ONOMASTIKA KOMERSIAL DAN LINGUISTIK FORENSIK: TINJAUAN LITERATUR TENTANG SENGKETA MEREK DAGANG DI INDONESIA

Authors

  • A. Syihabuddin Aniq Jimly Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Imam Hanafi Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Husnul Athiya Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.69957/tanda.v6i03.2813

Keywords:

Onomastika Komersial, Linguistik Forensik, Sengketa Merek Dagang, Persamaan pada Pokoknya, Indonesia

Abstract

Meningkatnya jumlah sengketa merek dagang di Indonesia menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan instrumen analisis yang lebih objektif dalam menafsirkan frasa “persamaan pada pokoknya” yang selama ini cenderung bergantung pada penilaian subjektif hakim. Meskipun kajian hukum mengenai sengketa merek telah berkembang pesat, penelitian yang mengintegrasikan perspektif onomastika komersial dan linguistik forensik masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren tipologi sengketa merek dagang di Indonesia selama satu dekade terakhir, mengidentifikasi parameter linguistik forensik yang digunakan dalam pembuktian sengketa, serta merumuskan kerangka objektivitas analisis sengketa merek berbasis pendekatan interdisipliner. Penelitian menggunakan metode tinjauan literatur dengan pendekatan naratif terhadap artikel jurnal dan skripsi yang diperoleh dari Google Scholar melalui perangkat lunak Publish or Perish. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan kerangka parameter confusing similarity ‘kemiripan yang membingungkan’ yang dikemukakan oleh Shuy (2002), meliputi aspek fonetik, semantik, dan visual, kemudian dievaluasi ketajamannya melalui perspektif bahasa hukum objektif yang dikembangkan oleh Gibbons (2003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa merek di Indonesia didominasi oleh kasus pembajakan merek, persamaan pada pokoknya, perebutan istilah generik, dan konvergensi kelas barang atau jasa. Selain itu, aspek visual, fonetik, dan semantik merupakan parameter yang digunakan dalam pembuktian sengketa merek. Namun, evaluasi berdasarkan perspektif bahasa hukum objektif menunjukkan bahwa penerapan parameter tersebut masih didominasi oleh intuisi dan interpretasi subjektif, terutama pada aspek visual, sehingga berpotensi menimbulkan disparitas putusan dan ketidakpastian hukum. Penelitian ini menawarkan Model Analisis Semiotik-Forensik Merek (MAS-FM) sebagai kerangka objektif untuk meningkatkan konsistensi putusan, kepastian hukum, dan kualitas pembuktian dalam penyelesaian sengketa merek di Indonesia.

References

Adawiyah, R., Eygia, M. R., & Rajagukguk, W. A. Y. (2023). ANALISIS YURIDIS PUTUSAN NOMOR 1082 K/PDT.SUS-HKI/2022 TENTANG SENGKETA MEREK YANG MEMILIKI PERSAMAAN PADA MEREK MASTERTINT. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 3(1), 65–74. https://doi.org/10.54443/sibatik.v3i1.1779

Aghnia, G. S. (2020). ANALISIS YURIDIS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 118 PK/PDT.SUS/2014 MENGENAI SENGKETA MEREK DAGANG KOPITIAM DAN LAU’S KOPITIAM DITINJAU DARI PASAL 20 HURUF F UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS [S1 Thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung]. https://digilib.uinsgd.ac.id/34871/

Ayu Prameswari & Zil Aidi. (2024). Penyelesaian Sengketa Merek di Indonesia Studi Kasus Antara MS GLOW vs PS GLOW. Notarius, 17(2), 780–793. https://doi.org/10.14710/nts.v17i2.50916

Cariver, B. V. L. C. (2025). Analisis Sengketa Merek Terkenal Internasional di Indonesia (Studi Kasus Sengketa Merek ARC’TERYX). IJOLARES: Indonesian Journal of Law Research, 3(2), 48–55. https://doi.org/10.60153/ijolares.v3i2.171

Coulthard, M., May, A., & Wright, D. (2017). An introduction to forensic linguistics: Language in evidence (Second edition). Routledge, Taylor & Francis Group. https://doi.org/10.4324/9781315630311

Durant, A., & Leung, J. (2017). Language and Law: A resource book for students. Taylor & Francis.

Elvy Wiyono, Macvin Andreas Winata, & Yohanie Maretta. (2024). Analisa Perlindungan Hukum dan Penyelesaian Sengketa Dalam Perjanjian atas Hak Merek (Studi Merek Dagang Tupperware Terhadap Tulipware). Anthology: Inside Intellectual Property Rights, 2(1), 427–446.

Erfan, E., & Kemala, R. (2025). Implikasi Prinsip Persamaan pada Pokoknya sebagai Indikator Itikad Tidak Baik (Bad Faith) pada Sengketa Merek Daimaru Vs Diamaru (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor: 623K/Pdt.Sus-HKI/2024). HUMANIORUM, 3(2), 1–9. https://doi.org/10.37010/hmr.v3i2.85

Fariha, T., Santoso, B., & Njatrijani, R. (2022). SENGKETA MEREK ANTARA SOLARIA DENGAN SOLARIS (Studi Kasus Putusan Nomor 3/Pdt.Sus-HKI/2020/PN Niaga Mks). Diponegoro Law Journal, 11(2). https://doi.org/10.14710/dlj.2022.33614

Fernando, F. F., Abbror, R. M., & Elmaniz, S. (2024). Analisis Yuridis Tentang Penyelesaian Sengketa Merek Rokok Gudang Garam Melawan Gudang Baru. Journal of Accounting Law Communication and Technology, 2(1), 175–180. https://doi.org/10.57235/jalakotek.v2i1.4431

Gibbons, J. (2003). Forensic linguistics: An introduction to language in the justice system. Blackwell Pub.

Ginia Elisa, S. (2026). Sengketa Merek POSKOTA: Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 39/Pdt.Sus-Merek/2022/PN.Niaga Jkt.Pst. Jurnal Hukum Sasana, 12(1), 184–201. https://doi.org/10.31599/sasana.v12i1.4832

Gunawan, L. L., & Rahaditya, R. (2023). Analisis Sengketa Kepemilikan Merek Bensu (Studi pada Merek Geprek Bensu Melawan I Am Geprek Bensu). Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(6), 4606–4618. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v8i6.12759

Mahadewi, K. J., Rama, B. G. A., & Amalia, R. (2025). Judicial Review Of Infrigement Of Superman’s Famous Trademarks Rights: A Case Study Of DC Comic Against PT Maxing Makmur. JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi, 7(1). https://doi.org/10.58258/jihad.v7i1.8520

Masnun, M. A. (2021). Disparitas Putusan Mengenai Persamaan Pada Pokoknya Pada Merek Predator (Studi Putusan Nomor 1146 K/Pdt.Sus-Hki/2020). SASI, 27(4), 463–474. https://doi.org/10.47268/sasi.v27i4.539

McCarthy, J. T. (1984). Trademarks and Unfair Competition (2nd ed., Vol. 1). Bancroft-Whitney.

Mulya, M. A. (2026). Sengketa Merek di Era Digital: Tinjauan Yuridis dari Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Tahun 2025. IBLAM LAW REVIEW, 6(1), 212–219. https://doi.org/10.52249/ilr.v6i1.668

Napitupulu, R. U. C. (2016). ANALISA HUKUM PENYELESAIAN SENGKETA MEREK WAROENG PODJOK MELAWAN WARUNG POJOK (Putusan MA Nomor 739 K/Pdt.sus/2008) [Masters thesis, Universitas Diponegoro]. https://eprints.undip.ac.id/69979/

Olsson, J. (2008). Forensic linguistics (2nd ed). Continuum.

Panjaitan, H., Bethlen, A., Saragi, P., & Situmeang, T. (2025). Synergy of Trademark Protection and Consumer Rights: A Legal Analysis on the Prevention of Product Counterfeiting. Jurnal Hukum Dan Keadilan, 2(5), 1–17. https://doi.org/10.61942/jhk.v2i5.420

Priatma, N. (2026). First to File versus First to Use: Kajian Perlindungan Merek dalam Sengketa GoTo Gojek Tokopedia dan PT Terbit. Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 3(2), 31–38. https://doi.org/10.62383/konsensus.v3i2.1633

Putri, R. R. (2025). Disparitas Putusan Pengadilan dalam Sengketa Merek 7 DAYS dan 5 DAYS (Studi Putusan No.71/Pdt.Sus-MEREK/2020 dan Putusan NO.1139 K/Pdt.Sus-HKI/2021) [S1 Thesis, Universitas Nasional]. https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14448/

Putri, S. A., Ramli, T. S., & Kusmayanti, H. (2019). Penyelesaian Sengketa Merek Terkenal Sephora atas Dasar Persamaan pada Pokoknya Berdasarkan HIR dan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek. Jurnal Hukum Positum, 4(2), 57. https://doi.org/10.35706/positum.v4i2.3182

Rojali, M. R. R. (2024). Generic Brand Law on Bakmie Bangka Brands that Use Public Domain. Jhbbc, 143–153. https://doi.org/10.30996/jhbbc.v7i2.10934

Rusdiansyah. (2020). HUKUM DAN LINGUISTIK FORENSIK. Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law, 5(1), 21–31. https://doi.org/10.24256/alw.v5i1.1420

Sari, Y. P., Saidin, & Purba, H. (2025). Analisis Sistem Pendaftaran Merek dalam Kasus Pembatalan Merek Zhe Nung Zhu (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 704K/Pdt.Sus-HKI/2021). Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(4). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i4.1612

Sentana, E. T., & Bustani, S. (2019). PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENDAFTAR MEREK PERTAMA ACC MEMBERI KEMUDAHAN MENURUT UU 20 TAHUN 2016 (CONTOH KASUS SENGKETA ANTARA PT ASTRA SEDAYA FINANCE DENGAN PT AMAN CERMAT CEPAT TERKAIT PERSAMAAN MEREK TAHUN 2019). Jurnal Hukum Adigama, 2(2), 73. https://doi.org/10.24912/adigama.v2i2.6522

Shuy, R. W. (2002). Linguistic Battles in Trademark Disputes (1st ed. 2002). Palgrave Macmillan UK. https://doi.org/10.1057/9780230554757

Sihombing, S. & Aminah. (2023). Sengketa Merek Strong dan Penggunaan Kata Umum pada Merek Dagang (Studi Putusan Mahkamah Agung 332 K/ Pdt.Sus-Hki/2021). UNES Law Review, 6(2), 5440–5452. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i2.1325

Suharta, D., Nainggolan, B., & Sinaga, W. (2022). PENYELESAIAN SENGKETA MEREK PURE KIDS DENGAN MEREK PURE BABY. Jurnal Hukum to-ra : Hukum Untuk Mengatur dan Melindungi Masyarakat, 8(Special Issue), 254–268.

Yunus, A. Z. (2023). ANALISIS YURIDIS TERHADAP MEREK MILIK PENDAFTAR PERTAMA (Studi Putusan Nomor 71/Pdt.Sus-HKI/Merek/2021/PN Niaga Jkt.Pst) [S1 Thesis, UIN Sunan Kalijaga]. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/59801/

Downloads

Published

2026-06-19

How to Cite

Jimly, A. S. A., Hanafi, I., & Athiya, H. (2026). ONOMASTIKA KOMERSIAL DAN LINGUISTIK FORENSIK: TINJAUAN LITERATUR TENTANG SENGKETA MEREK DAGANG DI INDONESIA. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa Dan Sastra (e-ISSN: 2797-0477), 6(03), 95–111. https://doi.org/10.69957/tanda.v6i03.2813