WACANA DAN BUDAYA MASYARAKAT BATAK: ANALISIS TRADISI MARTAROMBO DAN STRATEGI KELUGASAN BERBAHASA

Authors

  • Mahmud Sujai Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Baiq Hikmatussofa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Nur Kholis Pilomonu Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Muhammad Reko Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

DOI:

https://doi.org/10.69957/tanda.v6i04.2832

Keywords:

Etnopragmatik, Wacana Budaya, Martarombo, Sosiopragmatik, Normal Komunitas

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meluruskan stereotip negatif mengenai pola komunikasi masyarakat Batak Toba yang sering disalahartikan sebagai perilaku agresif dan tidak santun oleh masyarakat luar. Dengan menggunakan pendekatan etnopragmatik, penelitian ini menganalisis hubungan dialektis antara praktik wacana dan nilai budaya yang melatarbelakanginya. Data dikumpulkan melalui metode observasi partisipatif dan teknik pancingan (elicitation) dalam latar alamiah, khususnya di kedai tuak (Lapo) dan acara adat. Analisis data menerapkan teori Sosiopragmatik Geoffrey Leech dan norma Komunitas Praktis Jonathan Culpeper. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, tradisi Martarombo berfungsi sebagai tindak tutur performatif wajib untuk navigasi sosial guna menentukan status kekerabatan sebelum interaksi inti dimulai. Kedua, strategi kelugasan (directness) dan intonasi keras bukanlah manifestasi arogansi, melainkan beroperasi sebagai Mock Impoliteness (ketidaksantunan semu) yang bertujuan memperkuat solidaritas dan mencerminkan nilai Haburjuon (kejujuran). Ketiga, pertanyaan terkait ranah privasi merupakan implikatur budaya yang merepresentasikan kepedulian kolektif yang berakar pada filosofi Dalihan Na Tolu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa apa yang dianggap "kasar" sesungguhnya adalah bentuk kesantunan positif dalam logika internal komunitas, dan kompetensi etnopragmatik mutlak diperlukan untuk menghindari kegagalan pragmatik lintas budaya.

References

Abdul Aziz, Muhd Ar. Imam Riauan, Amelia Fitri, Osyi Mulyani, Z. (2020). Stereotip Budaya Pada Himpunan Mahasiswa Daerah di Pekanbaru. 5, 43–56.

Alex Kardo Simamora dkk. (2024). Pemahaman Nilai-Nilai Dalihan Natolu Dalam Budaya Batak Toba dan Implementasinya Dalam Hidup Beriman Katolik. 2, 2–14.

Asriaty R. Purba dkk. (2024). Nilai Sosial dan Budaya dalam Komunikasi Bahasa Batak Toba pada Mambosuri Sosiolinguistik. 13, 164–179.

Austin, J. L. (1962). HOW TO DO THINGS WITH WORDS. Oxford University.

Bertha Sri, Eko Hendar, P. V. (2020). Mengembangkan Kompetensi Komunikasi Antarbudaya berbasis Kearifan Lokal Untuk Membangun Keharmonisan Relasi Antar Etnis dan Agama.

Culpeper, J. (2011). Impoliteness Using Language To Cause Offence.

Dormauli Harianja, Joni Rusmanto, S. (2025). Marga Sebagai Simbol Identitas : Studi Kasus Pada Masyarakat Batak Di Kota Palangka Raya. 8, 135–144.

Dr. R. Kunjana Rahardi, M. H. (2005). Pragmatik Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Erlangga.

Dr. Yunidar, M. H. (2025). Bahasa, Budaya, dan Masyarakat: Perspektif Sosiolinguistik Kontemporer. Kaizen Media Publishing.

Elsa Hutabarat, N. (2021). PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA BATAK YANG MERANTAU DI SURABAYA. 8, 45–59.

Geoffrey Leech. (1989). Principles of Pragmatics.

Indar Wijaya. (2021). ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA PADA. 2, 59–64.

Joddy Morison Turnip. (2022). Umpasa dan Umpama: Lumbung Petuah dan Falsafah Batak Toba.

Kingsley Bolton, B. B. K. (2006). World Englishes: Critical Concepts in Linguistics.

Kuntoadji, A. (2024). Parsahutaon Keragaman Budaya Suku Batak dalam Hubungan Kekerabatan Penduduk Karawaci Resident (Kajian Etnografi Komunikasi). 10, 4120–4129.

Marzuti Isra dkk. (2025). Diversitas Budaya Suku Batak di Sumatera Utara : Analisis Literatur Sistematis terhadap Bahasa , Tradisi , dan Sistem Sosial. 4, 430–445.

Mudrik, N., Enji, Z., & Fawwaz, I. (2024). Komunikasi Lintas Budaya : Konsep , Tantangan , Dan Strategi Pengembangannya. 4, 168–181.

Muhammad Rijal Fadli. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. 21, 33–54.

Riska Trismayangsari dkk. (2023). Gambaran nilai dan kebiasaan budaya Jawa dan Batak pada pengendalian diri : Analisis psikologi budaya. 113–125.

Sihombing, I. (2024). MARTAROMBO DALAM INTERAKSI SOSIAL GENERASI MUDA SUKU BATAK TOBA.

Sri Wiryanti Budi Utami, D. H. (2023). Bahasa dalam Perspektif Sosiolinguistik. Airlangga University Press.

Susilo, D. (2025). Bukan Kasar, Hanya Tidak Suka Basa-basi: Belajar dari Keterusterangan Orang Medan.

Syafrianto Tambunan. (2024). KONSELING INDEGENOUS TRADISI MANGUPA PADA MASYARAKAT BATAK. 10, 63–76.

Ulung Napitupulu dkk. (2022). REVITALIZATION OF BATAK TOBA CULTURAL IDENTITIES USED LANGUAGE AS COMMUNICATION IN THE SIANJUR MULA-MULA , SAMOSIR REGENCY REVITALISASI IDENTITAS BUDAYA BATAK TOBA MENGGUNAKAN BAHASA SEBAGAI KOMUNIKASI DI SIANJUR MULA-MULA. 8, 96–111.

Wahyudi, M. (2025). 5 Tradisi Komunikasi Batak yang Wajib Ditiru dalam Menjalani Hidup.

Yule, G. (1996). Pragmatics. Oxford University Press USA.

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Sujai, M., Hikmatussofa, B., Pilomonu, N. K., & Reko, M. (2026). WACANA DAN BUDAYA MASYARAKAT BATAK: ANALISIS TRADISI MARTAROMBO DAN STRATEGI KELUGASAN BERBAHASA. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa Dan Sastra (e-ISSN: 2797-0477), 6(04), 58–72. https://doi.org/10.69957/tanda.v6i04.2832