PENGARUH KONTROL DIRI, PERENCANAAN KEUANGAN, DAN PERSEPSI KEAMANAN TERHADAP PREFERENSI PENGGUNAAN QRIS DENGAN LITERASI KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA MAHASISWA FEB UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA
DOI:
https://doi.org/10.69957/grjb.v5i04.2661Keywords:
Kontrol Diri, Perencanaan Keuangan, Persepsi Keamanan, Literasi Keuangan, Preferensi Pengunaan QRISAbstract
Perkembangan teknologi keuangan digital telah mendorong perubahan perilaku transaksi mahasiswa ke arah sistem pembayaran tanpa uang tunai yang lebih praktis dan efisien, khususnya melalui QRIS; namun, peningkatan penggunaan QRIS tidak selalu disertai dengan tingkat literasi keuangan yang memadai dan kemampuan untuk merencanakan dan mengendalikan keputusan keuangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengendalian diri, perencanaan keuangan, dan persepsi keamanan terhadap literasi keuangan dan preferensi penggunaan QRIS, serta untuk menguji peran mediasi literasi keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM), dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 100 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang menggunakan QRIS, dipilih melalui purposive sampling dan dianalisis menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan keuangan dan persepsi keamanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap literasi keuangan, sedangkan pengendalian diri tidak memiliki pengaruh signifikan. Lebih lanjut, literasi keuangan, perencanaan keuangan, dan persepsi keamanan secara signifikan memengaruhi preferensi penggunaan QRIS, sedangkan pengendalian diri tidak. Temuan ini juga menunjukkan bahwa literasi keuangan secara signifikan memediasi pengaruh pengendalian diri, perencanaan keuangan, dan persepsi keamanan terhadap preferensi penggunaan QRIS, menyoroti pentingnya peningkatan literasi keuangan untuk memperkuat adopsi teknologi pembayaran digital di kalangan mahasiswa.
References
Ajzen, I. (2020). The theory of planned behaveior: Frequently asked questions. Human Behavior and Emerging Technologies, 2(4), 314–324.
Baumeister, R. F., Vohs, K. D., & Tice, D. M. (2007). The strength model of self-control. Current Directions in Psychological Science, 16(6), 351–355.
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.
Featherman, M. S., & Pavlou, P. A. (2003). Predicting e-services adoption: A perceived risk facets perspective. International Journal of Human-Computer Studies, 59(4), 451–474.
Huston, S. J. (2010). Measuring financial literacy. Journal of Consumer Affairs, 44(2), 296–316.
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44.
Modigliani, F., & Brumberg, R. (1954). Utility analysis and the consumption function: An interpretation of cross-section data. In Post-Keynesian economics. New Brunswick: Rutgers University Press.
Pavlou, P. A. (2003). Consumer acceptance of electronic commerce: Integrating trust and risk with the technology acceptance model. International Journal of Electronic Commerce, 7(3), 101–134.
Venkatesh, V., & Davis, F. D. (2000). A theoretical extension of the technology acceptance model: Four longitudinal field studies. Management Science, 46(2), 186–204.
Bank Indonesia. (2024). Statistik sistem pembayaran dan uang elektronik. Bank Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nur Alya A.; Nekky Rahmiyati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti GEMAH RIPAH: Jurnal Bisnis berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap mempertahankan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.



