ANALISIS PENERAPAN STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) DALAM MENGURANGI PRODUK CACAT PAVING BLOK PADA UD PAVING BLOK SURABAYA

Authors

  • Maulana Vikky Khuzaini Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • I. A. Nuh Kartini Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.69957/grjb.v6i03.2987

Keywords:

Statistical Quality Control (SQC), Pengendalian Kualitas, Paving Blok, Produk Cacat, Fishbone Diagram

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Statistical Quality Control (SQC) dalam pengendalian kualitas produk paving blok serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecacatan produk. Penelitian dilaksanakan pada UD Paving Blok yang bergerak di bidang manufaktur paving blok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengamatan dilakukan selama 24 hari terhadap proses produksi paving blok. Alat analisis yang digunakan meliputi check sheet, histogram, diagram Pareto, peta kendali p (p-chart), dan diagram sebab-akibat (fishbone diagram).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecacatan produk paving blok masih berada dalam batas pengendalian statistik yang ditetapkan. Berdasarkan analisis peta kendali p (p-chart), jumlah produk cacat yang ditemukan sebanyak 2.024 unit dari total produksi sebesar 47.040 unit. Nilai Central Line (CL) sebesar 0,0432, nilai Upper Control Limit (UCL) sebesar 0,057, dan nilai Lower Control Limit (LCL) sebesar 0,0294. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proses produksi secara umum masih berada dalam kondisi terkendali. Berdasarkan hasil histogram, jenis cacat yang paling dominan adalah paving blok mudah hancur sebanyak 483 unit (23,91%), diikuti cacat retak sebanyak 482 unit (23,81%), cacat gupil sebanyak 392 unit (19,37%), cacat tidak simetris sebanyak 339 unit (16,76%), dan cacat tidak kering sebanyak 327 unit (16,16%).  Hasil analisis fishbone diagram menunjukkan bahwa penyebab terjadinya kecacatan produk dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu manusia, mesin, metode kerja, material atau bahan baku, dan lingkungan kerja. Faktor manusia menjadi penyebab yang dominan karena kurangnya ketelitian, rendahnya konsentrasi, dan kebiasaan bekerja secara terburu-buru. Selain itu, kurangnya perawatan mesin, metode kerja yang belum optimal, kualitas bahan baku, dan kondisi lingkungan produksi turut berkontribusi terhadap munculnya produk cacat.

References

American Society for Quality (ASQ). (n.d.). Quality glossary.

Andriani, D. P., Mulyarto, A. R., & Widyasuti, E. (2017). Pengendalian kualitas produk kerupuk udang menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC). Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri, 6(2), 83–92.

Andriani, D. P., Mulyarto, A. R., & Zaini, M. (2018). Analisis kualitas produk pie susu menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC). Jurnal Teknologi Pertanian, 19(3), 181–192.

Antony, J. (2007). Six sigma for service processes. Business Process ManagementJournal,13(1),72–88.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Assauri, S. (2009). Manajemen operasi dan produksi: Pencapaian sasaran organisasi berkesinambungan (Edisi 2). Rajawali Pers.

Ayu, T. M. (2017). Analisa pengendalian kualitas produk pada Dunkin Donuts di Bandar Lampung menggunakan metode Statistical Process Control (Skripsi, Universitas Lampung).

Aisyah Salsabila (2023) Penerapan Statistical Quality Control (SQC) untuk Pengendalian Kualitas dan Pengurangan Produk Cacat (Skripsi. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)

Chase, R. B., Aquilano, N. J., & Jacobs, F. R. (2001). Operations management for competitive advantage (9th ed.). McGraw-Hill.

Crosby, P. B. (1979). Quality is free: The art of making quality certain. McGraw-Hill.

Esterberg, K. G. (2002). Qualitative methods in social research. McGraw-Hill.

Garvin, D. A. (1988). Managing quality: The strategic and competitive edge. Free Press.

Gaspersz, V. (2005). Total quality management (Edisi revisi). Gramedia Pustaka Utama.

Hairiyah, N., Amalia, R. R., & Nuryati. (2019). Analisis Statistical Quality Control (SQC) pada produksi roti di Aremania Bakery. Jurnal Teknologi Pertanian, 14(1), 17–23.

Hambali, E., Suryani, A., & Rivai, M. (2013). Teknologi bioenergi. Agromedia Pustaka.

Handoko, T. H. (2011). Dasar-dasar manajemen operasi dan produksi (Edisi 1). BPFE Yogyakarta.

Heizer, J., & Render, B. (2001). Manajemen operasi (Edisi ke-6). Salemba Empat.

Heizer, J., & Render, B. (2004). Operations management (7th ed.). Pearson Prentice Hall.

Heizer, J., & Render, B. (2006). Operations management (8th ed.). Pearson Prentice Hall.

Ningrum, E. (2017). Pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.

Pawestri, R. (2023). Pengendalian kualitas produk tempe menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) (Skripsi, Universitas Negeri Semarang).

Prasetyo, A. (2021). Analisis pengendalian kualitas gula kristal putih menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada PT Kebon Agung PG Trangkil. Jurnal Manajemen Industri, 5(1), 1–10.

Prawirosentono, S. (2007). Manajemen mutu terpadu: Total quality management abad 21 studi kasus dan analisis. Bumi Aksara.

Prawirosentono, S. (2008). Manajemen operasi: Analisis dan studi kasus (Edisi 4). Bumi Aksara.

Purnomo, H. (2004). Pengantar teknik industri (Edisi 2). Graha Ilmu.

Runtunuwuh & Oroh. (2014). Kualitas produk [sebagaimana dikutip dalam berbagai sumber].

Russel, R. S., & Taylor, B. W. (1996). Production and operations management: Focusing on quality and competitiveness. Prentice Hall.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Khuzaini, M. V., & Kartini, I. A. N. (2026). ANALISIS PENERAPAN STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) DALAM MENGURANGI PRODUK CACAT PAVING BLOK PADA UD PAVING BLOK SURABAYA. GEMAH RIPAH: Jurnal Bisnis, 6(03), 336–351. https://doi.org/10.69957/grjb.v6i03.2987

Issue

Section

BISNIS DAN EKONOMI