STRATEGI KOMUNIKASI PARIWISATA DINAS PARIWISATA KABUPATEN BLITAR DALAM MEMBANGUN BRAND DESTINATION MUSEUM PENATARAN SEBAGAI DESTINASI WISATA
DOI:
https://doi.org/10.69957/relasi.v6i02.2772Keywords:
Strategi Komunikasi, Komunikasi Pariwisata, Destination Branding, Museum Penataran, BlitarAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan secara mendalam mengenai strategi komunikasi pariwisata yang diimplementasikan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar dalam rangka membangun brand destination Museum Penataran sebagai salah satu destinasi wisata sejarah yang unggul. Meskipun Kabupaten Blitar dianugerahi dengan kekayaan episentrum wisata sejarah yang bernilai sangat tinggi seperti kawasan Penataran, tingkat kunjungan wisatawan ke museum tersebut masih menunjukkan fluktuasi yang tajam dan cenderung mengalami stagnasi dari tahun ke tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk menggali fenomena sosial secara holistik. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi dengan melibatkan pihak Dinas Pariwisata dan wisatawan. Analisis data menggunakan kerangka Teori Manajemen Kesan (Impression Management) dan konsep Destination Branding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pariwisata dilakukan secara komprehensif melalui perumusan identitas visual daerah "Blitar Land of Kings", penonjolan narasi sakral pelestarian sejarah, serta integrasi berbagai saluran komunikasi untuk mengubah persepsi publik terhadap museum dari sekadar tempat penyimpanan artefak menjadi ruang wisata edukatif yang bermakna.
References
Alif Fianto, A. Y., & Andrianto, N. (2021). Strategi Komunikasi Pengembangan Wisata Jodipan dan Kampung Topeng Kota Malang. Communicator Sphere, 1(2), 47–51. https://doi.org/10.55397/cps.v1i2.7
Defaz, M. I., & Khairi, H. (2025). Strategi Experience Marketing pada Objek Wisata Panorama dan Lubang Jepang Bukittinggi Abstrak.
HANISA. (2024). No TitleΕΛΕΝΗ. Edu Research Indonesian Institute For Corporate Learning And Studies (IICLS), 5(1), 70–80.
Labib, M. M. (2025). Strategi Branding Berbasis Kearifan Lokal dalam Pengembangan Objek Wisata Ranu Klakah. Idarotuna: Journal of Administrative Science, 6(2), 237–250.
Mulyati, Yofina Amelia Ardiyani2, Y. B. P. (2025). Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah. Jurnal Hasi Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta, 2(8), 305–316. https://manggalajournal.org/index.php/cendekia/article/view/1583
Pranata Sembiring, J. (2016). Strategi Komunikasi Pemasaran Objek Wisata Gundaling dan Pemandian Air Panas Semangat Gunung. Simbolika, 2(1), 1.
Romadhan, M. I. (2021). Manajemen Kesan Disparbudpora Sumenep Dalam Membangun Citra Destinasi Wisata the Sumenep Tourism, Culture, Youth and Sports Office Impression Management in Developing Tourism Destination Image. Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi Dan …, 22(1), 103–118.
Santiko, H. (2023).
Sugiyono. (2019). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
Yasir, U. (2021).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yasinta Citra Dewi Kurniasari; Muchammad Rizqi; Fransisca Benedicta Avira Citra Paramita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang manuskripnya diterbitkan akan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
Hak untuk publikasi semua materi jurnal yang diterbitkan di situs web RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi dipegang oleh dewan editorial dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap menjadi milik penulis).
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons-NonCommercial-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA), yang berarti RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap mempertahankan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.
Naskah yang dicetak dan diterbitkan secara elektronik adalah akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan editorial tidak bertanggung jawab atas pelanggaran undang-undang hak cipta.








