DARI SYAIR KE KOMENTAR: PERGESERAN LOCUS SASTRA LISAN DALAM TAYANGAN RITUAL MOTIMU’ALO DI RUANG DIGITAL

Authors

  • Isnawati Mutiara Molamahu Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.69957/tanda.v6i04.3075

Keywords:

Ritual Motimu'alo, Resepsi Digital, oAgora-eAgora, Performansi, Glokalisasi

Abstract

Media sosial kini menjadi panggung baru bagi tradisi lisan lokal, mengubah cara ritual sakral direpresentasikan dan dikonsumsi publik. Penelitian ini membahas reproduksi digital Motimu'alo, ritual pelarung duka pasca-kematian di Gorontalo, dengan fokus pada fenomena video yang tidak menyertakan mantra/sastra lisan, melainkan hanya menampilkan performa fisik dan visual prosesi ritual. Dengan mensintesiskan teori Performansi Richard Bauman dan pendekatan resepsi sastra (reader-response) Wolfgang Iser, artikel ini mengkaji bagaimana representasi visual tersebut bertindak sebagai medium baru (locus pengganti) bagi narasi kultural, sekaligus menciptakan "celah kosong" (indeterminacy) yang mengundang keterlibatan audiens digital. Mengacu pada tesis homologi tradisi lisan dan teknologi internet (OT-IT) serta konsep tiga arena komunikasi yakni, oAgora, tAgora, eAgora yang diajukan John Miles Foley, studi ini membaca migrasi Motimu'alo dari arena lisan (oAgora) ke arena digital (eAgora), di mana penonton daring memanfaatkan kolom komentar untuk mendekode tanda visual dan mengisi kekosongan narasi lewat memori personal serta respons emosional mereka. Penelitian ini menerapkan pendekatan etnografi digital dan analisis teks terhadap video Motimu'alo terpilih beserta komentar penggunanya. Temuan awal memperlihatkan artikulasi duka komunal baru di ruang siber melalui proyeksi memori personal penonton yang digerakkan dialek lokal, seperti komentar "dapa inga pas ti oma ada maninggal

References

Bauman, R. (1975). Verbal art as performance. American Anthropologist, 77(2), 290–311.

Foley, J. M. (2012). Oral tradition and the internet: Pathways of the mind. University of Illinois Press.

Kozinets, R. V. (2010). Netnography: Doing ethnographic research online. Sage.

O'Hara, D. T. (1979). [Review of the book The act of reading: A theory of aesthetic response, by W. Iser]. The Journal of Aesthetics and Art Criticism, 38(1), 88–91.

Pemerintah Provinsi Gorontalo. (2024). Tentang Gorontalo. Diakses pada 9 Agustus 2026, dari https://berita.gorontaloprov.go.id/tentang_gorontalo/

Robertson, R. (1995). Glocalization: Time-space and homogeneity-heterogeneity. Dalam M. Featherstone, S. Lash, & R. Robertson (Eds.), Global modernities (hlm. 25–44). Sage Publications.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Ibrahim, A. (2019, 22 Maret). Mengenal Mutimualo, Ritual Mandi Bersama Pelarung Duka. Liputan6.com. https://www.liputan6.com/regional/read/3922530/mengenal-mutimualo-ritual-mandi-bersama-pelarung-duka

Downloads

Published

2026-08-17

How to Cite

Molamahu, I. M. (2026). DARI SYAIR KE KOMENTAR: PERGESERAN LOCUS SASTRA LISAN DALAM TAYANGAN RITUAL MOTIMU’ALO DI RUANG DIGITAL. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa Dan Sastra (e-ISSN: 2797-0477), 6(04), 220–235. https://doi.org/10.69957/tanda.v6i04.3075