TINDAK TUTUR ILOKUSI DEKLARATIF DALAM ANIME TENSURA OLEH FUSE
DOI:
https://doi.org/10.69957/tanda.v6i04.2968Keywords:
Tindak tutur ilokusi, deklaratif, pragmatik, anime, TensuraAbstract
Penelitian ini mengkaji bentuk tindak tutur ilokusi deklaratif dalam anime Tensei Shitara Slime Datta Ken (Tensura) karya Fuse musim ke-1 dan ke-2. Tindak tutur deklaratif dipilih karena jarang diteliti secara spesifik meskipun memiliki kedudukan istimewa: tuturannya secara langsung mengubah realitas sosial begitu diucapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik, metode simak bebas libat cakap (SBLC), teknik catat, serta metode padan referensial berdasarkan klasifikasi Searle (1979) dan Searle serta Vanderveken (1985). Hasil penelitian menemukan 92 tuturan deklaratif yang terbagi menjadi tiga bentuk: deklaratif institusi-sosial (64 tuturan), deklaratif non-institusi (21 tuturan) yang mencakup kategori supernatural dan kebahasaan, serta deklaratif asertif (7 tuturan). Bentuk menunjuk (appoint), menyatakan (declare), dan menyetujui (approve) paling dominan seiring alur cerita pembentukan Federasi Jura Tempest oleh tokoh Rimuru. Temuan pada kategori supernatural memperluas cakupan teori Searle yang semula berbasis institusi manusia, dan menunjukkan bahwa otoritas deklaratif dalam fiksi juga dapat bersumber dari entitas transendental.
References
Austin, J. L. (1962). How to Do Things with Words. Oxford: Oxford University Press.
Djatmika. (2016). Mengenal Pragmatik Yuk!. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kikuchi, Y. (Sutradara). (2018–2019). Tensei Shitara Slime Datta Ken [Anime, Musim 1]. 8bit Studio. (Berdasarkan cerita asli oleh Fuse).
Kikuchi, Y. (Sutradara). (2021). Tensei Shitara Slime Datta Ken [Anime, Musim 2]. 8bit Studio. (Berdasarkan cerita asli oleh Fuse).
Leech, G. (1983). Principles of Pragmatics. London: Longman.
Mahsun. (2012). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan, Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Napier, S. J. (2016). Anime from Akira to Howl’s Moving Castle: Experiencing Contemporary Japanese Animation. St. Martin’s Griffin.
Searle, J. R. (1969). Speech Acts: An Essay in The Philosophy of Language. Cambridge: Cambridge University Press.
Searle, J. R. (1979). Expression and Meaning: Studies in the Theory of Speech Acts. Cambridge: Cambridge University Press.
Searle, J. R., & Vanderveken, D. (1985). Foundations of Illocutionary Logic. Cambridge: Cambridge University Press.
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis (Edisi Ketiga). Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, N. S. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tarigan, H. G. (2009). Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa.
Yule, G. (2014). Pragmatik (Terjemahan Indah Fajar Wahyuni). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fajar Muttaqin; Roni; Miftachul Amri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors publishing in TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra e-ISSN 2797-0477 will be asked to sign a Copyright Determination Form. In signing the form, it is assumed that the author has obtained permission to use copyrighted or previously published material. All authors must read and agree to the terms outlined in the form, and must sign the form or agree that the corresponding author can sign on their behalf. The article cannot be published until the signed form has been received. It is a condition of publication that authors grant copyright or license the publication rights in their article, including the abstract, to jurnaltanda@gmail.com. This allows us to ensure full copyright protection and to disseminate the article, and of course the Journal to the widest possible readership in both print and electronic formats.




