INTEGRASI SOSIAL SUKU BAJO DALAM MASYARAKAT SIKKA NTT: ANALISIS UNGKAPAN ADAT SEBAGAI REPRESENTASI PENERIMAAN ETNIK

Authors

  • Bertholomeus Jawa Bhaga Universitas Muhammadiyah Maumere

DOI:

https://doi.org/10.69957/tanda.v6i03.2736

Keywords:

Integrasi Sosial, Suku Bajo, Ungkapan Adat, Etnolinguistik, Identitas Etnik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi sosial komunitas Suku Bajo dalam masyarakat Sikka, Nusa Tenggara Timur, melalui kajian ungkapan adat sebagai representasi penerimaan etnik. Berbeda dari studi pada umumnya yang menekankan aspek ekonomi, maritim, atau marginalisasi komunitas Bajo, penelitian ini menawarkan pendekatan etnolinguistik dengan menempatkan ungkapan adat sebagai medium analisis utama dalam memahami proses integrasi sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis berbasis studi literatur dan interpretasi makna budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan adat dalam bahasa Sikka merepresentasikan nilai inklusivitas, penerimaan terhadap pendatang, serta konstruksi identitas berbasis teritorial. Meskipun tidak secara eksplisit menyebut Suku Bajo, struktur simbolik dalam ungkapan adat menyediakan ruang legitimasi kultural bagi integrasi kelompok tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa adat berfungsi sebagai mekanisme simbolik dalam membentuk batas dan penerimaan etnik. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada penguatan perspektif antropologi linguistik dalam studi integrasi etnik, khususnya dengan menunjukkan bahwa ungkapan adat dapat berperan sebagai instrumen legitimasi sosial yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam kajian Suku Bajo. Dengan demikian, penelitian ini memperluas pemahaman tentang integrasi sosial tidak hanya sebagai proses struktural, tetapi juga sebagai konstruksi simbolik berbasis bahasa dan budaya.

References

Achmad, U. I. N. K. H., & Jember, S. (2021). BUKU AJAR Fakultas Ushuluddin , Adan dan Humaniora.

Anderson, B. R. O. G. (1991). Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism. Verso. https://books.google.co.id/books?id=4mmoZFtCpuoC

Ansor, M., Masyhur, L. S., Negara, H. T., Syariah, F., Sultan, U. I. N., & Kasim, S. (2023). Satu kampung enam iman : Penguatan integrasi sosial melalui perayaan Tujuh Liku pada suku asli Anak Rawa di Siak , Riau. 3(1), 1–16.

Arni, A. (2025). Unity Lens Intercultural Communication in a Multicultural Rural Village : A Case Study from Desa Lilimori , Indonesia. 000000(7), 7–13. https://doi.org/10.58920/etflin000000

Barth, F. (1969). Ethnic Groups and Boundaries: The Social Organization of Culture Differencee. Boston : Little, Brown and Company. https://perpustakaan.komnasperempuan.go.id/web/index.php?author=Fredrik+Barth&search=Search

Bourdieu, P., Thompson, J. B., & Adamson, M. (n.d.). Language and Symbolic Power Edited and Introduced by.

Budaya, F. I., & Oleo, U. H. (2024). JURNAL SORUME Volume 02, Nomor 3, Desember Tahun 2024 275. 02, 275–282.

Buton, D. I. (2011). Mitos dan aktivitas melaut masyarakat bajo di buton.

Culture, I., Islam, U., Sumatera, N., Arifin, Z., Islam, U., Sumatera, N., Samosir, H. E., Islam, U., & Sumatera, N. (2025). Constructing Territorial Identity : Strategic Narrative in Aceh ’ s Maritime Boundary Disputes. 33(2), 481–507. https://doi.org/10.19105/karsa.v33i2.20762

Eman, R. M., Konradus, B., & Roen, Y. A. (2026). Pola Komunikasi Antarbudaya Etnik Bajo dan Etnik Sikka Kelurahan Wolomarang Kabupaten Sikka. 5(1), 488–499. https://doi.org/10.54259/mukasi.v5i1.6348

Essays, S. (n.d.). THE INTERPRETATION OF CULTURES SELECTED ESSAYS BY Clifford Geertz.

Fauziah, D. A. (2025). Negotiating Language Policy and Local Practice : Multilingual Challenges in a Sundanese Classroom in Indonesia. 22(1), 52–67.

Maulida, I., Aminah, M., Septiani, D., Nurhamidah, D., Munibi, A. Z., Firdaus, S., Firmansyah, E., Sianipar, Y. O., & Zulfida, S. (n.d.). No Title.

Nuwa, G., & Kasim, A. M. (2024). Makna Simbolik Proses Ritual Suku Bajo dalam Aktivitas Melaut di Desa Parumaan Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka. 3(2).

Ortner, S. B., & Cul-, S. T. (2010). B r /c. 95(4), 652–654.

Pesurnay, C. Y. (2025). E-ISSN BUDAYA MARITIM MASYARAKAT AMBON. 8(2).

Repelita, T., Nurfazrina, T., Amirullah, Z. K., & Karisa, D. D. (2026). Makna Psikologis Tradisi Ruwat Lautpada Masyarakat Pesisir Desa Ciparage Jaya. 4, 263–270.

Taheriah, N., Salam, S., & Salam, S. (2025). Status Hukum Masyarakat Suku Bajo di Kelurahan Bajoe Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. Rechtsregel : Jurnal Ilmu Hukum, 8, 191–199. https://doi.org/10.32493/rjih.v8i2.56543

Wilce, J. (1998). Book Reviews. 4(chapter 5), 131–133.

Downloads

Published

2026-05-01

How to Cite

Bhaga, B. J. (2026). INTEGRASI SOSIAL SUKU BAJO DALAM MASYARAKAT SIKKA NTT: ANALISIS UNGKAPAN ADAT SEBAGAI REPRESENTASI PENERIMAAN ETNIK. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa Dan Sastra (e-ISSN: 2797-0477), 6(03), 1–10. https://doi.org/10.69957/tanda.v6i03.2736