HOAKS BERBASIS KECERDASAN BUATAN AI SEBAGAI TANTANGAN LITERASI MEDIA SOSIAL
DOI:
https://doi.org/10.69957/relasi.v6i01.2679Keywords:
Hoaks, Kecerdasan Buatan, Literasi Media Sosial, Disinformasi Media SosialAbstract
Perkembangan kecerdasan buatan AI telah memberikan dampak signifikan pada lanskap media sosial, termasuk produksi dan distribusi informasi palsu. Teknologi AI memfasilitasi pembuatan konten yang tidak otentik namun tampak nyata, menjangkau khalayak luas dengan cepat, sehingga sulit dibedakan dari informasi yang asli. Situasi ini diperparah oleh algoritma media sosial yang menekankan interaksi pengguna, sehingga hoaks yang dihasilkan AI lebih mudah menyebar dan dipercaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hoaks berbasis AI sebagai tantangan terhadap literasi media sosial di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan tinjauan pustaka, dengan sumber data yang diambil dari artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan publikasi ilmiah daring yang relevan. Proses analisis data dilakukan melalui analisis konten kualitatif untuk menentukan karakteristik hoaks berbasis AI, bagaimana penyebarannya di media sosial, dan pentingnya literasi media sosial dalam mengatasinya. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa hoaks berbasis AI memiliki tingkat kemiripan yang tinggi dan penyebaran yang luas, didukung oleh algoritma media sosial yang memperdalam gelembung filter dan ruang gema. Rendahnya tingkat literasi media sosial membuat pengguna lebih rentan terhadap disinformasi dan menempatkan mereka pada risiko menyebarkan hoaks. Oleh karena itu, meningkatkan literasi media sosial merupakan langkah penting dalam meningkatkan ketahanan publik terhadap hoaks berbasis AI, melalui peningkatan k eterampilan berpikir kritis, pemahaman algoritma, dan tanggung jawab etis saat menggunakan media sosial.
References
Amaly, N. (2021). Peran Kompetensi Literasi Digital Terhadap Konten Hoaks dalam Media Sosial. 20(2), 43–52.
Drolsbach, C., & Pr, N. (2025). Characterizing AI-Generated Misinformation on Social Media. 2025(January).
Juditha, C. (2025). Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Artificial Intelligenence Dan Hoaks : Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat Di Komunitas Online Dan Upaya Antisipasi Pemerintah Artificial Intelligence and Hoaxes : Disruptive Challenges to Digital Literacy in Online Communities and Government ’ s Anticipatory Efforts. 9(1).
Leba, I. H., Ekawati, R., & Arifin, S. (2025). Digital Literacy and Analytical Thinking in Facing Misinformation during Digital Era : Systematic Literature Review. 11(1), 32–42. https://doi.org/10.58258/jime.v
Rahadi, D. R. (2012). Perilaku pengguna dan informasi. 58–70.
Rahmadhany, A., & Safitri, A. A. (2021). Fenomena Penyebaran Hoax dan Hate Speech pada Media Sosial. 3(1), 30–43.
Rahmawati, D., Setyo, R., Robawa, P., Abiyyi, M. F. Al, Rf, P. D. N., Nugraha, R. I., & Margono, F. P. (2023). Analisis Hoaks dalam Konteks Digital : Implikasi dan Pencegahannya di Indonesia. 3.
Renaldi, A., Imayan, R., Muda, M., & Razzaq, A. (2025). Analisis Pengaruh Teknologi Kecerdasan Buatan Terhadap Penyebaran Berita Hoax di Media Sosial. 1(6), 1039–1047. https://doi.org/10.62387/naafi.v1i6.326
Salsabila, A. A., Jl, A., No, P., Wetan, C., & Barat, J. (2024). Pentingnya Literasi di Era Digital dalam Menghadapi Hoaks di Media Sosial Dinie Anggraeni Dewi Rizky Saeful Hayat. 3(1), 45–54.
Saputro, W. E. (2025). Digital Literacy and Its Role in Reducing Social Media Disinformation. 3(3), 143–152.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Intan Novita Dwi Sabela; Aldi Saputra; Wahyu Kuncoro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang manuskripnya diterbitkan akan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
Hak untuk publikasi semua materi jurnal yang diterbitkan di situs web RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi dipegang oleh dewan editorial dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap menjadi milik penulis).
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons-NonCommercial-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA), yang berarti RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap mempertahankan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.
Naskah yang dicetak dan diterbitkan secara elektronik adalah akses terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan editorial tidak bertanggung jawab atas pelanggaran undang-undang hak cipta.



