https://aksiologi.org/index.php/tanda/issue/feedTANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra (e-ISSN: 2797-0477)2026-08-15T16:04:52+07:00Admin, TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra e-ISSN 2797-0477jurnaltanda@gmail.comOpen Journal Systems<ul> <li>Journal Title : <a href="https://aksiologi.org/index.php/tanda/index"><strong>TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra</strong></a> </li> <li>Initials : <a href="https://aksiologi.org/index.php/tanda/index"><strong>TANDA</strong></a></li> <li>Grade : <strong><a href="https://drive.google.com/file/d/1BPyiT5rGszIb3VlvdgWNDyxAXTzlcInq/view?usp=sharing">SINTA 4</a></strong></li> <li>Frequency : 6 issues per year</li> <li>DoI : <a href="https://search.crossref.org/?q=+2797-0477&from_ui=yes"><strong>10.69957</strong></a></li> <li>Online ISSN : <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2797-0477"><strong>2797-0477</strong></a></li> <li>Editor in Chief : <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6019507"><strong>D Jupriono</strong></a></li> <li>Publisher : <a href="http://www.ibnurochimconnection.blogspot.com"><strong>Community of Research Laboratory</strong></a></li> <li>Cite Analysis : <a href="https://scholar.google.com/citations?user=hEW1moAAAAAJ"><strong>Google Scholars</strong></a></li> <li>Indexing : <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/21830"><strong>GARUDA</strong></a></li> </ul> <p><strong>TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra</strong> is a double -blind peer-reviewed open access journal established by Community of Research Laboratory.</p> <p><strong>TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ber e-ISSN 2797-0477 </strong>is an open access, peer-reviewed journal published bimonthly in one year by the Axiology Division, Community of Research Laboratory Surabaya.<strong>TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra</strong> It encourages original articles on various issues in Language and Literature Studies, including but not limited to philosophy, literature, linguistics, anthropology, history, cultural studies, arts, and information sciences that focus on the study and research of Indonesian culture. <strong>TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra</strong> accepts publication of balanced composition of high-quality theoretical or empirical research articles, comparative studies, case studies, review papers, exploration papers, and book reviews. All accepted manuscripts will be published online.</p>https://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/2968TINDAK TUTUR ILOKUSI DEKLARATIF DALAM ANIME TENSURA OLEH FUSE2026-07-08T18:22:56+07:00Fajar Muttaqinfajar.22017@mhs.unesa.ac.idRoni Ronironi@unesa.ac.idMiftachul Amrimiftachulamri@unesa.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji bentuk tindak tutur ilokusi deklaratif dalam anime Tensei Shitara Slime Datta Ken (Tensura) karya Fuse musim ke-1 dan ke-2. Tindak tutur deklaratif dipilih karena jarang diteliti secara spesifik meskipun memiliki kedudukan istimewa: tuturannya secara langsung mengubah realitas sosial begitu diucapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik, metode simak bebas libat cakap (SBLC), teknik catat, serta metode padan referensial berdasarkan klasifikasi Searle (1979) dan Searle serta Vanderveken (1985). Hasil penelitian menemukan 92 tuturan deklaratif yang terbagi menjadi tiga bentuk: deklaratif institusi-sosial (64 tuturan), deklaratif non-institusi (21 tuturan) yang mencakup kategori supernatural dan kebahasaan, serta deklaratif asertif (7 tuturan). Bentuk menunjuk (appoint), menyatakan (declare), dan menyetujui (approve) paling dominan seiring alur cerita pembentukan Federasi Jura Tempest oleh tokoh Rimuru. Temuan pada kategori supernatural memperluas cakupan teori Searle yang semula berbasis institusi manusia, dan menunjukkan bahwa otoritas deklaratif dalam fiksi juga dapat bersumber dari entitas transendental.</p>2026-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fajar Muttaqin; Roni; Miftachul Amri https://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3075DARI SYAIR KE KOMENTAR: PERGESERAN LOCUS SASTRA LISAN DALAM TAYANGAN RITUAL MOTIMU’ALO DI RUANG DIGITAL2026-08-15T16:04:52+07:00Isnawati Mutiara Molamahumutiaramolamahu961@gmail.com<p>Media sosial kini menjadi panggung baru bagi tradisi lisan lokal, mengubah cara ritual sakral direpresentasikan dan dikonsumsi publik. Penelitian ini membahas reproduksi digital <em>Motimu'alo</em>, ritual pelarung duka pasca-kematian di Gorontalo, dengan fokus pada fenomena video yang tidak menyertakan mantra/sastra lisan, melainkan hanya menampilkan performa fisik dan visual prosesi ritual. Dengan mensintesiskan teori Performansi Richard Bauman dan pendekatan resepsi sastra (<em>reader-response</em>) Wolfgang Iser, artikel ini mengkaji bagaimana representasi visual tersebut bertindak sebagai medium baru (<em>locus</em> pengganti) bagi narasi kultural, sekaligus menciptakan "celah kosong" (<em>indeterminacy</em>) yang mengundang keterlibatan audiens digital. Mengacu pada tesis homologi tradisi lisan dan teknologi internet (OT-IT) serta konsep tiga arena komunikasi yakni, <em>oAgora</em>, <em>tAgora</em>, <em>eAgora</em> yang diajukan John Miles Foley, studi ini membaca migrasi <em>Motimu'alo</em> dari arena lisan (<em>oAgora</em>) ke arena digital (<em>eAgora</em>), di mana penonton daring memanfaatkan kolom komentar untuk mendekode tanda visual dan mengisi kekosongan narasi lewat memori personal serta respons emosional mereka. Penelitian ini menerapkan pendekatan etnografi digital dan analisis teks terhadap video <em>Motimu'alo</em> terpilih beserta komentar penggunanya. Temuan awal memperlihatkan artikulasi duka komunal baru di ruang siber melalui proyeksi memori personal penonton yang digerakkan dialek lokal, seperti komentar "dapa inga pas ti oma ada maninggal2026-08-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Isnawati Mutiara Molamahuhttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3039KAJIAN MASKULINITAS TOKOH LAKI-LAKI DALAM NOVEL RADEN ADJENG KARMIATI (1929)2026-07-30T10:47:08+07:00Naria Nur Iftitahnarianuriftitah@mail.ugm.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji bagaimana maskulinitas tokoh laki-laki dalam Raden Adjeng Karmiati (1929) dikonstruksi. Dengan menggunakan teori maskulinitas Connell yang mencakup relasi kuasa, relasi produksi, dan cathexis untuk membongkar bagaimana ruang domestik, nilai patriarki, dan struktur kolonial membentuk identitas laki-laki. Hasil analisis menunjukkan adanya polarisasi ekstrem antara tokoh Wirjonoto sebagai representasi complicit masculinity dan Wirsojoedo sebagai representasi hegemonic masculinity yang destruktif. Selain itu, tokoh M. Arti dan Djojoastro adalah representasi marginal masculinity. Selain mengkaji tokoh laki-laki, penelitian ini mengungkap ambivalensi kritik gender yang terbelenggu oleh logika male gaze dengan penempatan perempuan sebagai objek pasif dari hasrat maskulin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sastra Peranakan Tionghoa berfungsi sebagai ruang diskursi aktif yang mereproduksi norma sosial dan hierarki kekuasaan kolonial</p>2026-08-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Naria Nur Iftitahhttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3027DARI FAKTA KE LAYAR: ADAPTASI TEKS-TEKS BIOGRAFIS BUYA HAMKA KE DALAM FILM BUYA HAMKA VOLUME I DAN VOLUME II2026-08-04T01:53:55+07:00Rahmadani Shadira Putrishadirarahmadani@gmail.comSyafrilsyafril@hum.unand.ac.idFadlillahfadlillah@hum.unand.ac.id<p>Penelitian ini membahas adaptasi teks-teks biografis Buya Hamka ke dalam film <em>Buya Hamka Volume I </em>dan <em>Buya Hamka Volume II</em> dengan menggunakan perspektif teori adaptasi Linda Hutcheon. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan naratif yang terjadi ketika perjalanan hidup Buya Hamka yang disampaikan melalui teks biografis ditransformasikan ke dalam medium film. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk perubahan adaptasi teks biografis Buya Hamka ke dalam film serta menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma kritis dalam kajian budaya. Data penelitian berupa teks-teks biografis Buya Hamka, yaitu Kenang-Kenangan Hidup, Ayah... Kisah Buya Hamka, dan Pribadi dan Martabat Buya Hamka, serta film <em>Buya Hamka Volume I </em>dan <em>Buya Hamka Volume II</em> sebagai karya adaptasi. Analisis dilakukan berdasarkan konsep adaptasi Linda Hutcheon mengenai adaptasi sebagai produk, proses, dan intertekstualitas, serta konsep modes of engagement yang melihat perbedaan penyampaian melalui telling dan showing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi film <em>Buya Hamka Volume I dan Volume II</em> tidak sekadar memindahkan fakta biografis ke dalam bentuk audiovisual, tetapi melakukan berbagai transformasi berupa penambahan, pengurangan, pemadatan, dan pengembangan peristiwa. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kebutuhan dramatik, karakteristik medium film, dan pilihan kreatif pembuat film. Selain itu, proses adaptasi juga dipengaruhi oleh konteks budaya, sejarah, sosial-keagamaan, serta pertimbangan terhadap audiens. Dengan demikian, film <em>Buya Hamka Volume I </em>dan <em>Volume II</em> merupakan bentuk reinterpretasi kreatif terhadap kehidupan Buya Hamka yang tetap mempertahankan keterhubungan dengan teks sumber, tetapi menghadirkan pengalaman naratif baru sesuai dengan karakteristik medium film dan konteks masyarakat masa kini.</p>2026-08-09T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rahmadani Shadira Putri; Syafril; Fadlillahhttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/2976TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI DALAM NOVEL ANAK SEMUA BANGSA2026-07-10T21:23:59+07:00Angelina Sangap Sembiringsangap2004@student.uns.ac.idMuhammad Rohmadimamad_r76@staff.uns.ac.id<p>Penelitian studi ini untuk menjelaskan jenis-jenis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang ada dalam novel <em>Anak Semua Bangsa</em>. Penelitian ini juga berfokus pada mengevaluasi pentingnya hasil analisis tersebut sebagai materi pembelajaran untuk keterampilan berbicara, khususnya dalam konteks wawancara di SMK N 1 Sawit Boyolali. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data berasal dari percakapan yang dilakukan oleh karakter dalam novel <em>Anak Semua Bangsa</em> yang meliputi tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, membaca dengan teliti, dan mencatat informasi yang relevan, kemudian menganalisisnya dengan menggunakan teknik analisis isi. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa dalam karya sastra <em>Anak Semua Bangsa</em> terdapat beragam variasi tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang diaplikasikan sesuai dengan konteks dialog antar karakter. Tindak tutur ilokusi menjadi yang paling sering muncul karena mencakup banyak tujuan seperti memberi instruksi, meminta, memberikan saran, dan mengemukakan pendapat. Hasil analisis ini dinilai tepat sebagai referensi dalam pengajaran keterampilan berbicara pada topik wawancara karena mampu menghadirkan contoh pemakaian bahasa yang komunikatif, sopan, serta sesuai dengan konteks dan maksud komunikasi. Penelitian menyimpulkan bahwa novel <em>Anak Semua Bangsa</em> menyimpan beragam tipe tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang dapat dieksplorasi melalui perspektif pragmatik. Temuan tersebut memiliki nilai relevansi yang baik sebagai sumber pembelajaran untuk keterampilan berbicara dalam materi wawancara di SMK N 1 Sawit Boyolali karena bisa membantu siswa memahami penggunaan bahasa secara efisien, tepat, dan sesuai dengan konteks dalam komunikasi.</p>2026-07-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Angelina Sangap Sembiring; Muhammad Rohmadi https://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3058EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN BACAAN AKADEMIK BAHASA INGGRIS MAHASISWA TEKNIK UNPAM SERANG2026-08-10T06:24:26+07:00Ubaidillahubaidillah.babay5@gmail.comHayati Nupusdosen02877@unpam.ac.id<p>Kemampuan memahami bacaan akademik berbahasa Inggris (<em>reading comprehension</em>) merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa teknik karena mendukung akses terhadap berbagai literatur ilmiah internasional. Berdasarkan hasil observasi awal pada mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Pamulang Kampus Serang, kemampuan membaca akademik masih tergolong rendah. Mahasiswa mengalami kesulitan memahami kosakata teknis, mengidentifikasi ide pokok, menemukan informasi penting, serta menerapkan strategi membaca secara efektif. Selain itu, rendahnya partisipasi dan motivasi belajar turut memengaruhi hasil pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa sekaligus mengembangkan kemampuan membaca akademik.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran <em>Reciprocal Teaching</em> dalam meningkatkan kemampuan <em>reading comprehension</em> mahasiswa Teknik Universitas Pamulang. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 28 mahasiswa semester II Program Studi Teknik Mesin Universitas Pamulang Kampus Serang tahun akademik 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman bacaan, observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model <em>Reciprocal Teaching</em> efektif meningkatkan kemampuan <em>reading comprehension</em> mahasiswa. Nilai rata-rata meningkat dari 61,2 pada pra-tindakan menjadi 72,4 pada siklus I dan 83,6 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 39% pada pra-tindakan menjadi 68% pada siklus I dan mencapai 89% pada siklus II. Selain meningkatkan hasil belajar, penerapan strategi <em>predicting, questioning, clarifying,</em> dan <em>summarizing</em> turut meningkatkan keaktifan, motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis, serta kerja sama mahasiswa. Dengan demikian, <em>Reciprocal Teaching</em> dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan akademik Bahasa Inggris mahasiswa teknik di perguruan tinggi.</p>2026-08-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ubaidillah; Hayati Nupushttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3048HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MEMBACA KRITIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS XI DI SMK MUHAMMADIYAH SALAMAN2026-08-05T05:39:53+07:00Ummu Azizah Azifahazizahummu190@gmail.comFitri Jamilahfitrijamilah9@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kemampuan membaca kritis dengan prestasi belajar bahasa Indonesia pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, pengumpulan data membaca kritis menggunakan tes pilihan ganda dan dokumentasi nilai ujian tengah semester untuk prestasi belajar Bahasa Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi pearson product moment untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil analisis membuktikan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan membaca kritis dan prestasi belajar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,691 dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Dibuktikan dengan hasil uji koefisien determinasi variabel kemampuan membaca kritis terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia adalah sebesar 47,7% adapun proposi sebesar 52,3% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.</p>2026-08-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ummu Azizah Azifah; Fitri Jamilahhttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3036KELAYAKAN TEKS OPINI DIGITAL PADA RUBRIK OPINI KUMPARAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR MENULIS TEKS ARGUMENTASI DI SMA2026-08-04T01:53:09+07:00Norma Hidayantinormahidayanti1203@students.unnes.ac.idImam Baehaqieimambaehaqie@mail.unnes.ac.id<p>Perkembangan media digital telah mengubah cara masyarakat mengakses teks opini yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar menulis teks argumentasi di SMA. Namun, pemanfaatan teks opini digital tidak dapat dilakukan sembarangan karena harus memenuhi kriteria kelayakan tertentu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kelayakan isi, struktur, dan kebahasaan teks opini digital pada rubrik Opini Kumparan sebagai sumber belajar menulis teks argumentasi di SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap 20 teks opini yang dipublikasikan pada tahun 2026 dan dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh teks opini yang dianalisis memiliki struktur teks argumentasi yang lengkap berupa tesis, rangkaian argumen, dan penegasan ulang. Dari segi kebahasaan, teks-teks tersebut memadukan kalimat fakta dan opini secara seimbang serta menggunakan konjungsi argumentatif yang membangun koherensi gagasan, meskipun sebagian teks mengandung istilah teknis yang cukup kompleks bagi siswa SMA. Dari segi isi, sembilan teks atau 45 persen tergolong sangat layak, sepuluh teks atau 50 persen tergolong layak, dan satu teks atau 5 persen tergolong cukup layak digunakan sebagai sumber belajar. Berdasarkan temuan tersebut, seleksi dan pendampingan guru diperlukan dalam pemanfaatan teks opini digital, khususnya pada teks yang memuat istilah teknis dan konsep abstrak, agar pembelajaran menulis teks argumentasi berjalan kontekstual dan sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.</p>2026-08-09T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Norma Hidayanti; Imam Baehaqiehttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/2977TEKNIK PENERJEMAHAN EKSPRESI PERINTAH DALAM GIM TORAM ONLINE2026-07-12T05:54:17+07:00Aulia Arifbillah Anwarbillahsensei.stibainvada@gmail.comSerly Agustinagustinserly12@gmail.com<p>Dalam konteks gim daring, kalimat perintah memegang peranan krusial sebagai instruksi eksplisit yang memandu pemain melalui alur cerita, tujuan, dan interaksi antara karakter dan karakter non-pemain (NPCs). Kalimat perintah dalam gim dapat berupa bentuk instruksi sederhana hingga perintah yang lebih kompleks yang melibatkan serangkaian tindakan atau pilihan moral. Kalimat perintah sering kali bersifat direktif dan imperatif, menuntut tindakan segera dari pemain. Penelitian ini akan membahas teknik penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan ekspresi perintah dalam cerita <em>Toram Online</em>. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode simak dan catat. Data dikumpulkan dari gim <em>Toram Online</em> berbahasa Jepang dan gim <em>Toram Online</em> berbahasa Indonesia. Data berjumlah 30 data kalimat perintah dan kalimat terjemahannya. Teknik analisis melibatkan klasifikasi data ekspresi perintah dan teknik penerjemahan. Penelitian menemukan bahwa dalam satu ekspresi perintah dapat diterjemahkan menggunakan lebih dari satu teknik. Proses ini menunjukkan kecenderungan pemadanan ekspresi perintah ke BSa (bahasa sasaran) menjadi bentuk perintah halus. Hasil penelitian berupa enam ekspresi perintah yaitu <em>~te kudasai</em> 7 data, <em>meirei</em> <em>~e</em> 6 data, <em>meirei ~o</em> 3 data, <em>~na</em> 2 data, <em>~nasai</em> 11 data, <em>~koto</em> 1 data pada gim <em>Toram Online</em>. Sedangkan teknik yang teridentifikasi diantaranya teknik literal 1 data, teknik transposisi 11 data, teknik modulasi 13 data, teknik kompensasi 1 data, teknik adaptasi 1 data, teknik kesepadanan lazim 21 data, teknik generalisasi 5 data, teknik partikularisasi 1 data, teknik reduksi 1 data, teknik amplifikasi 8 data, teknik variasi 1 data, teknik amplifikasi linguistik 4 data dan teknik kompresi linguistik 1 data. Temuan ini juga relevan bagi peneliti bahasa dalam memahami proses adaptasi kalimat perintah gim berbahasa Jepang ke Indonesia.</p>2026-08-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Aulia Arifbillah Anwar; Serly Agustinhttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/2788PENGEMBANGAN LOKA STORY : E-BOOK STORYTELLING BERBASIS KEARIFAN LOKAL ASAL USUL BLITAR UNTUK PEMBELAJARAN MEMBACA TEKS NARASI DI KELAS IV2026-05-28T01:55:56+07:00Shinta Nuria Sanishintanuriasani0903@gmail.comIsna Khuni Mu'alimahuriezna@gmail.comKhoirul Wafakhoirulwafa0793@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca teks narasi siswa kelas IV serta kurangnya bahan ajar yang mengintegrasikan kearifan lokal daerah dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan <em>Locastory: E-Book Storytelling</em> berbasis kearifan lokal asal-usul Blitar yang valid dan efektif untuk pembelajaran membaca teks narasi di kelas IV SD. Metode yang digunakan adalah <em>Research and Development (R&D)</em> dengan model pengembangan ADDIE (<em>Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation</em>). Subjek penelitian terdiri dari 21 siswa kelas IV SDN Tawangrejo Kabupaten Blitar. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi ahli materi, ahli media, serta soal tes kemampuan membaca teks narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>e-book Locastory</em> memperoleh penilaian sangat valid dari ahli materi (94%), ahli media (96%), dan ahli bahasan (96%). serta efektif meningkatkan kemampuan membaca teks narasi dengan gain score sebesar 0,64 (kategori sedang). Dengan demikian, <em>Locastory: E-Book Storytelling</em> berbasis kearifan lokal asal-usul Blitar layak digunakan sebagai bahan ajar alternatif yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Selain itu, <em>Locastory: E-Book Storytelling</em> berbasis kearifan lokal asal-usul Blitar diharapkan dapat menjadi referensi bagai peneliti selanjutnya dalam pengembangan media pembelajaran yang inovati dan interaktif.</p>2026-06-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Shinta Nuria Sani; Isna Khuni Mu'alimah; Khoirul Wafahttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/2929KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOLOM KOMENTAR TIKTOK PADA VIDEO TENTANG PEMBERITAAN PAJAK DAN BEACUKAI : KAJIAN PRAGMATIK2026-07-08T08:05:10+07:00Nadila Putri Larasatinadilaputrilarasati@gmail.comMuncar Tyas Palupimuncartyas@upy.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan maksim kesantunan berbahasa serta mengetahui kecenderungan penggunaan maksim kesantunan oleh warganet dalam kolom komentar TikTok pada beberapa video Purbaya Yudhi Sadewa terkait isu pajak dan bea cukai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa komentar warganet pada tiga video TikTok Purbaya Yudhi Sadewa yang membahas isu pajak dan bea cukai. Sebanyak 1.850 komentar berhasil dikumpulkan, kemudian diseleksi berdasarkan prinsip kesantunan berbahasa menurut teori Geoffrey Leech sehingga diperoleh 1.367 komentar yang memenuhi kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam maksim kesantunan berbahasa yang digunakan oleh warganet, yaitu maksim pujian sebanyak 729 komentar, maksim kesepakatan sebanyak 216 komentar, maksim simpati sebanyak 211 komentar, maksim kebijaksanaan sebanyak 173 komentar, maksim kedermawanan sebanyak 37 komentar, dan maksim kerendahan hati sebanyak 1 komentar. Berdasarkan hasil tersebut, maksim pujian merupakan maksim yang paling dominan digunakan oleh warganet. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komentar warganet dalam kolom komentar TikTok cenderung bersifat apresiatif, suportif, dan konstruktif terhadap Purbaya Yudhi Sadewa serta isu pajak dan bea cukai yang dibahas.</p>2026-07-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nadila Putri Larasati; Muncar Tyas Palupihttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/2922“MENULIS SKRIPSI ITU SEPERTI...”: METAFORA KONSEPTUAL MAHASISWA TINGKAT AKHIR DALAM MEMAKNAI PENGALAMAN PENULISAN SKRIPSI2026-07-01T13:14:42+07:00Eva Utami Durahmanevautamidurahman@ipbcirebon.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metafora konseptual yang digunakan mahasiswa tingkat akhir dalam mengonseptualisasikan penulisan skripsi serta menginterpretasikan makna yang terkandung di dalamnya melalui Teori Metafora Konseptual. Penelitian menggunakan desain kualitatif eksploratif dengan melibatkan 16 mahasiswa tingkat akhir Program Studi Sastra Inggris di sebuah universitas swasta di Cirebon, Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring terbuka yang meminta peserta melengkapi pernyataan “<em>Menulis skripsi itu seperti _____ karena _____</em>.” Data dianalisis melalui identifikasi ungkapan metaforis, pengelompokan domain sumber, pemetaan metafora konseptual, dan interpretasi makna konseptual. Hasil penelitian mengungkap enam metafora konseptual yang digunakan mahasiswa untuk memahami penulisan skripsi, yaitu <em>“Penulisan skripsi adalah sebuah perjalanan”</em>, “<em>Penulisan skripsi adalah konstruksi yang terstruktur”</em>, “<em>Penulisan skripsi adalah pengalaman emosional”</em>, “<em>Penulisan skripsi adalah tanggung jawab”</em>, “<em>Penulisan skripsi adalah pertaruhan”</em>, dan “<em>Penulisan skripsi adalah karya kreatif”</em>. Metafora “<em>Penulisan skripsi adalah sebuah perjalanan</em>” merupakan metafora yang paling dominan, menunjukkan bahwa mahasiswa memandang penulisan skripsi sebagai proses panjang yang berorientasi pada tujuan dan memerlukan ketekunan serta usaha berkelanjutan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa penulisan skripsi dipahami tidak hanya sebagai aktivitas akademik, tetapi juga sebagai pengalaman yang melibatkan dimensi kognitif, emosional, dan personal. Penelitian ini mendukung Teori Metafora Konseptual serta memberikan wawasan mengenai bagaimana mahasiswa memaknai pengalaman akademik yang kompleks melalui bahasa metaforis.</p>2026-07-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Eva Utami Durahmanhttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/2831VARIASI BAHASA MAHASISWA GORONTALO DALAM INTERAKSI IN-GROUP DAN OUT-GROUP DI YOGYAKARTA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK2026-06-16T22:15:44+07:00Nurkholis Pilomonunurpilomonu@gmail.comMuslemmuslem@unimal.ac.idSiti Qori' Atun Hizbaenisitiqoriatunhizbaeni@gmail.comEka Desi Susantidesi27451@gmail.comMonika Sarimonika011002@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis variasi bahasa mahasiswa Gorontalo dalam interaksi in-group (sesama mahasiswa Gorontalo) dan out-group (penutur non-Gorontalo) di Yogyakarta, serta mengidentifikasi faktor sosial yang memengaruhi penggunaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, perekaman tuturan, dan wawancara semi-terstruktur. Informan dipilih secara purposive, terdiri dari enam mahasiswa Gorontalo yang tinggal di asrama daerah. Analisis data dilakukan dengan mentranskripsi tuturan secara verbatim, mengelompokkan data berdasarkan konteks interaksi, dan mengaitkannya dengan teori pilihan bahasa Fishman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ranah privat asrama yang homogen, mahasiswa cenderung menggunakan bahasa Gorontalo untuk menegaskan identitas kedaerahan dan solidaritas kelompok. Dalam situasi santai, bahasa Gorontalo disertai unsur candaan dan fleksibilitas gaya tutur sebagai bentuk permainan bahasa yang mencerminkan dinamika identitas linguistik. Dalam interaksi lintas etnis dan ranah formal akademik, mahasiswa menyesuaikan bahasa dengan menggunakan bahasa Indonesia dan sapaan kultural seperti “mas” untuk menjaga kesopanan dan keharmonisan sosial. Fenomena peralihan bahasa ini menunjukkan negosiasi identitas linguistik, di mana mahasiswa menyeimbangkan identitas kedaerahan dengan tuntutan kesantunan sosial di lingkungan perantauan. Penelitian ini menegaskan bahwa pilihan bahasa mahasiswa Gorontalo bukan sekadar alat komunikasi, tetapi praktik sosial yang kompleks, mencerminkan strategi akomodasi, adaptasi sosial, dan penegasan identitas.</p>2026-06-21T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurkholis Pilomonu; Muslem; Siti Qori' Atun Hizbaeni; Eka Desi Susanti; Monika Sarihttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/2810VARIASI BAHASA INDOGLISH DALAM IKLAN PRODUK KECANTIKAN DI SHOPEE: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK2026-06-08T16:18:56+07:00Malichatul Azzahmalichatulazzah@gmail.comBagiyabagiya@umpwr.ac.idUmi Faizahumifaizah@umpwr.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk variasi bahasa Indoglish yang digunakan dalam iklan produk kecantikan pada platform Shopee. Penelitian iini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian sosiolinguistik. Sumber data berupa teks iklan produk kecantikan kategori <em>skincare </em>dan <em>makeup</em> yang terdapat pada platform Shopee. Data penelitian berjumlah 10 data yang mengandung unsur indoglish. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan teknik catat, sedangkan analisa data menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bahasa Indoglish yang digunakan dalam iklan produk kecantikan di Shopee terdiri atas tiga bentuk, yaitu campur kode kata, campur kode frasa, dan campur kode singkatan. Penggunaan variasi bahasa Indoglish dalam iklan berfungsi untuk memberikan kesan modern, menarik perhatian konsumen, memperkuat daya persuasif, serta membangun citra produk yang mengikuti perkembangan tren global. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Indoglish menjadi salah satu strategi kebahasaan yang efektif dalam komunikasi pemasaran digital, khususnya pada iklan produk kecantikan di platform <em>e-commerce.</em></p>2026-06-16T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Malichatul Azzah; Bagiya; Umi Faizahhttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/2805PENGEMBANGAN MEDIA COMIC STRIP DENGAN MODEL GUIDED WRITING UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF DALAM PEMBELAJARAN MENULIS NARASI SEDERHANA DI KELAS V SD KOTA BLITAR2026-06-08T16:18:47+07:00Lailia Nur Azizahlailianurazzh@gmail.comIsna Khuni Mu'alimahuriezna@gmail.comMohamad Fatihmohamadfatih@unublitar.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji kelayakan, dan efektivitas penggunaan media <em>comic strip</em> dengan metode <em>guided writing</em> untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas 5 SD di Kota Blitar dalam menulis cerita narasi. Metode yang digunakan adalah <em>Research and Development</em> (R&D) dengan model ADDIE <em>(Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation),</em> data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, uji validasi, dan tes. Temuan penelitian membuktikan bahwa media yang dikembangkan masuk dalam kategori sangat valid, dibuktikan dengan perolehan skor 96% dari tim ahli dan 86% dari guru kelas. Di samping itu, kemampuan siswa mengalami peningkatan nyata, terlihat dari lonjakan rata-rata nilai dari 79 saat <em>pretest</em> menjadi 88 pada <em>posttest</em>, dengan indeks <em>N-Gain</em> sebesar 0,4574 (kategori sedang). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi media <em>comic strip</em> dan metode <em>guided writing</em> teruji layak serta efektif dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir kreatif siswa untuk menulis narasi.</p>2026-06-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Lailia Nur Azizah; Isna Khuni Mu'alimah; Mohamad Fatihhttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3051REPRESENTASI NILAI BUSHIDO PRAJURIT JEPANG PADA FILM OTOKO-TACHI NO YAMATO KARYA JUNYA SATO (2005)2026-08-10T06:24:18+07:00Yanuar Ardhi Prabowosswmfg12@gmail.comHendrike Priventahendrikepriventa@unw.ac.id<p>Penelitian ini berjudul “Representasi Nilai <em>Bushido</em> Prajurit Jepang dalam film <em>Otoko-Tachi no Yamato</em>” karya Junya Sato 2005. Tujuan penelitian ini untuk merepresentasikan nilai bushido yang tercermin pada para prajurit kapal perang <em>Yamato</em> dalam menjalankan misi dalam film <em>Otoko-tachi no Yamato</em> 2005. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Analisa data dilakukan berdasarkan teori semiotika Saussure. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa para prajurit yang menjalankan misi bunuh diri Ten-Go ke pulau Okinawa tetap menjalankan dan memegang teguh nilai bushido demi menunjukan pengabdian kepada Kaisar dan Negara. Kesimpulan, sikap dan tindakan prajurit kapal perang <em>Yamato</em> dalam dalam misi Ten-go ke pulau Okinawa mencerminkan nilai dalam <em>Bushido</em> (Integritas, Keberanian, Kebajikan, Kehormatan, Kesetiaan) merupakan landasan moral bagi seorang kesatria.</p>2026-08-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yanuar Ardhi Prabowo; Hendrike Priyentahttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/2909PEMANFAATAN ALAT PERAGA BERBASIS BUDAYA LAMPUNG DALAM PERKULIAHAN PGMI UNTUK MENDUKUNG PELESTARIAN BUDAYA LOKAL2026-07-01T13:14:09+07:00Ratna Dewiratnadewi@radenintan.ac.idElsa Nanda Shabrinaelsananda@radenintan.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang memengaruhi minat generasi muda terhadap budaya daerah. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) memiliki peran strategis dalam mempersiapkan calon guru yang mampu mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan alat peraga berbasis budaya Lampung dalam perkuliahan PGMI serta kontribusinya dalam mendukung pelestarian budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung. Subjek penelitian terdiri atas dosen pengampu mata kuliah dan mahasiswa PGMI yang terlibat dalam perancangan, pembuatan, dan praktik penggunaan alat peraga berbasis budaya Lampung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan alat peraga berbasis budaya Lampung dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu penguatan konsep budaya Lampung, pembuatan alat peraga, dan praktik penggunaan alat peraga dalam pertunjukan seni. Alat peraga yang dikembangkan meliputi siger Saibatin Way Handak, siger Krui, siger Melinting, siger Kalianda, lidah-lidah, dan topeng skura. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses perancangan, pembuatan, dan penggunaan alat peraga mampu meningkatkan pemahaman terhadap budaya Lampung, menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian terhadap budaya lokal, serta mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, keterampilan komunikasi, dan kompetensi pedagogik. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan alat peraga berbasis budaya Lampung merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam perkuliahan PGMI sekaligus mendukung upaya pelestarian budaya lokal.</p>2026-07-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ratna Dewi; Elsa Nanda Sabrinahttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/2832WACANA DAN BUDAYA MASYARAKAT BATAK: ANALISIS TRADISI MARTAROMBO DAN STRATEGI KELUGASAN BERBAHASA2026-06-21T04:29:24+07:00Mahmud Sujaimahmudsujaihrp@gmail.comBaiq Hikmatussofabhikmatussofa@gmail.comNur Kholis Pilomonunurpilomonu@gmail.comMuhammad Reko24201012001@student.uin-suka.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk meluruskan stereotip negatif mengenai pola komunikasi masyarakat Batak Toba yang sering disalahartikan sebagai perilaku agresif dan tidak santun oleh masyarakat luar. Dengan menggunakan pendekatan etnopragmatik, penelitian ini menganalisis hubungan dialektis antara praktik wacana dan nilai budaya yang melatarbelakanginya. Data dikumpulkan melalui metode observasi partisipatif dan teknik pancingan (elicitation) dalam latar alamiah, khususnya di kedai tuak (Lapo) dan acara adat. Analisis data menerapkan teori Sosiopragmatik Geoffrey Leech dan norma Komunitas Praktis Jonathan Culpeper. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, tradisi Martarombo berfungsi sebagai tindak tutur performatif wajib untuk navigasi sosial guna menentukan status kekerabatan sebelum interaksi inti dimulai. Kedua, strategi kelugasan (directness) dan intonasi keras bukanlah manifestasi arogansi, melainkan beroperasi sebagai Mock Impoliteness (ketidaksantunan semu) yang bertujuan memperkuat solidaritas dan mencerminkan nilai Haburjuon (kejujuran). Ketiga, pertanyaan terkait ranah privasi merupakan implikatur budaya yang merepresentasikan kepedulian kolektif yang berakar pada filosofi Dalihan Na Tolu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa apa yang dianggap "kasar" sesungguhnya adalah bentuk kesantunan positif dalam logika internal komunitas, dan kompetensi etnopragmatik mutlak diperlukan untuk menghindari kegagalan pragmatik lintas budaya.</p>2026-06-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Mahmud Sujai, Baiq Hikmatussofa; Nur Kholis Pilomonu; Muhammad Rekohttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/2826ANIME-INDUCED TOURISM DI JEPANG KONTEMPORER: PERAN BUDAYA POPULER DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DAN INTERAKSI MULTIKULTURAL2026-06-16T22:13:47+07:00Zida Wahyuddinzida@untag-sby.ac.idEva Amalijahevaamalijah@untag-sby.ac.id<p>Perkembangan budaya populer Jepang dalam bentuk anime, manga, game, dan berbagai produk industri kreatif lainnya telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata Jepang dalam beberapa dekade terakhir. Fenomena <em>anime-induced tourism</em> atau <em>anime pilgrimage</em> menunjukkan bahwa anime tidak lagi berfungsi hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai faktor yang memengaruhi motivasi wisatawan untuk mengunjungi berbagai destinasi di Jepang. Kondisi ini turut menciptakan ruang interaksi multikultural antara wisatawan internasional dan masyarakat lokal yang semakin intensif seiring meningkatnya mobilitas wisata global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya populer Jepang, khususnya anime, dalam mendorong perkembangan pariwisata serta mengkaji kontribusinya terhadap terbentuknya interaksi multikultural dalam masyarakat Jepang kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (<em>library research</em>) melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku, laporan resmi, dan publikasi akademik yang relevan terbit pada periode 2021–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anime telah berkembang menjadi instrumen <em>soft power</em> Jepang yang efektif dalam menarik wisatawan domestik maupun internasional melalui fenomena <em>anime tourism</em> dan <em>otaku tourism</em>. Selain memberikan dampak ekonomi bagi destinasi wisata, fenomena tersebut juga menciptakan ruang pertukaran budaya yang memperkuat pemahaman lintas budaya antara wisatawan dan masyarakat lokal. Di sisi lain, perkembangan wisata berbasis budaya populer juga menghadapi tantangan berupa <em>overtourism</em>, komersialisasi budaya, dan kebutuhan pengelolaan destinasi yang berkelanjutan. Luaran penelitian ini berupa penguatan kajian mengenai hubungan antara budaya populer, pariwisata, dan multikulturalisme yang dapat menjadi referensi akademik serta bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan pariwisata berbasis industri kreatif di Jepang maupun Indonesia.</p>2026-06-21T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Zida Wahyuddin; Eva Amalijahhttps://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/2809TRADISI KEMATIAN MASYARAKAT ADAT KAMPUNG JALAWASTU DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGI2026-06-08T16:21:24+07:00Vidya Maharani Anannidra2222230126@untirta.ac.idDhiah Fatma Pratiwi2222230062@untirta.ac.idMufidatuz Zahro Aj-Jauharoh2222230014@untirta.ac.idEka Dwi Sasmita Putri2222230013@untirta.ac.idAulia Nur Afifah2222230074@untirta.ac.idOdin Rosidinodienrosidin@untirta.ac.idMuhammad Rinzat Iriyansahm.rinzatiriyansah@untirta.ac.idRobita Ika Annisarobita.ika@untirta.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tradisi kematian yang masih dijaga oleh masyarakat adat Kampung Jalawastu sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Fokus dari penelitian ini mencakup proses pengurusan jenazah, tradisi kematian, aturan bentuk makam, serta tradisi sawer warung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan teknik simak catat serta rekam terhadap masyarakat Kampung Adat Jalawastu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami arti dan pengalaman masyarakat terkait tradisi kematian yang mereka laksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengurusan jenazah di Kampung Jalawastu mengikuti ajaran Islam, yang mencakup memandikan, mengafani, menyalati, dan menguburkan jenazah. Selain itu, masyarakat juga melaksanakan berbagai tradisi kematian seperti surtanah, telung dina, mitung dina, nyeket, nyatus, mendak, nyewu, dan nyadran sebagai penghormatan kepada leluhur serta doa untuk almarhum. Ketentuan adat juga tercermin dalam bentuk makam yang tidak diperbolehkan menggunakan semen, keramik, atau batu bata, hanya menggunakan batu alami dan kayu. Tradisi sawer warung yang dilaksanakan saat acara pemakaman juga masih dipelihara karena diyakini memiliki makna simbolis sebagai tolak bala dan bentuk penghormatan kepada tradisi leluhur. Tradisi-tradisi ini menunjukkan kuatnya nilai sosial, budaya, dan spiritual dalam kehidupan masyarakat di Kampung Jalawastu.</p>2026-06-16T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Vidya Maharani Anannidra; Dhiah Fatma Pratiwi; Mufidatuz Zahroh Aj-Jauharoh; Eka Dwi Sasmita Putri; Aulia Nur Afifah; Odin Rosidin; Muhammad Rinzat Iriyansah; Robita Ika Annisa