PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI INDONESIA 5 TAHUN KEBELAKANG

Authors

  • Fauziah Ramadhani Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Jenny Dwi Nur Faizah Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Auwen Defendi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Salwa Alya Achmad Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Farida Sasi Febrianty Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Ahmad Rizky Aryanto Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Rafli Maulana Damarasyah Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Rizki Himawan Saputra Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Arga Christian Sitohang Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.69957/grjb.v6i02.2938

Keywords:

Inflasi Gelar, Ketidaksesuaian Keterampilan, Modal Manusia, Pasar Kerja, Pengangguran Terdidik

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika keterkaitan antara tingkat pendidikan dan kondisi pasar kerja di Indonesia melalui analisis Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) periode tahun 2021 hingga 2025. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, penelitian ini menerapkan metode analisis tren dan deskriptif-komparatif untuk memetakan sebaran pengangguran pada delapan kategori jenjang pendidikan formal. Hasil penelitian menunjukkan adanya anomali struktural dalam pembangunan ekonomi nasional. Meskipun volume pengangguran agregat secara nasional mengalami penurunan, beban pengangguran justru terdistribusi secara timpang dan bergeser pada kelompok berpendidikan menengah ke atas. Lulusan SLTA Umum/SMU dan SLTA Kejuruan/SMK secara konsisten mengukuhkan posisi sebagai episenter pengangguran dengan kontribusi akumulatif melebihi 56% dari total penganggur terbuka pada tahun 2025. Pada saat yang sama, terjadi lonjakan kronis pada pengangguran lulusan Universitas (S1) sebesar 34,29% pasca-pandemi, yakni dari 673.485 jiwa pada tahun 2022 menjadi 904.440 jiwa pada 2025. Sebaliknya, kelompok berpendidikan rendah (SD dan SLTP) mencatatkan penurunan pengangguran yang konsisten karena reservation wage yang rendah memaksa mereka terserap ke sektor informal yang fleksibel. Temuan ini mengonfirmasi relevansi Job Search Theory dan Signaling Theory, yang mengindikasikan adanya structural mismatch kronis antara kompetensi pasokan tenaga kerja terdidik dengan kebutuhan riil dunia industri modern. Implikasi kebijakan dari studi ini menuntut pergeseran orientasi kurikulum pendidikan dari supply-driven menjadi demand-driven serta penguatan stimulus investasi pada industri berbasis pengetahuan.

References

Amalia, P. R., Cahyani, R. D., Syekh, I., & Cirebon, N. (2017). SOLUSI EKONOMI ISLAM TERHADAP MASALAH. 2008204080.

Terbuka, P., Marihat, R., Bara, B., Irsyad, F. R., Octaviani, W., Putri, D. N., & Hidayat, N. (2025). Analisis Pengaruh Pendidikan , Kesehatan , dan Pertumbuhan Ekonomi. 4(4), 185–193.

Widyawati, R., & Aristyanto, E. (2024). PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA , TINGKAT PENDIDIKAN , UPAH MINIMUM TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2017-2024. 96–112.

Badan Pusat Statistik. (2025). Keadaan ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2025 (Berita Resmi Statistik). Badan Pusat Statistik Indonesia https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/11/05/2412/tpt-agustus-2025--x-xx--dan-rata-rata-upah-buruh-sebesar-x-xx-juta-rupiah-per-bulan.html

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2023). Rencana tenaga kerja nasional (RKTN) 2023-2027. Kemnaker RI. https://satudata.kemnaker.go.id/dokumen/peraturan/rencana-tenaga-kerja-nasional-rktn-2023-2027

Amir, M., & Muslihatinningsih, F. (2022). Analisis pengangguran terdidik di Indonesia: Pendekatan teori pilihan publik dan modal manusia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 30(2), 115–128. https://jurnal.lipi.go.id/index.php/JEP/article/view/1435

Guritno, S. U., & Muljaningsih, S. (2024). Pengaruh pendidikan, upah minimum dan kesempatan kerja terhadap pengangguran terdidik di Jawa Barat 2018-2021. Journal of Development Economic and Social Studies, 3(1), 1–15. https://jdess.ub.ac.id/index.php/jdess/article/view/525

Handayani, T. (2021). Relevansi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja: Sebuah tantangan linkage. Jurnal Kependidikan, 45(1), 89–102. https://journal.uny.ac.id/index.php/jk/article/view/42111

Prasetyo, P. E. (2020). Peran modal manusia dan keterkaitannya dengan pengangguran terdidik di Indonesia. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 13(2), 241–256. https://ojs.unud.ac.id/index.php/jekt/article/view/60321

Putra, R. A., & Setiaji, K. (2023). Analisis pengaruh tingkat pendidikan, upah minimum, dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran terbuka. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 11(2), 143–152. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jupe/article/view/25114

Becker, G. S. (1993). Human capital: A theoretical and empirical analysis, with special reference to education (3rd ed.). The University of Chicago Press. https://press.uchicago.edu/ucp/books/book/chicago/H/bo3684448.html

Spence, M. (1974). Market signaling: Informational transfer in hiring and related screening processes. Harvard University Press. https://www.health.harvard.edu/books/market-signaling-informational-transfer-in-hiring-and-related-screening-processes

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic development (13th ed.). Pearson. https://www.pearson.com/en-us/subject-catalog/p/economic-development/P200000006935/9780135206942

Downloads

Published

2026-07-16

How to Cite

Ramadhani, F., Faizah, J. D. N., Defendi, A., Achmad, S. A., Febrianty, F. S., Aryanto, A. R. ., Damarasyah, R. M., Saputra, R. H., & Sitohang, A. C. (2026). PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI INDONESIA 5 TAHUN KEBELAKANG. GEMAH RIPAH: Jurnal Bisnis, 6(02), 1015–1025. https://doi.org/10.69957/grjb.v6i02.2938

Issue

Section

BISNIS DAN EKONOMI