https://aksiologi.org/index.php/tanda/issue/feed TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra (e-ISSN: 2797-0477) 2026-09-30T05:41:30+07:00 Admin, TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra e-ISSN 2797-0477 jurnaltanda@gmail.com Open Journal Systems <ul> <li>Journal Title : <a href="https://aksiologi.org/index.php/tanda/index"><strong>TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra</strong></a> </li> <li>Initials : <a href="https://aksiologi.org/index.php/tanda/index"><strong>TANDA</strong></a></li> <li>Grade : <strong><a href="https://drive.google.com/file/d/1BPyiT5rGszIb3VlvdgWNDyxAXTzlcInq/view?usp=sharing">SINTA 4</a></strong></li> <li>Frequency : 6 issues per year</li> <li>DoI : <a href="https://search.crossref.org/?q=+2797-0477&amp;from_ui=yes"><strong>10.69957</strong></a></li> <li>Online ISSN : <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2797-0477"><strong>2797-0477</strong></a></li> <li>Editor in Chief : <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6019507"><strong>D Jupriono</strong></a></li> <li>Publisher : <a href="http://www.ibnurochimconnection.blogspot.com"><strong>Community of Research Laboratory</strong></a></li> <li>Cite Analysis : <a href="https://scholar.google.com/citations?user=hEW1moAAAAAJ"><strong>Google Scholars</strong></a></li> <li>Indexing : <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/21830"><strong>GARUDA</strong></a></li> </ul> <p><strong>TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra</strong> is a double -blind peer-reviewed open access journal established by Community of Research Laboratory.</p> <p><strong>TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ber e-ISSN 2797-0477 </strong>is an open access, peer-reviewed journal published bimonthly in one year by the Axiology Division, Community of Research Laboratory Surabaya.<strong>TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra</strong> It encourages original articles on various issues in Language and Literature Studies, including but not limited to philosophy, literature, linguistics, anthropology, history, cultural studies, arts, and information sciences that focus on the study and research of Indonesian culture. <strong>TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra</strong> accepts publication of balanced composition of high-quality theoretical or empirical research articles, comparative studies, case studies, review papers, exploration papers, and book reviews. All accepted manuscripts will be published online.</p> https://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/2927 STUDI EMOSI PADA LIRIK LAGU ALBUM SIALNYA, HIDUP HARUS TETAP BERJALAN KARYA BERNADYA (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) 2026-09-26T19:33:50+07:00 Shendy Maftalia Fifadhilni shendy.maftalia2476@student.unri.ac.id Charlina charlina@lecturer.unri.ac.id Elvrin Septyanti anisa.putri4234@student.unri.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk emosi yang terdapat dalam lirik lagu album “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” karya Bernadya berdasarkan kajian psikologi sastra menggunakan teori klasifikasi emosi David Krech dan Richard S. Crutchfield. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa kutipan lirik lagu yang mengandung representasi emosi secara eksplisit maupun implisit. Sumber data penelitian berasal dari delapan lagu dalam album tersebut, yaitu Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan, Kata Mereka Ini Berlebihan, Lama-Lama, Kita Kubur Sampai Mati, Ambang Pintu, Berlari, Kini Mereka Tahu, dan Untungnya Hidup Harus Tetap Berjalan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik pustaka, simak, dan catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 26 data emosi yang ditemukan dan diklasifikasikan ke dalam empat kategori emosi menurut Krech, yaitu emosi dasar, emosi yang berhubungan dengan stimulasi sensor, emosi yang berhubungan dengan diri sendiri, dan emosi yang berhubungan dengan orang lain. Kategori emosi yang paling dominan adalah emosi yang berhubungan dengan diri sendiri, khususnya emosi gagal dan menyesal, yang menggambarkan proses refleksi serta evaluasi diri akibat pengalaman emosional dalam hubungan interpersonal. Selain itu, ditemukan emosi sedih, marah, senang, kenikmatan, dan cinta yang merepresentasikan berbagai kondisi psikologis manusia seperti kehilangan, kekecewaan, penerimaan, harapan, serta keterikatan emosional. Penelitian ini menunjukkan bahwa lirik lagu Bernadya menjadi media ekspresi psikologis yang mampu menggambarkan kompleksitas emosi manusia dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kajian dalam pembelajaran sastra.</p> 2026-09-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Shendy Maftalia Fifadhilni; Charlina; Elvrin Septyanti https://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3088 HORENSO SEBAGAI STRATEGI ADAPTASI BUDAYA KERJA JEPANG PADA PEKERJA MIGRAN INDONESIA PEMEGANG VISA TOKUTEI GINOU DI JEPANG 2026-08-27T11:25:47+07:00 Muhammad Mustaqim mustaqimmuhammad83@gmail.com Hendrike Priventa mustaqimmuhammad83@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Horenso (報告・連絡・相談) serta perannya sebagai strategi adaptasi budaya kerja bagi pekerja migran Indonesia pemegang visa <em>Tokutei Ginou</em> di Jepang. Horenso yang terdiri atas <em>Houkoku</em> (melapor), <em>Renraku</em> (menginformasikan), dan <em>Soudan</em> (berkonsultasi) dikaji dalam konteks budaya kerja Jepang yang menekankan kedisiplinan, tanggung jawab, serta koordinasi kerja yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pekerja migran Indonesia pada sepuluh sektor kerja <em>Tokutei Ginou</em>, yaitu <em>kaigo</em>, restoran/<em>food service</em>, pengolahan makanan dan minuman, manufaktur, industri otomotif, konstruksi, pertanian, perikanan, pembersihan gedung, dan transportasi darat, serta didukung oleh studi literatur dari berbagai sumber terkait budaya kerja Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Horenso diterapkan secara konsisten di seluruh sektor pekerjaan, meskipun memiliki karakteristik kerja yang berbeda. Dalam praktiknya, <em>Houkoku</em> digunakan untuk pelaporan kondisi dan hasil kerja, <em>Renraku</em> untuk penyampaian informasi dan koordinasi antarkaryawan, serta <em>Soudan</em> untuk konsultasi ketika menghadapi kendala kerja. Penerapan Horenso terbukti berperan penting dalam menjaga efektivitas kerja, keselamatan kerja, kualitas pelayanan, serta kelancaran operasional di berbagai bidang pekerjaan <em>Tokutei Ginou</em>. Selain itu, Horenso juga berfungsi sebagai strategi adaptasi budaya kerja bagi pekerja migran Indonesia. Hambatan seperti perbedaan bahasa, penggunaan <em>keigo</em>, dan perbedaan budaya komunikasi dapat diatasi melalui pembiasaan penerapan Horenso dalam aktivitas kerja sehari-hari. Strategi adaptasi yang dilakukan meliputi peningkatan kemampuan bahasa Jepang, pemahaman etika kerja, pembiasaan pelaporan kerja, serta keberanian dalam berkonsultasi dengan atasan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Horenso tidak hanya berfungsi sebagai sistem komunikasi kerja dalam perusahaan Jepang, tetapi juga sebagai instrumen adaptasi budaya yang efektif bagi pekerja migran Indonesia dalam menghadapi lingkungan kerja lintas budaya di Jepang.</p> 2026-09-09T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Mustaqim https://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3089 ANALISIS ARSITEKTUR SIWALUH JABU DAN FILOSOFI KOMUNAL DALAM RUMAH TRADISIONAL KARO BATAK 2026-08-29T07:29:54+07:00 Febe Elnosa Kasih febeelnosa@students.usu.ac.id Ginto Sianturi sianturiginto961@gmail.com Dion Nardi Pangaribuan nardipangrib@gmail.com Dody Rinto Simanjuntak dodysimanjuntak414@gmail.com Immanuel Silaban immanuelsilaban@usu.ac.id <p>Penelitian ini menganalisis desain Siwaluh Jabu, rumah tradisional masyarakat Batak Karo, dengan fokus pada tata ruang, makna simbolis elemen arsitektur, serta penerapan prinsip Rakut Sitelu dan Perbaba dalam desain fisiknya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif etnografis, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam bersama tokoh adat, dan dokumentasi visual pada lima rumah tradisional di Sumatera Utara. Analisis tematik menunjukkan bahwa tata ruang Siwaluh Jabu merefleksikan hirarki sosial, nilai gotong royong, dan kosmologi kolektif masyarakat Karo. Elemen struktural seperti panggung, sulap, dan garuk-garuk mengandung makna simbolis terkait kosmologi, identitas klan, dan ritual. Penerapan prinsip Rakut Sitelu (kesatuan manusia, alam, dan spiritual) serta Perbaba (keseimbangan dan keadilan) terlihat pada orientasi bangunan, pemilihan material alami, dan teknik konstruksi fleksibel yang adaptif terhadap iklim tropis serta potensi bencana vulkanik. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi pada studi arsitektur vernakular Nusantara dan memberikan rekomendasi kebijakan konservasi berbasis partisipasi komunitas Karo.</p> 2026-09-09T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Febe Elnosa Kasih; Ginto Sianturi; Dion Nardi Pangaribuan; Dody Rinto Simanjuntak; Immanuel Silaban https://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3122 ANALISIS WELLNESS EXPERIENCE DALAM AKTIVITAS BUDAYA JEMPARINGAN DI PENDHAPA JEMPARINGAN YOGYAKARTA 2026-09-28T23:19:52+07:00 Dwi Putri Febiola dwiputrifebiola@gmail.com Bitsyi Naviri Ismaniar bitsyinaviri@poliwangi.ac.id Adetiya Prananda Putra adit.prananda@poliwangi.ac.id <p>Perkembangan pariwisata mendorong pergeseran menuju pengalaman wisata yang berorientasi pada kesejahteraan melalui integrasi budaya dan <em>wellness</em>. Jemparingan sebagai aktivitas budaya Jawa memiliki unsur fokus, pengendalian diri, dan olah rasa yang berpotensi membentuk <em>wellness experience</em>. Penelitian ini bertujuan menganalisis <em>wellness experience</em> peserta dalam aktivitas budaya Jemparingan di Pendhapa Jemparingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tujuh peserta yang dipilih secara <em>purposive</em>. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>wellness experience</em> terbentuk secara holistik melalui keterkaitan dimensi <em>Environmental Health</em>, <em>Physical Fitness</em>, <em>Quality of Life</em>, dan <em>Psychological Fitness</em>. Keempat dimensi tersebut saling berkontribusi, dengan <em>Psychological Fitness</em> menjadi dimensi yang paling dominan. Pengalaman peserta juga dipengaruhi oleh suasana budaya Jawa, filosofi Jemparingan, dan praktik olah rasa yang memperkuat pemaknaan selama aktivitas. Temuan ini menunjukkan bahwa Jemparingan tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas budaya dan rekreasi, tetapi juga berpotensi memberikan pengalaman <em>wellness</em> yang mendukung kesejahteraan peserta secara holistik.</p> 2026-10-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Dwi Putri Febiola; Bitsyi Naviri Ismaniar; Adetiya Prananda Putra https://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3123 BENTUK PEMBELAJARAN EKOPEDAGOGI DALAM TRADISI SUSUK DI SENDANG ARI WULAN DESA SEPAKUNG, KECAMATAN BANYUBIRU, KABUPATEN SEMARANG 2026-09-30T05:41:30+07:00 Sri Prastiti Kusuma Anggraeni sriprastiti@mail.unnes.ac.id Divario Frolant Aura Ariyanto divariofrolant456@students.unnes.ac.id Dandung Adityo Argo Prasetyo Dadityo24@mail.unnes.ac.id <p>Penelitian Tradisi <em>Susuk</em> di Sendang Ari Wulan, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, merupakan kearifan lokal yang mengandung nilai spiritual, sosial, dan ekologis. Tradisi ini dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur atas keberadaan sumber mata air sekaligus upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informasi diperoleh dari kepala desa, kepala dusun, budayawan, serta masyarakat pelaku tradisi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pengujian keabsahan melalui triangulasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tradisi <em>Susuk</em> berlangsung melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan <em>wilujengan</em>. Kegiatan membersihkan sendang dan saluran irigasi menjadi praktik utama yang membangun kesadaran ekologis melalui pengalaman langsung. Nilai ekopedagogi tercermin dalam gotong royong, kepedulian terhadap sumber air, tanggung jawab kolektif, serta pembelajaran hubungan harmonis antara manusia dan alam. Tradisi <em>Susuk</em> menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi media pembelajaran ekopedagogi berbasis pengalaman dan budaya.</p> 2026-10-07T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Sri Prastiti Kusuma Anggraeni; Divario Frolant Aura Ariyanto; Dandung Adityo Argo Prasetyo https://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3097 KEKERASAN VERBAL DALAM KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM @LAMBE_TURAH POSTINGAN GUS MIFTAH 2026-09-06T04:00:25+07:00 Mia Amelia mia.amelia3620@student.unri.ac.id Charlina charlina@lecturer.unri.ac.id Tria Putri Mustika tria.putri@lecturer.unri.ac.id <p>Kebebasan berekspresi di media sosial kerap melampaui batas etika berbahasa hingga memicu perilaku destruktif berupa kekerasan verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kekerasan verbal dalam kolom komentar akun Instagram @lambe_turah pada unggahan terkait kontroversi Gus Miftah serta mengkaji implikasi hukumnya ditinjau dari perspektif linguistik forensik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa tuturan tertulis warganet yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi (tangkapan layar) pada empat unggahan rentang 3–9 Desember 2024. Teknik analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan 51 data kekerasan verbal yang terbagi ke dalam lima bentuk, yaitu pelecehan verbal (14 data) sebagai bentuk dominan, stereotipan (11 data), ujaran kebencian (11 data), stigmatisasi (10 data), dan ancaman (5 data). Ditinjau dari perspektif linguistik forensik, tuturan tersebut berfungsi sebagai bukti linguistik yang berpotensi memenuhi konstruksi pidana, seperti pelanggaran Pasal 436 KUHP Baru dan Pasal 27A jo. Pasal 45 ayat (4) UU ITE (pelecehan verbal), Pasal 335 KUHP dan Pasal 29 jo. Pasal 45B UU ITE (ancaman), serta Pasal 28 ayat (2) jo. Pasal 45A ayat (2) UU ITE (ujaran kebencian). Temuan ini menegaskan pentingnya etika berbahasa dan literasi hukum digital dalam interaksi di media sosial.</p> 2026-09-18T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Mia Amelia; Charlina; Tria Putri Mustika https://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3102 FRASA ENDOSENTRIS DALAM TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII SMP RK DELI MURNI DISKI MEDAN 2026-09-12T05:32:41+07:00 Rani Juliani rjuliani826@gmail.com Nurani Situmorang ranisitumorang06@gmail.com Dairi Sapta Rindu Simanjuntak saptadairi@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk frasa endosentris dalam teks deskripsi siswa kelas VII SMP RK Deli Murni Diski. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian berupa 30 teks deskripsi hasil tulisan siswa kelas VII. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL). Data diklasifikasikan berdasarkan tiga bentuk frasa endosentris, yaitu atributif, koordinatif, dan apositif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga bentuk frasa endosentris tersebut ditemukan dalam teks deskripsi siswa. Frasa atributif merupakan bentuk yang paling dominan dan digunakan untuk memperjelas serta memperinci objek melalui keterangan mengenai jenis, sifat, keadaan, ukuran, atau ciri tertentu, seperti ruang kelas, laboratorium komputer, dan ruangan yang bersih. Frasa koordinatif digunakan untuk menggabungkan unsur-unsur yang berkedudukan sederajat, seperti bersih, asri, dan nyaman serta obat-obatan dan peralatan medis. Sementara itu, frasa apositif digunakan untuk memberikan identitas atau penjelasan tambahan terhadap referen yang sama, seperti Ruang Bimbingan Konseling (BK) dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan frasa endosentris berperan penting dalam memperluas informasi dan membangun deskripsi yang lebih spesifik, jelas, dan komunikatif.</p> 2026-09-18T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Rani Juliani; Nurani Situmorang; Dairi Sapta Rindu Simanjuntak https://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3103 PEMANFAATAN APLIKASI PENERJEMAH DIGITAL DALAM PRAKTIK LITERASI DIGITAL KARYAWAN INDONESIA PADA KOMUNIKASI KERJA DENGAN KARYAWAN TIONGKOK 2026-09-17T22:46:14+07:00 Asmianti Laode asmianti.23035@mhs.unesa.ac.id Cicik Arista cicikarista@unesa.ac.id <p>Penelitian ini menganalisis pemanfaatan aplikasi penerjemah digital sebagai bagian dari praktik literasi digital karyawan Indonesia dalam komunikasi kerja dengan karyawan Tiongkok di PT Baoshuo Taman Industry Investment Group, Morowali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Angket penjajakan disebarkan kepada 20 calon responden dan menghasilkan 14 respons valid; dari kelompok tersebut, lima informan dipilih secara purposif untuk wawancara semi-terstruktur. Analisis dilakukan melalui pengodean deduktif yang dipandu pertanyaan penelitian, kerangka literasi digital, dan Machine Translation Literacy, kemudian diperdalam secara induktif melalui perbandingan antarkasus. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi bersifat situasional dan bertingkat: WeChat, Google Translate, ChatGPT, manusia, serta sumber visual digunakan secara bergantian sesuai kebutuhan, risiko, dan ketersediaan dukungan. Evaluasi keluaran terutama didasarkan pada kecocokan dengan konteks kerja, sedangkan verifikasi lebih mendalam muncul ketika pesan berkaitan dengan mesin, keselamatan, kualitas, atau keputusan kerja. Ketika terjemahan tidak memadai, karyawan menyederhanakan dan mereformulasi pesan, mengubah kanal, menggunakan dukungan visual, serta melakukan konfirmasi. Temuan menegaskan bahwa literasi penerjemahan digital di tempat kerja bukan sekadar kemampuan mengoperasikan aplikasi, melainkan kemampuan mengorkestrasi teknologi, pengetahuan domain, manusia, dan sumber multimodal untuk mendukung keputusan komunikasi.</p> 2026-09-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Asmianti Laode; Cicik Arista https://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3104 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBASIS MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SISWA SMP 2026-09-17T22:46:08+07:00 Shalsa Billa Siregar shalsa.billa6426@student.unri.ac.id Mangatur Sinaga mangatur.sinaga@lecturer.unri.ac.id Oki Rasdana oki.rasdana@lecturer.unri.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran <em>discovery learning</em> berbantuan media audiovisual terhadap kemampuan menyimak berita siswa kelas VII SMP PGRI Pekanbaru. Permasalahan utama dalam pembelajaran menyimak berita adalah dominasi metode berpusat pada guru yang memicu kebosanan serta capaian rata-rata siswa yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain <em>pre-experimental</em> jenis <em>one-group pretest-posttest design</em>. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII SMP PGRI Pekanbaru sebanyak 15 siswa, yang sekaligus dijadikan sampel melalui teknik <em>total sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan tes kemampuan menyimak berupa soal pilihan ganda (<em>pretest</em> dan <em>posttest).</em> Analisis data menggunakan pengujian hipotesis <em>paired sample t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model<em> discovery learning</em> berbantuan media audiovisual terhadap kemampuan menyimak berita siswa (t = -8,311; df = 14; p &lt; 0,001), dengan kenaikan rerata skor sebesar 28,067 poin. Peningkatan paling nyata terjadi pada ranah kognitif tingkat menengah hingga tinggi, yaitu menerapkan (C3), menganalisis (C4), dan mengkreasikan (C6). Dengan demikian, integrasi model <em>discovery learning</em> dan media audiovisual efektif menjadi alternatif strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa.</p> 2026-09-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Shalsa Billa Siregar; Mangatur Sinaga; Oki Rasdana https://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3105 KELAYAKAN STRUKTUR DAN KEBAHASAAN TEKS CERITA INSPIRATIF DALAM KOMPASIANA.COM SEBAGAI SUMBER BELAJAR ALTERNATIF SMP KELAS IX 2026-09-26T19:33:55+07:00 Emmya Ckarina Br Sembiring emmyasembiring27@gmail.com imam Baehaqie imambaehaqie@mail.unnes.ac.id <p>Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP masih banyak bergantung pada buku ajar terbitan pemerintah, padahal Kurikulum Merdeka menuntut sumber belajar yang lebih beragam dan kontekstual, sementara Kompasiana.com sebagai platform digital berbasis user-generated content menyediakan banyak teks cerita inspiratif yang aktual dan mudah diakses namun belum tentu layak digunakan langsung sebagai bahan ajar karena kualitas struktur dan kebahasaannya beragam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur dan aspek kebahasaan teks cerita inspiratif dalam Kompasiana.com serta menentukan kelayakannya sebagai sumber belajar alternatif bagi siswa SMP kelas IX. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif analitis, dengan data berupa 15 teks cerita inspiratif periode September 2025–Mei 2026 yang dipilih melalui purposive sampling, dikumpulkan dengan teknik simak catat, dan dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar teks memiliki struktur lengkap berupa orientasi, rangkaian peristiwa, komplikasi, resolusi, dan koda, serta konsisten menggunakan kata kerja tindakan, konjungsi, kalimat langsung-tidak langsung, bahasa emotif, dan bahasa persuasif, meskipun tingkat kelengkapan dan kelayakannya bervariasi antarteks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kompasiana.com berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar alternatif teks cerita inspiratif, dengan implikasi bahwa guru perlu melakukan seleksi dan kurasi berdasarkan struktur, kebahasaan, nilai edukatif, dan kesesuaian tujuan pembelajaran sebelum teks digunakan di kelas.</p> 2026-10-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Emmya Ckarina Br Sembiring; imam Baehaqie https://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3106 REPRESENTASI TRAGEDI ANAK DALAM KUMPULAN CERPEN KARYA ZAKARIYĀ TĀMIR 2026-09-17T22:46:03+07:00 Muhamad Naufal Rizky naufalrizky791@gmail.com Yani Heryani yaniheryani@uinsgd.ac.id Yadi Mardiansyah nashr7@uinsgd.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan kekerasan dan penderitaan anak yang direpresentasikan dalam karya sastra Arab modern. Dalam peta sastra Arab modern, persoalan kekerasan dan tragedi anak menjadi tema krusial yang dieksplorasi secara tajam oleh cerpenis Suriah, Zakariyā Tāmir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mekanisme representasi serta bentuk-bentuk tragedi anak dalam tiga cerpen karya Zakariyā Tāmir, yaitu Al-Milḥu, Al-Aulād Yaḍḥakūn, dan Yūsuf al-Ṣaghīr al-Jamīl al-Hālik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Metode deskriptif-analitis dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce digunakan untuk dua tahap analisis. Pertama, untuk menganalisis representasi, yaitu melacak bagaimana penderitaan tokoh anak oleh pengarang melalui tanda kebahasaan berupa representasi, objek, dan interpretan. Kedua, untuk menganalisis bentuk tragedi, yaitu mengklasifikasikan objek rujukan dari tanda-tanda tersebut ke dalam tiga wujud nyata: kekerasan fisik, kekerasan psikis, dan penelantaran. Analisis tersebut menghasilkan 76 data yang menunjukkan tiga bentuk tragedi anak, yaitu kekerasan fisik dalam bentuk tindakan agresif, kekerasan psikis yang meliputi tekanan mental dan perundungan verbal, serta penelantaran (neglect) yang ditandai dengan kurangnya perlindungan dari orang dewasa. Temuan ini mengonfirmasi bahwa melalui gaya penceritaan, Zakariyā Tāmir menggunakan pengalaman tokoh anak sebagai medium untuk menyampaikan kritik tajam terhadap persoalan sosial dan tindakan represif dalam lingkungan kekuasaan.</p> 2026-09-18T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Muhamad Naufal Rizky; Yani Heryani; Yadi Mardiansyah https://aksiologi.org/index.php/tanda/article/view/3121 STRATEGI KESANTUNAN BROWN DAN LEVINSON DALAM INTERAKSI SISWA PADA FORUM DISKUSI KELAS 2026-09-26T19:34:02+07:00 Anisa Rahma Sagita anissasgt@students.unnes.ac.id Septina Sulistyaningrum septinanazura@mail.unnes.ac.id <p>Kesantunan berbahasa merupakan aspek penting dalam interaksi pembelajaran, termasuk dalam forum diskusi kelas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, jenis, dan dominasi strategi kesantunan berbahasa yang digunakan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Wiradesa dalam menyampaikan pendapat pada forum diskusi pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data berupa tuturan lisan siswa kelas XII-2 dan XII-3 yang direkam, ditranskripkan, kemudian dianalisis menggunakan teori kesantunan Brown dan Levinson (1987). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 data petikan percakapan yang dianalisis, 93,3% diantaranya merupakan tindak pengancaman muka (<em>face threatening act</em>), dengan 60,0% mengancam muka positif. Keempat strategi kesantunan Brown dan Levinson ditemukan bahwa strategi tersebut digunakan, yaitu strategi terus terang tanpa basa-basi (<em>bald on-record</em>) sebesar 53,3%, kesantunan negatif sebesar 26,7%, strategi tidak langsung (<em>off-record</em>) sebesar 13,3%, dan kesantunan positif sebesar 6,7%. Strategi <em>bald on-record</em> merupakan strategi yang paling dominan digunakan siswa, berbeda dengan kecenderungan pada interaksi guru-siswa yang umumnya didominasi kesantunan positif. Dominasi ini dipengaruhi oleh kedekatan sosial yang tinggi antarsiswa sekelompok serta tekanan waktu penyelesaian tugas, yang menjadi <em>rank of imposition</em> sebagai faktor penentu utama bobot ancaman muka, bukan jarak sosial maupun kekuasaan.</p> 2026-10-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Anisa Rahma Sagita; Septina Sulistyaningrum