HORENSO SEBAGAI STRATEGI ADAPTASI BUDAYA KERJA JEPANG PADA PEKERJA MIGRAN INDONESIA PEMEGANG VISA TOKUTEI GINOU DI JEPANG

Authors

  • Muhammad Mustaqim Universitas Ngudi Waluyo Semarang
  • Hendrike Priventa Universitas Ngudi Waluyo Semarang

DOI:

https://doi.org/10.69957/tanda.v6i05.3088

Keywords:

Horenso, Tokutei Ginou, Pekerja Migran, Adaptasi Budaya, Komunikasi Kerja Jepang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Horenso (報告・連絡・相談) serta perannya sebagai strategi adaptasi budaya kerja bagi pekerja migran Indonesia pemegang visa Tokutei Ginou di Jepang. Horenso yang terdiri atas Houkoku (melapor), Renraku (menginformasikan), dan Soudan (berkonsultasi) dikaji dalam konteks budaya kerja Jepang yang menekankan kedisiplinan, tanggung jawab, serta koordinasi kerja yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pekerja migran Indonesia pada sepuluh sektor kerja Tokutei Ginou, yaitu kaigo, restoran/food service, pengolahan makanan dan minuman, manufaktur, industri otomotif, konstruksi, pertanian, perikanan, pembersihan gedung, dan transportasi darat, serta didukung oleh studi literatur dari berbagai sumber terkait budaya kerja Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Horenso diterapkan secara konsisten di seluruh sektor pekerjaan, meskipun memiliki karakteristik kerja yang berbeda. Dalam praktiknya, Houkoku digunakan untuk pelaporan kondisi dan hasil kerja, Renraku untuk penyampaian informasi dan koordinasi antarkaryawan, serta Soudan untuk konsultasi ketika menghadapi kendala kerja. Penerapan Horenso terbukti berperan penting dalam menjaga efektivitas kerja, keselamatan kerja, kualitas pelayanan, serta kelancaran operasional di berbagai bidang pekerjaan Tokutei Ginou. Selain itu, Horenso juga berfungsi sebagai strategi adaptasi budaya kerja bagi pekerja migran Indonesia. Hambatan seperti perbedaan bahasa, penggunaan keigo, dan perbedaan budaya komunikasi dapat diatasi melalui pembiasaan penerapan Horenso dalam aktivitas kerja sehari-hari. Strategi adaptasi yang dilakukan meliputi peningkatan kemampuan bahasa Jepang, pemahaman etika kerja, pembiasaan pelaporan kerja, serta keberanian dalam berkonsultasi dengan atasan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Horenso tidak hanya berfungsi sebagai sistem komunikasi kerja dalam perusahaan Jepang, tetapi juga sebagai instrumen adaptasi budaya yang efektif bagi pekerja migran Indonesia dalam menghadapi lingkungan kerja lintas budaya di Jepang.

References

Athallah, M. A., & Dharma, F. A. (2024). Strategi komunikasi pekerja migran Indonesia dalam mengatasi culture shock selama bekerja di Jepang. Academic Journal of Da’wa and Communication, 5(1), 81–104.

Budiyati, D., Perkasa, D. H., & Saluy, A. B. (2025). Model budaya dalam sistem komunikasi Horenso untuk meningkatkan efektivitas kerja karyawan lokal di perusahaan multinasional. Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 6(6), 3948–3955.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.

Food Industry Affairs Bureau, MAFF. (2022). Food manufacturing sector overview in Japan. Tokyo: Government of Japan.

Isnaini, R. Z. D., & Yulianti, V. (2024). Semantic analysis of Horenso communication pattern by virtual assistant intern in Japanese corporation. ICOLLEC 2023 Proceedings.

Kaneko, A. (2023). Team communication in the workplace: Interplay of communication channels and performance. Management Communication Quarterly, 88(2).

Kaonjan, K. (2023). Kompetensi komunikasi karyawan PT Namura dalam komunikasi lintas budaya di Jepang. Buana Komunikasi: Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi, 4(1).

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang (MHLW). (2023). Overview of long-term care (kaigo) services in Japan. Tokyo: Government of Japan.

Kim, Y. Y. (2001). Becoming intercultural: An integrative theory of communication and cross-cultural adaptation. Thousand Oaks: Sage Publications.

Kitamura, K. (2021). Japanese business communication in the COVID crisis: A study of Horenso and its implications. In Japanese business operations in an uncertain world. Routledge.

Kuswara, G. B., Rofaida, R., & Senen, S. H. (2024). Systematic literature review: “Horenso” communication and “Kaizen” work culture in knowledge management. Journal of Business Management Education, 9(1), 80–99.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). California: Sage Publications.

Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF). (2022). Overview of the food service industry in Japan. Tokyo: Government of Japan.

Ministry of Economy, Trade and Industry (METI). (2023). Manufacturing industry overview in Japan. Tokyo: Government of Japan.

Ministry of Health, Labour and Welfare. (2022). Care worker and long-term care workforce in Japan. Tokyo: MHLW.

Ministry of Health, Labour and Welfare. (2024). Overview of specified skilled worker (SSW) system in Japan. Tokyo: Government of Japan.

Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW). (2023). Agricultural workforce and labour conditions in Japan. Tokyo: Government of Japan.

Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW). (2023). Building cleaning services and hygiene standards in Japan. Tokyo: Government of Japan.

Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW). (2023). Fisheries and aquaculture workforce conditions in Japan. Tokyo: Government of Japan.

Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW). (2023). Foreign workers in construction sector and skill standards. Tokyo: Government of Japan.

Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW). (2023). Labour standards and safety in the construction industry. Tokyo: Government of Japan.

Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW). (2023). Overview of specified skilled worker in automotive maintenance sector. Tokyo: Government of Japan.

Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW). (2023). Overview of specified skilled worker program in manufacturing sector. Tokyo: Government of Japan.

Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW). (2023). Specified skilled worker in food manufacturing industry. Tokyo: Government of Japan.

Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW). (2023). Specified skilled worker in food service sector. Tokyo: Government of Japan.

Ministry of Justice Japan. (2019). Specified skilled worker system. Tokyo: Ministry of Justice.

Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism. (2024). Overview of automobile transportation industry in Japan. Tokyo: Government of Japan.

Moleong, Lexy J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Neuliep, J. W. (2017). Intercultural communication: A contextual approach (7th ed.). Sage Publications.

Sam, D. L., & Berry, J. W. (2016). The Cambridge handbook of acculturation psychology (2nd ed.). Cambridge University Press.

Schein, E. H., & Schein, P. A. (2019). Organizational culture and leadership (5th ed.). Wiley.

Sowa, T. (2024). Shin Horenso: Ichiryū Kigyō de Mananda, Jimidakedo Sekaiichi Kantan na “Hito o Ugokasu Chikara”. Tokyo: Cross Media Publishing.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2026-09-09

How to Cite

Mustaqim, M., & Priventa, H. . (2026). HORENSO SEBAGAI STRATEGI ADAPTASI BUDAYA KERJA JEPANG PADA PEKERJA MIGRAN INDONESIA PEMEGANG VISA TOKUTEI GINOU DI JEPANG. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa Dan Sastra (e-ISSN: 2797-0477), 6(05), 1–38. https://doi.org/10.69957/tanda.v6i05.3088