KONSTRUKSI NARASI KRISIS DALAM KOMUNIKASI POLITIK GERAKAN MAHASISWA: ANALISIS FRAMING BEM UI PADA AKSI MENUJU INDONESIA BANGKRUT TAHUN 2026
DOI:
https://doi.org/10.69957/relasi.v6i03.3093Keywords:
Komunikasi Politik, Framing, Gerakan Mahasiswa, BEM UI, Krisis Ekonomi, Media DigitalAbstract
Gerakan mahasiswa secara historis memiliki posisi strategis sebagai agen kontrol sosial dan kekuatan moral dalam demokrasi Indonesia. Pada Juni 2026, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menginisiasi aksi bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" yang mengangkat isu kondisi ekonomi nasional, pengelolaan anggaran negara, serta arah kebijakan pemerintah. Narasi "Indonesia Bangkrut" menjadi menarik untuk dikaji karena merepresentasikan konstruksi simbolik yang berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap kondisi negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana BEM UI membingkai (framing) isu krisis ekonomi dan politik melalui komunikasi politik yang disebarluaskan dalam berbagai platform digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Robert N. Entman yang mencakup empat elemen utama: define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Data penelitian diperoleh dari pernyataan resmi, poster aksi, unggahan media sosial, serta pemberitaan mengenai aksi "Menuju Indonesia Bangkrut". Hasil konseptual penelitian menunjukkan bahwa BEM UI membangun narasi krisis melalui konstruksi simbolik yang menempatkan pemerintah sebagai aktor yang bertanggung jawab atas memburuknya kondisi ekonomi dan demokrasi. Framing tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kritik kebijakan, tetapi juga sebagai strategi mobilisasi politik untuk membangun solidaritas publik dan meningkatkan partisipasi warga dalam ruang demokrasi. Temuan ini memperlihatkan bahwa komunikasi politik gerakan mahasiswa di era digital semakin mengandalkan strategi framing yang bersifat emosional, simbolik, dan viral dalam membentuk opini publik.
References
Castells, M. (2015). Networks of outrage and hope: Social movements in the internet age (2nd ed.). Polity Press.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Dahlgren, P. (2013). The political web: Media, participation and alternative democracy. Palgrave Macmillan.
Entman, R. M. (1993). Framing: Toward clarification of a fractured paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1993.tb01304.x
Eriyanto. (2018). Analisis framing: Konstruksi, ideologi, dan politik media. LKiS.
Habermas, J. (1989). The structural transformation of the public sphere: An inquiry into a category of bourgeois society. MIT Press.
McNair, B. (2018). An introduction to political communication (6th ed.). Routledge.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Nasrullah, R. (2023). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Neuman, W. R., Just, M. R., & Crigler, A. N. (1992). Common knowledge: News and the construction of political meaning. University of Chicago Press.
Norris, P. (2000). A virtuous circle: Political communications in postindustrial societies. Cambridge University Press.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Tarrow, S. (2011). Power in movement: Social movements and contentious politics (3rd ed.). Cambridge University Press.
Tufte, T. (2017). Communication and social change: A citizen perspective. Polity Press.
Waisbord, S. (2018). The elective affinity between post-truth communication and populist politics. Communication Research and Practice, 4(1), 17–34. https://doi.org/10.1080/22041451.2018.1428928
Wimmer, R. D., & Dominick, J. R. (2014). Mass media research: An introduction (10th ed.). Cengage Learning.
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia. (2026). Pernyataan resmi aksi “Menuju Indonesia Bangkrut” [Dokumen organisasi].
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia. (2026). Poster dan materi kampanye digital aksi “Menuju Indonesia Bangkrut” [Arsip media sosial].
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia. (2026). Unggahan Instagram terkait aksi “Menuju Indonesia Bangkrut” [Media sosial].
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2025). Laporan survei penetrasi internet Indonesia 2025.
DataReportal. (2025). Digital 2025: Indonesia.Lim, M. (2013). Many clicks but little sticks: Social media activism in Indonesia. Journal of Contemporary Asia, 43(4), 636–657. https://doi.org/10.1080/00472336.2013.769386
Loader, B. D., & Mercea, D. (2011). Networking democracy? Social media innovations in participatory politics. Information, Communication & Society, 14(6), 757–769. https://doi.org/10.1080/1369118X.2011.592648
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dia Puspitasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang manuskripnya diterbitkan akan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
Hak untuk publikasi semua materi jurnal yang diterbitkan di situs web RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi dipegang oleh dewan editorial dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap menjadi milik penulis).
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons-NonCommercial-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA), yang berarti RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap mempertahankan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.
Naskah yang dicetak dan diterbitkan secara elektronik adalah akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan editorial tidak bertanggung jawab atas pelanggaran undang-undang hak cipta.








