MARGINALISASI DAN RESISTENSI SUKU ANAK DALAM DALAM NOVEL PEREMPUAN DI UJUNG TEMBAWANG KARYA PAUL TAO WIDODO: PERSPEKTIF KAJIAN BUDAYA

Authors

  • Davinna Tiara Meljo Universitas Andalas Padang
  • Syafril Universitas Andalas Padang
  • Fadlillah Universitas Andalas Padang

DOI:

https://doi.org/10.69957/tanda.v6i03.2767

Keywords:

Marginalisasi, Resistensi, Novel Perempuan di Ujung Tembawang, Perspektif Kajian Budaya, Suku Anak Dalam

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Marginalisasi dan Resistensi Suku Anak Dalam dalam Novel Perempuan di Ujung Tembawang Karya Paul Tao Widodo: Perspektif Kajian Budaya. Secara garis besar penelitian ini menjelaskan gambaran umum Suku Anak Dalam dan Novel Perempuan di Ujung Tembawang, bentuk-bentuk marginalisasi dan resistensi Suku Anak Dalam, faktor penyebab dan dampak marginalisasi dan resistensi Suku Anak Dalam, serta makna marginalisasi dan resistensi dalam Novel Perempuan di Ujung Tembawang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, secara umum tujuan penelitian ini mengkaji dan menggali informasi mengenai marginalisasi yang dialami dan resistensi yang dilakukan oleh Suku Anak Dalam karena adanya penggusuran akibat pembukaan lahan perkebunan sawit oleh pihak pemerintah maupun korporasi swasta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Hegemoni Antonio Gramsci, Teori Resistensi James C. Scott dan Teori Representasi Stuart Hall. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti diperoleh kesimpulan bahwa marginalisasi yang dialami oleh Suku Anak Dalam membuat kehidupan mereka di hutan semakin terpinggirkan, penggusuran yang dilakukan pemerintah dan hunian tetap yang disediakan justru tidak membuat hidup mereka sejahtera, sedangkan resistensi yang dilakukan merupakan bentuk kontra hegemoni atas relasi kuasa pemerintah, resistensi yang dilakukan Suku Anak Dalam bukan hanya penolakan sederhana melainkan resistensi untuk memperjuangkan dan mempertahankan pola hidup, hak-hak dasar, dan identitas budaya mereka yang telah ada sejak lama dan dilakukan turun-temurun. Novel Perempuan di Ujung Tembawang Karya Paul Tao Widodo merupakan representasi dari Suku Anak Dalam yang kehilangan hutan sebagai sumber utama penghidupan mereka dan harus digantikan oleh kebun sawit yang dikuasai oleh pihak-pihak yang melakukan hegemoni. Perspektif Kajian Budaya digunakan untuk melihat sejauh mana pemerintah mengubah wilayah hutan adat menjadi sebuah praktik ekonomi tanpa memikirkan dampak yang dirasakan oleh masyarakat adat.

References

Ahriani, A. (2023). Marginalisasi Masyarakat Suku Kokoda di Sorong Papua Barat. Makassar: Pascasarjanan Ilmu Sosiologi Universitas Negeri Makassar.

Daring, K. V. (2016). Marginalisasi.

Daring, K. V. (2016). Resistensi.

Eka Nurwahyuliningsih, S. A. (2022). Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Suku Anak Dalam Melalui Program Pendidikan. Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan dan Hubungan Internasional, 59-64.

Indeska Putra, I. A. (2021). Penolakan Komunitas Lokal Terhadap Kedatangan Transmigran Suku Anak Dalam. Jurnal Antropologi : Isu-Isu Sosial Budaya, 23(02).

Indonesia, K. S. (2020). Laporan Kemiskinan Masyarakat Adat di Sumatera. Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Muhamad, H. (2015). Marginalisasi Budaya Lokal dalam Belantara Globalisasi (Kajian pada Perubahan Sosia Budaya di Dataran Lindu). Jurnal Ilmiah Santina, 2(2), 1-11.

Najemuddin, A. (2023). Hegemoni Etnik Bugis di Kabuapten Nunukan. Makassar: Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin.

Novianto, W. (2025). Dramaturgi Pertunjukan Teater Gapit dalam Hegemoni Politik dan Estetika Orde Baru. Surakarta : Program studi Seni Institut Seni Indonesia .

Rizkiani, F. (2025). Resistensi Masyarakat Rempang Atas Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City dalam Wilayah Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Padang: Program Studi Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas.

Rois Leonard Arios, E. E. (2019). Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat. Padang: Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat.

Scott, J. C. (2000). Senjatanya Orang-orang yang Kalah: Bentuk Perlawanan Sehari-hari Kaum Tani. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Senjaya, B. (2011). Resistensi Orang Rimba (Studi Tentang Perlawanan Orang Rimba Menghadapi Kebijakan Rencana Pengelolaan Taman Nasional Bukit Duabelas Propinsi Jambi). Universitas Gadjah Mada, S2 Ilmu Politik. Yogyakarta: S2 Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (3 ed.). Bandung: ALFABETA.

Suryadi, A. (2015). Marginalisasi Suku Anak Dalam di Sumatera Barat: Kajian Etnografi tentang Identitas dan Pengakuan Pemerintah. Jurnal Penelitian Sosial dan Budaya, 12(3).

Tirtosudarmo, R. (2022). Identitas dan Marginalisasi Orang Kubu, Orang Rimba, Suku Anak Dalam. Jurnal KRITIS, XXXI(1), 59-79.

Wahyudi, C. (2015). Marginalisasi dan Keberadaan Masyarakat. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Wahyuni, S. (2020). Penggusuran Identitas Budaya Suku Anak Dalam dalam Konteks Kebijakan Pemerintah Indonesia. Jurnal Antropologi Sosial, 19(2).

Widodo, P. T. (2016). Perempuan di Ujung Tembawang. Pontianak: TOP Indonesia.

Downloads

Published

2026-05-21

How to Cite

Meljo, D. T., Syafril, & Fadlillah. (2026). MARGINALISASI DAN RESISTENSI SUKU ANAK DALAM DALAM NOVEL PEREMPUAN DI UJUNG TEMBAWANG KARYA PAUL TAO WIDODO: PERSPEKTIF KAJIAN BUDAYA. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa Dan Sastra (e-ISSN: 2797-0477), 6(03), 23–43. https://doi.org/10.69957/tanda.v6i03.2767