KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMPN 5 PANGEAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

Authors

  • Anisa Putri Universitas Riau
  • Charlina Universitas Riau
  • Elvrin Septyanti Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.69957/tanda.v6i05.2819

Keywords:

Kesantunan Berbahasa, Pembelajaran, Maksim Leech, Siswa, Bahasa Indonesia

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 5 Pangean Kabupaten Kuantan Singingi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan bahasa yang santun dalam interaksi belajar mengajar, terutama di lingkungan sekolah yang masih dipengaruhi penggunaan bahasa daerah dan bahasa pergaulan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan guru dan siswa selama proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Sumber data diperoleh melalui interaksi antara guru dan siswa serta antarsiswa di dalam kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik rekam dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan langkah reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan enam maksim kesantunan berbahasa menurut Leech, yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan kesimpatian. Bentuk pematuhan lebih dominan muncul dalam interaksi guru dengan siswa, seperti penggunaan kata yang halus, pemberian apresiasi, dan sikap empati terhadap kesulitan siswa. Sementara itu, bentuk pelanggaran lebih banyak terjadi pada interaksi antarsiswa, terutama berupa ejekan, kritik langsung, sikap meremehkan, dan ketidaksetujuan yang disampaikan secara kasar. Dengan demikian, kesantunan berbahasa memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman, harmonis, dan kondusif. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi guru dan sekolah dalam membina perilaku berbahasa santun di lingkungan pendidikan.

References

Agustina, L., Suryani, E., & Putra, D. (2021). Perkembangan bahasa dalam perspektif sosiolinguistik. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(2), 112–120.

Anggraini, N. (2019). Kesantunan berbahasa anak dalam perspektif pemerolehan bahasa serta pendidikan karakter. Dalam Prosiding SEMBADRA Universitas Sriwijaya (Vol. 2, No. 1).

Anggraini, N., Rahayu, N., & Djunaidi, B. (2019). Kesantunan berbahasa Indonesia dalam pembelajaran di kelas X MAN 1 Model Kota Bengkulu.

Apriliani, E. I. (2019). Kesantunan bahasa anak di PAUD Mekar Sari Gondoriyo Kecamatan Jambu. Jurnal Dunia Anak Usia Dini, 1(2).

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some universals in language usage. Cambridge University Press.

Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Charlina, Hadi, A., & Rahman, E. (2016). Dieksis dalam kumpulan cerpen Kukila karya M. Aan Mansyur.

Diani, R. (2018). Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikan. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 6(1), 45–52.

Djumingin, A. (2017). Analisis kesantunan berbahasa guru dan siswa pada kegiatan presentasi pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Negeri 12 Makassar.

Doko, Y. D., Budiarta, W., & Umiyati, M. (2017). Kesantunan berbahasa dalam kumpulan cerita rakyat Nusa Tenggara Timur. Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa, 3(1), 159–169.

Fauzi, M., Hidayat, T., & Rahmawati, N. (2025). Implementasi kesantunan berbahasa dalam pembentukan karakter peserta didik. Jurnal Pendidikan Karakter, 15(1), 1–12.

Febriasari, D., & Wijayanti, W. (2018). Kesantunan berbahasa dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. KREDO, 2(1).

Firdaus, W. (2018). Realisasi pronomina dalam bahasa Mooi: Analisis tipologi morfologi. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 7(2), 180–194. https://doi.org/10.26499/rnh.v7i2.496

Hasibuan, W. S., Siregar, I. R., & Novebri. (2022). Penyuluhan kesantunan berbahasa kepada Nafoso Nauli Bulung dalam pembentukan karakter di Desa Parbangunan Panyabungan.

Jayanti, M. D. (2018). Penerapan kesantunan berbahasa dalam kegiatan pembinaan kesejahteraan keluarga. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 2(1), 15–19. https://doi.org/10.29407/jbsp.v2i1.12740

Jayanti, R. (2018). Kesantunan berbahasa dalam interaksi pembelajaran. Jurnal Bahasa dan Pendidikan, 4(2), 67–75.

Kridalaksana, H. (2011). Kamus linguistik (Edisi ke-4). Gramedia Pustaka Utama.

Kurniadi, F., Hilaliyah, H., & Hapsari, S. N. (2018). Membangun karakter peserta didik melalui kesantunan berbahasa. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(1). https://doi.org/10.30651/aks.v2i1.1023

Leech, G. (1983). Principles of pragmatics. Longman.

Leech, G. (2014). The pragmatics of politeness. Oxford University Press.

Lickona, T. (2013). Educating for character: Mendidik untuk membentuk karakter. Bumi Aksara.

Mislikhah. (2014). Kesantunan berbahasa. Ar-Raniry: International Journal of Islamic Studies, 1(2), 285–296.

Mukhlis, A., & Hidayat, R. (2024). Kajian bahasa sebagai alat komunikasi sosial. Jurnal Linguistik Indonesia, 12(1), 15–28.

Mukhlis, M. H., & Hidayat, N. S. (2024). Pengertian dan ruang lingkup musytaraq al-lafzi, ta'addud al-ma'na serta taraduf dalam kajian ilmu dalalah. Journal of Practice Learning and Educational Development, 4(4). https://doi.org/10.58737/jpled.v4i4.383

Nasucha, Y. (2016). Bahasa dan penentuan makna dalam konteks. Jurnal Antarabangsa Persuratan Melayu (RUMPUN), 4.

Ningsih, D., Yuliana, S., & Arifin, Z. (2023). Pengaruh bahasa gaul terhadap penggunaan bahasa Indonesia siswa. Jurnal Pendidikan Bahasa, 11(2), 88–97.

Nursita, S., Amala, R. N., & Utomo, A. P. Y. (2022). Analisis prinsip kesantunan dalam dialog narasi Mata Najwa episode Coba-Coba Tatap Muka. Jurnal Ilmiah Semantika, 3(2), 111–120.

Pranowo. (2009). Berbahasa secara santun. Pustaka Pelajar.

Pranowo. (2012). Berbahasa secara santun. Pustaka Pelajar.

Putri, N., & Ramadhan, S. (2024). Peran guru dalam membangun budaya kesantunan berbahasa di sekolah. Jurnal Pendidikan Indonesia, 13(1), 55–66.

Rahim, A. (2023). Kesantunan berbahasa dalam komunikasi pendidikan. Jurnal Kajian Bahasa, 8(1), 21–31.

Risyofa Rahim, A. (2023). Kesantunan berbahasa mahasiswa dalam berinteraksi dengan dosen pada media sosial Telegram. Jurnal Riset Ilmiah, 2(10).

Sanjaya, W. (2017). Pengaruh bahasa gaul terhadap kemampuan berbahasa siswa. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 5(2), 102–110.

Sari, M., & Mulyani, E. (2022). Penggunaan bahasa daerah dan bahasa Indonesia dalam pembelajaran. Jurnal Linguistik Terapan, 10(1), 35–46.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tarigan, H. G. (2015). Berbicara sebagai suatu keterampilan berbahasa. Angkasa.

Wintarsih. (2019). Pentingnya kesantunan bagi mahasiswa. http://ejournal.unibba.ac.id/index.php/metamorfosi

Yenni, E. (2018). Kesantunan berbahasa sebagai cerminan budaya masyarakat. Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(1), 23–31.

Yenni, E., Yusriati, Y., & Sari, A. W. (2018). Pola pengajaran kesantunan berbahasa anak di lingkungan keluarga. Jurnal Tarbiyah, 25(1). https://doi.org/10.30829/tar.v25i1.238

Yuliana, R., Rohmadi, M., & Suhita, R. (2013). Daya pragmatik tindak tutur guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa sekolah menengah pertama. Sastra Indonesia dan Pengajarannya, 2(1).

Downloads

Published

2026-10-16

How to Cite

Putri, A. ., Charlina, & Septyanti, E. (2026). KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMPN 5 PANGEAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa Dan Sastra (e-ISSN: 2797-0477), 6(05), 144–160. https://doi.org/10.69957/tanda.v6i05.2819