ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT ANTIBIOTIK DENGAN METODE ALWAYS BETTER CONTROL (ABC) DAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA APOTEK ANYA SURABAYA
DOI:
https://doi.org/10.69957/grjb.v5i04.2609Keywords:
ABC Analysis, Economic Order Quantity, Persediaan Obat, Reorder Point, Safety Stock, Total CostAbstract
Pengelolaan persediaan obat yang tidak dilakukan secara sistematis dapat memunculkan berbagai persoalan operasional, seperti menumpuknya stok, meningkatnya biaya penyimpanan, hingga terjadinya kekosongan obat ketika kebutuhan pasien meningkat. Kondisi tersebut menegaskan perlunya apotek menerapkan metode pengendalian persediaan yang lebih akurat dan efisien. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengendalian persediaan obat antibiotik pada Apotek Anya melalui pendekatan ABC Analysis untuk mengidentifikasi obat prioritas, serta metode Economic Order Quantity (EOQ) guna menentukan jumlah pemesanan yang paling optimal. Selain itu, penelitian turut menghitung Total Cost, deviasi standar permintaan, Safety Stock, Reorder Point (ROP), serta menyusun neraca gudang untuk menilai kecukupan stok sepanjang periode penelitian. Hasil klasifikasi ABC menunjukkan bahwa Azithromycin termasuk dalam kelompok A karena memiliki nilai konsumsi tertinggi dibandingkan antibiotik lainnya. Dengan menggunakan metode EOQ, diperoleh jumlah pemesanan optimal sebanyak 259 unit dengan frekuensi pemesanan tiga kali dalam satu periode. Perbandingan biaya menunjukkan bahwa total biaya persediaan dengan sistem apotek mencapai Rp 3.798.029, sedangkan metode EOQ hanya memerlukan Rp 1.818.047. Dengan demikian, penerapan EOQ menghasilkan potensi penghematan sebesar Rp 1.979.982 atau sekitar 52,1% per tahun. Nilai deviasi standar permintaan bulanan sebesar 11,87 unit menghasilkan safety stock sebanyak 4 unit, sementara titik pemesanan kembali (ROP) berada pada angka 19 unit. Integrasi perhitungan EOQ, SS, dan ROP dalam neraca gudang menegaskan bahwa persediaan dapat terjaga tanpa mengalami stockout selama periode penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa metode EOQ dapat menjadi strategi pengendalian persediaan yang lebih efisien dibandingkan sistem aktual yang digunakan apotek. Penerapan EOQ juga membantu menurunkan biaya sekaligus mempertahankan ketersediaan obat dengan lebih stabil. Oleh karena itu, Apotek Anya disarankan untuk mulai mengimplementasikan metode EOQ secara konsisten sebagai bagian dari pengelolaan persediaan antibiotik.
References
Effendy, A. A., & Sudarso, A. P. (2023). Manajemen Operasi.
Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2020). Operations management : sustainability and supply chain management. Pearson.
Khaerunnisya, A. P. (2019). IMPLEMENTASI KONSEP 5R (RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN) PADA GUDANG PT FUTARI MECCA UTAMA BEKASI. 131.
Mayang Puspita Amara, Harsono Teguh, & Achmad Daengs GS. (2024). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Apotek Rafa Farma 2 Surabaya. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 92–111. https://doi.org/10.30640/abdimas45.v3i1.2331
Sugiyono, P. D. (2023). METODE PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF, DAN R&D. www.cvalfabeta.com
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Citra Fadhilah; Ulfi Pristiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti GEMAH RIPAH: Jurnal Bisnis berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap mempertahankan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.



