STRATEGI KOMUNIKASI HARIAN DISWAY DALAM MEMBANGUN CITRA SURABAYA TOURISM AWARDS
DOI:
https://doi.org/10.69957/relasi.v6i03.3074Keywords:
Strategi Komunikasi, Harian Disway, Surabaya Tourism Awards, Pariwisata, CitraAbstract
Surabaya Tourism Awards (STA) merupakan kegiatan penghargaan yang diselenggarakan Harian Disway sebagai bentuk apresiasi terhadap tempat wisata di Surabaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi Harian Disway dalam membangun citra STA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan Pemimpin Redaksi Harian Disway dan dokumentasi pemberitaan serta publikasi STA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi STA dilakukan melalui e-paper, media online, dan media sosial. Pesan yang disampaikan meliputi informasi mengenai tempat wisata, keunggulan, pengelolaan, dan upaya menjaga keberlanjutan wisata. Masyarakat dilibatkan melalui pemilihan tempat wisata favorit. Harian Disway juga melibatkan Universitas Ciputra dan Dinas Budaya Pemuda Olahraga dan Pariwisata Surabaya dalam proses seleksi dan penjurian. Strategi tersebut diarahkan untuk membangun citra STA sebagai event yang peduli terhadap pariwisata dan perputaran ekonomi Surabaya.
References
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Febriyanti, I., & Widhiandono, D. (2025). Strategi komunikasi media massa dalam destination branding Indonesia: Analisis kampanye “Wonderful Indonesia”. RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi, 5(3), 1–16.
LaBelle, S., & Waldeck, J. H. (2020). Strategic communication for organizations. University of California Press.
Lin, M. S., Liang, Y., Xue, J. X., Pan, B., & Schroeder, A. (2021). Destination image through social media analytics and survey method. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 33(6), 2219–2238. https://doi.org/10.1108/IJCHM-08-2020-0861
Natasya, E., Nurani, N. K., & Jumaisyah, A. (2025). Digital destination branding melalui media sosial: Persepsi dan keputusan wisatawan pada wisata alam dan buatan. RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi, 5(2), 67–75.
Setiawan, R., Wibisono, D., & Purwanegara, M. S. (2022). Defining event marketing as engagement-driven marketing communication. Gadjah Mada International Journal of Business, 24(2), 151–177. https://doi.org/10.22146/gamaijb.63788
Timur, F. P., & Romadhan, M. I. (2025). Strategi komunikasi pariwisata dalam membangun reputasi atraksi buatan “Pahlawan Street Center Kota Madiun”. RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi, 5(4), 356–360.
Wang, Z., Udomwong, P., Fu, J., & Onpium, P. (2023). Destination image: A review from 2012 to 2023. Cogent Social Sciences, 9(1), Article 2240569. https://doi.org/10.1080/23311886.2023.2240569
Widhiandono, D., Subiakto, H., & Sugihartati, R. (2026). Audience loyalty and digital resilience: The hybrid media strategy of Harian Disway. KOMUNIKATIF: Jurnal Ilmu Komunikasi, 15(1), 16–28. https://doi.org/10.33508/jk.v15i1.7797
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Erna Kurniati Ningrum; Zulaikha; Ahmadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang manuskripnya diterbitkan akan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
Hak untuk publikasi semua materi jurnal yang diterbitkan di situs web RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi dipegang oleh dewan editorial dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap menjadi milik penulis).
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons-NonCommercial-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA), yang berarti RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap mempertahankan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.
Naskah yang dicetak dan diterbitkan secara elektronik adalah akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan editorial tidak bertanggung jawab atas pelanggaran undang-undang hak cipta.








