KATA SAPAAN KEKERABATAN MASYARAKAT KAMPUNG PASAR DI SEBELAH NAGARI SILAUT, KABUPATEN PESISIR SELATAN

STUDI SOSIOLINGUISTIK

Authors

  • Yusi Nilya Fitri Universitas PGRI Sumatera Barat
  • Silvia Marni Universitas PGRI Sumatera Barat
  • Refa Lina Tiawati Universitas PGRI Sumatera Barat

DOI:

https://doi.org/10.69957/tanda.v6i03.3073

Keywords:

Kata Sapaan Kekerabatan, Masyarakat, Kampung Pasar Sebelah, Sosiolinguistik

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kata sapaan kekerabatan Kampung Pasar Sebelah, Nagari Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan. Hal ini pengaruhi oleh bahasa dari luar, khususnya di kalangan muda. Akibatnya, sering terjadi ketidaktepatan dalam penggunaan kata sapaan dalam berinteraksi di kehidupan sehari-hari, Selain itu, belum adanya kajian khusus mengenai kata sapaan kekerabatan di daerah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna sapaan kekerabatan di Kampung Pasar Sebelah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Data penelitian berupa bentuk-bentuk sapaan kekerabatan yang digunakan oleh masyarakat Kampung Pasar Sebelah, Nagari Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak, rekam dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik padan referensial dan padan translational. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa bentuk kata sapaan kekerabatan di Kampung Pasar Sebelah, Nagari Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, terbagi menjadi dua kategori. Pertama, kata sapaan kekerabatan pertalian darah atau pertalian langsung, seperti, kata sapaan mak artinya ibu. Makna kata sapaan mak adalah ibu kandung. Kata sapaan wan artinya saudara laki-laki ibu. Makna kata sapaan wan adalah mamak (paman dari pihak ibu). Kata sapaan pertalian perkawinan atau pertalian tidak langsung, seperti, sapaan pak cek artinya adik laki-laki ayah. Makna sapaan pak cek adalah pak bako (paman pihak ayah, lebih muda dari ayah). Kata sapaan anak artinya menantu laki-laki. Makna sapaan anak adalah suami dari anak perempuan. Sapaan tersebut digunakan untuk bertegur sapa dalam interaksi sehari-hari di lingkup keluarga, berdasarkan kedudukan atau posisi masing-masing anggota dalam struktur keluarga besar.

References

Aslinda, S. (2007). Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: PT. Refika Aditama.

Ayub, D. (1984). Sistem Sapaan Bahasa Minangkabau. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Chaer. (2009). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer dan Agustina. (2010). Sosiolinguistik perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Djajasudarma. (2012). Wacana dan Pragmatik. Bandung: PT. Refika Aditama.

Irawan, W. D. (2006). Kata Sapaan Kekerabatan Dalam Masyarakat Lampung Sungkai. 13(Ii), 166–173. Jurnal Elsa

Jazeri, & Mohammad. (2017). Sosiolinguistik Ontologi, Epistemologi & Aksiologi (p. 1).

Kridalaksana, H. (1982). Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa. Jakarta: Nusa Indah.

Lutfi, M. (2024). Pengantar Linguistik Umum. Guepedia Group.

Mahsun. (2017). Metode Penelitian Bahasa. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Medan. (1986). Geografi Dialek Bahasa Minangkabau. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Moleong. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhlis, A. (2021). Sosiolinguistik Dasar. gayung kebonsari surabaya: CV.Jakad Media Publishing.

Mursyidah, Safriandi, T. (2021). Penggunaan Sapaan Kekerabatan Bahasa Aceh Dalam Tuturan Masyarakat Kabupaten Aceh Utara. 2, 129–136.

Nabila, M. (2022). Kata Sapaan Kekerabatan Bahasa Minangkabau di Kenagarian VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten 50 Kota. Universitas Andalas.

Nassarudin. (2024). Pengantar Sosiolinguistik (2024th ed.). CV. Gita Lentera.

Novendra, N., Ermanto, E., & Ngusman, N. (2018). Penggunaan Kata Sapaan Bahasa Minangkabau Dan Implikasinya Terhadap Kesantunan Berbahasa Masyarakat Desa Kampung Baru Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 5(1), 149. https://doi.org/10.24036/898700

Nuryani, Siti, E. (2021). Sosiolinguistik Dalam Pengajaran Bahasa Berbasis Multikultural: Teori dan Praktik Penelitian. In In Media. In Media.

Padeta, M. (2015). Sosiolinguistik. Bandung: Angkasa.

Reniawati, N. dan. (2009). Dialektiologi Teori dan Metode. Yogyakarta: CV Elmatera Publishing.

Saputra, S., & Amral, S. (2020). Kata Sapaan Kekerabatan Bahasa Melayu Jambi Di Desa Teriti Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo. Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(1), 80. https://doi.org/10.33087/aksara.v4i1.169

Sari, L. I. (2021). Kabupaten Kuantan Singingi Riau. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sasatra Indonesia, 5(2), 215–225.

Scovel, T. Spolsky, B. Richards, J. . (1998). Sociolinguistics. In Relc Journal (Vol. 29, Issue 2). https://doi.org/10.1177/003368829802900210

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmawati, E. (2019). Filosofi Sistem Kekerabatan Matrilineal Sebagai Perlindungan Sosial Keluarga Pada Masyarakat Minangkabau. Empati: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 8(1), 12–26.

Sumarsono. (2017). Sosiolinguistik. Yogykarta: Lembaga Studi Agama, Budaya dan perdamaian.

Syafyahya, L., Aslinda, Noviatri, & Efriyades. (2000). Kata Sapaan Bahasa Minangkabau di Kabuaten Agam. Jakarta: Pusat Bahasa.

Wijana, D. P. (2019). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Pustaka Pelajar.

Wijana, D. P. (2021). Pengantar Sosiolinguistik. Gadjah Mada University Press.

Downloads

Published

2026-08-29

How to Cite

Fitri, Y. N., Marni, S., & Tiawati, R. L. (2026). KATA SAPAAN KEKERABATAN MASYARAKAT KAMPUNG PASAR DI SEBELAH NAGARI SILAUT, KABUPATEN PESISIR SELATAN: STUDI SOSIOLINGUISTIK. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa Dan Sastra (e-ISSN: 2797-0477), 6(03), 126–146. https://doi.org/10.69957/tanda.v6i03.3073