DARI RISET KE PUBLIKASI POPULER : MENULIS, MENGEMAS DAN MENYEBARLUASKAN GAGASAN AKADEMIK
DOI:
https://doi.org/10.69957/abdimass.v6i04.2932Keywords:
Artikel Populer, Komunikasi Sains, Media Center, Pengabdian MasyarakatAbstract
Kemampuan menulis artikel ilmiah populer sangat krusial bagi kalangan akademisi untuk mendiseminasikan gagasan secara luas sekaligus mengedukasi publik demi menangkal penyebaran informasi keliru (hoaks). Namun, banyak peneliti dan mahasiswa menghadapi kendala karena gaya bahasa yang kaku, kurang aktual, serta minimnya pemahaman mengenai media publikasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kepenulisan pengurus Media Center Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (FUF UINSA) Surabaya. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan workshop interaktif yang meliputi pemaparan teori, bedah kasus artikel media nasional, dan simulasi mandiri penyusunan naskah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan pemahaman peserta mengenai teknik pembentukan judul yang memikat (hooking title), bahasa yang komunikatif, serta strategi rekonstruksi data riset (re-packaging) menjadi tulisan populer. Kegiatan ini juga berhasil menghasilkan luaran konkret berupa publikasi opini dan berita di media massa nasional serta draf buku referensi ber-ISBN.
Downloads
References
Bhirawa Online. (2026, 24 April). Perkuat Media Center, FUF UINSA Hadirkan Pakar Media dari Untag Surabaya. Diakses dari harianbhirawa.co.id (p. 14).
Hadi, M. S., & Mutmainnah, M. (2024). Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penulisan Karya Ilmiah: Peluang dan Tantangan Etis bagi Akademisi. Jurnal Komunikasi dan Media, 8(2), 145-160 (p. 14).
Ishwara, L. (2011). Jurnalisme Dasar. Jakarta: Kompas Media Nusantara (p. 14).
Keraf, G. (2004). Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Flores: Nusa Indah (p. 14).
Nastiti, A. D. (2023). Peran Komunikasi Sains di Media Sosial pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmu Komunikasi, 20(1), 45-58.
Pratama, A. R. (2025). Strategi Hilirisasi Pemikiran Akademik Melalui Penulisan Artikel Ilmiah Populer di Media Massa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Komunikasi, 4(1), 22-35 (p. 14).
Rahmawati, E., & Suryanto, A. (2024). Komunikasi Sains Populer dalam Media Digital: Membumikan Sains Bagi Masyarakat Modern. Jurnal Sains dan Masyarakat, 5(2), 112-125.
Ristekdikti. (2019). Panduan Penulisan Artikel Ilmiah Populer untuk Hilirisasi Riset. Jakarta: Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan (p. 14).
Santoso, B., & Wijaya, K. (2023). Optimasi Search Engine Optimization (SEO) pada Artikel Populer Dosen sebagai Upaya Meningkatkan Digital Branding Perguruan Tinggi. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 12(3), 301-315 (p. 14).
Sugiyono, P. (2025). Membangun Budaya Literasi Akademik Siswa dan Mahasiswa melalui Pendampingan Karya Ilmiah Populer Berbasis Proyek. Jurnal Madaniya, 6(1), 89-102.
Syarifuddin, M., & Wahyuni, S. (2026). Klinik Menulis Artikel Ilmiah Populer Berbantuan Aplikasi Digital bagi Tenaga Pendidik. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 204-215.
The Conversation Indonesia. (2025). Riset itu keren, tapi harus disebarluaskan! Diakses dari theconversation.com.
UIN Sunan Ampel Surabaya. (2026, 23 April). Perkuat Kapasitas Tim Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UINSA Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Media Center. Diakses dari uinsa.ac.id (p. 14).
Wibowo, T. (2024). Strategi Hilirisasi dan Komersialisasi Hasil Riset Berbasis Kebutuhan Masyarakat. Jurnal Kemitraan dan Aktivitas Masyarakat, 3(4), 310-322.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wahyu Kuncoro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Jurnal Pengabdian Nasional ABDI MASSA ber e-ISSN 2797-0493 ini berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap mempertahankan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.







