ANALISIS KERJA SAMA DALAM PERSPEKTIF COLLABORATIVE GOVERNANCE PADA PROGRAM LINK AND MATCH DI SMK KRIAN 2 SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR

Authors

  • Windy Eka Adelia Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Radjikan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • M. Kendry Widiyanto Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.69957/praob.v6i03.2866

Keywords:

Collaborative Governance, Link and Match, SMK Krian 2 Sidoarjo, Gamelab.id, Pendidikan Vokasi

Abstract

Tingginya angka pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia yang mencapai 8 persen dari total Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2025 menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi antara lulusan SMK dan kebutuhan industri. Program link and match yang diimplementasikan melalui formula 8+i berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada capaian formal kerja sama, seperti jumlah MoU, dan belum banyak mengkaji proses kolaborasi yang terjadi di tingkat institusi.

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan program link and match antara SMK Krian 2 Sidoarjo dan Gamelab.id dalam perspektif collaborative governance serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi terhadap lima informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) dengan kerangka Collaborative Governance Ansell dan Gash (2008), yang meliputi starting conditions, institutional design, facilitative leadership, dan collaborative process.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi collaborative governance berlangsung dengan tingkat keberhasilan yang berbeda pada setiap dimensi. Dimensi facilitative leadership menjadi aspek terkuat, ditandai oleh kepemimpinan kepala sekolah yang mendukung penyediaan fasilitas dan pembiayaan program. Pada dimensi collaborative process, kepercayaan antarlembaga terbangun dengan baik sehingga kerja sama berlanjut ke angkatan berikutnya, meskipun interaksi langsung antara siswa dan pihak industri masih terbatas. Sementara itu, institutional design menjadi dimensi terlemah karena minimnya partisipasi siswa serta dominasi mitra industri dalam penyusunan kurikulum. Faktor pendukung utama meliputi komitmen kepemimpinan, dukungan regulasi, komunikasi yang responsif, dan integrasi program dalam sistem penilaian sekolah. Adapun faktor penghambat mencakup keterbatasan infrastruktur teknologi, asimetri kewenangan kurikulum, dan rendahnya keterlibatan siswa dalam proses kolaboratif.

References

Ansell, C., dan Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543-571.

Arsya, M., Sari, D. P., dan Maulida, R. (2025). Manajemen Kerja Sama SMK dengan DUDIKA dalam Mengembangkan Keterampilan Kerja Siswa: A Systematic Literature Reviews 2020-2024. Evaluasi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(1).

Maulina, D., dan Yoenanto, N. H. (2022). Optimalisasi Link and Match sebagai Upaya Relevansi SMK dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 10(1), 28-37.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.

Soleh, A., Hidayat, R., dan Wibawa, B. (2023). Tinjauan Pustaka Sistematis: Model Kemitraan antara SMK dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri. JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan, 16(2).

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif (Edisi Ketiga). Bandung: Alfabeta.

Wijaya, A., Sa'ban, L. M. A., dan Nastia. (2024). Opportunities and Challenges of Collaborative Governance in Local Government Tourism Public Policy. Jurnal Administrasi Negara, 29(3), 214.

Yahya, M., dan Maydatullaela. (2023). Peningkatan Mutu Lulusan Melalui Jaringan Kemitraan Dengan Dunia Usaha Dan Dunia Industri di SMK PGRI 2 Ponorogo. Southeast Asian Journal of Islamic Education Management, 4(2), 185-200.

Zuhairoh, F., dan Pattinasarany, D. (2021). Kemitraan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) Sebagai Implementasi Revitalisasi SMK. JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 5(3), 48-56.

Downloads

Published

2026-07-02

How to Cite

Adelia, W. E., Radjikan, & Widiyanto, M. K. (2026). ANALISIS KERJA SAMA DALAM PERSPEKTIF COLLABORATIVE GOVERNANCE PADA PROGRAM LINK AND MATCH DI SMK KRIAN 2 SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR. PRAJA Observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469), 6(03), 164–180. https://doi.org/10.69957/praob.v6i03.2866

Issue

Section

ADMINISTRASI PUBLIK