Dampak Sosial Judi dan Pinjaman Online pada Remaja.” Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi 13, no. 1 (2024): 85–92. https://doi.org/10.21831/dimensia.v13i1.66871.
Selvianti, dan Hersen Geny Wulur. “Rekonstruksi Karakter Remaja yang Terdampak Negatif Budaya Ma’pasilaga Tedong melalui Pendekatan Teologi Spiritualitas Simon Chan.” KURIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 10, no. 1 (2024): 231–241. https://doi.org/10.30995/kur.v10i1.945.
Sipahutar, Antonius P., Alexius Poto Obe, dan Alexsander Halawa. “Keluhuran Martabat Manusia sebagai Imago Dei: Pandangan Teologi Gereja Katolik.” Jurnal Magistra 2, no. 4 (2024): 153–170. https://doi.org/10.62200/magistra.v2i4.187.
Soemardjan, Selo, dan Soelaeman Soemardi. Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1964.
Suma, I Made Markus, Anthonius Michael, dan Salvius Aris. “Ekspresi Iman dalam Budaya Toraja: Studi Inkulturasi Perayaan Paskah di Paroki St. Theresia Rantepao.” TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra 2, no. 6 (2022): 39–50.
Susi. “Philargyria dan Fenomena Judi Online: Analisis Eksegetis 1 Timotius 6:10 dalam Perspektif Teologi Moral Kristen.” HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen 11, no. 1 (2026): 56–67. https://doi.org/10.52104/harvester.v11i1.336.
Tangdilintin, Philips. Toraja dan Kebudayaannya. Tana Toraja: Yayasan Lepongan Bulan, 1981.
Tangkeliku, Agustinus Sem Porak, Petrus Bine Saramae, Patrio Tandiangga, Arwin Dama, dan Hendrik Palimbo. “Transformation of Ma’pasilaga Tedong Gambling: Social and Economic Transformation in Toraja Cemetery Traditions.” Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya 10, no. 1 (2024): 197–215. https://doi.org/10.24114/antro.v10i1.68931.
Tanuwidjaja, Sia, dan Sanda Udau. “Iman Kristen dan Kebudayaan.” Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia 1, no. 1 (2020): 1–10. https://doi.org/10.46445/jtki.v1i1.299.
Toding, Inriani, Widdy H. F. Rorimpandey, dan Deane Umboh. “Makna dan Dampak Tradisi Ma’pasilaga Tedong (Adu Kerbau) terhadap Disiplin dan Kehadiran Siswa di Sekolah Dasar di Tana Toraja.” ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 5, no. 3 (2026): 333–340.
Toron, Vinsensius Bawa, dan Yohanes Marinus. “Ajaran Sosial Gereja tentang Membangun Keluhuran Martabat Manusia sebagai Citra Allah.” In Veritate Lux: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, dan Budaya 1, no. 1 (2018): 1–6.
Tukan, Maria Klara Amarilis Citra Sinta Dewi. “Inkulturasi Dolo-Dolo sebagai Kesenian Sekuler ke dalam Liturgi Gereja Katolik.” Jurnal Budaya Nusantara 5, no. 1 (2021): 16–24. https://doi.org/10.36456/JBN.vol5.no1.4310.
Upa’, Alfitri Yanti, Martha Na’lang, dan Rensi Nelpira. “Analisis Teologi Praktik Perjudian Online dalam Perspektif Amsal 20:21.” Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia 3, no. 1 (2024): 210–218.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Gabrion Paberu; Petrus Bine Sarame; Hendrik Palimbo; Anthonius Michael; John Gratias Pakulayuk

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors publishing in TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra e-ISSN 2797-0477 will be asked to sign a Copyright Determination Form. In signing the form, it is assumed that the author has obtained permission to use copyrighted or previously published material. All authors must read and agree to the terms outlined in the form, and must sign the form or agree that the corresponding author can sign on their behalf. The article cannot be published until the signed form has been received. It is a condition of publication that authors grant copyright or license the publication rights in their article, including the abstract, to jurnaltanda@gmail.com. This allows us to ensure full copyright protection and to disseminate the article, and of course the Journal to the widest possible readership in both print and electronic formats.




