PENGARUH QUIET QUITTING, DIGITAL FATIGUE, EMPLOYEE RESILIENCE TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN AKUNTANSI KEUANGAN PT.PLN – UNIT INDUK TRANSMISI JBM
DOI:
https://doi.org/10.69957/grjb.v5i04.2585Keywords:
Digital Fatigue, Transformasi Digital, Resiliensi KaryawanAbstract
Transformasi digital yang berlangsung pesat di PT PLN (Persero) telah secara signifikan mendesain ulang alur kerja organisasi, khususnya di Divisi Akuntansi dan Keuangan, di mana aktivitas kerja didominasi oleh platform pelaporan digital, sistem Enterprise Resource Planning (ERP), kolaborasi virtual, serta tuntutan administratif berbasis teknologi. Meskipun mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi data, perubahan ini secara bersamaan juga memunculkan tantangan psikologis, seperti meningkatnya beban kognitif, menurunnya keseimbangan emosional, serta berkurangnya tingkat kesejahteraan karyawan. Kondisi tersebut berpotensi memicu munculnya perilaku kerja baru, seperti quiet quitting, yaitu kondisi ketika karyawan mengalami keterlepasan psikologis namun tetap menjalankan tugas pada tingkat minimum, serta digital fatigue, yang ditandai dengan kelelahan mental akibat paparan teknologi yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh quiet quitting, digital fatigue, dan resiliensi karyawan terhadap kinerja karyawan pada Divisi Akuntansi dan Keuangan PT PLN – Unit Induk Transmisi JBM. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui metode survei dengan jumlah responden sebanyak 54 orang, dan data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa quiet quitting dan digital fatigue secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, resiliensi karyawan memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap kinerja karyawan. Selain itu, pengujian secara simultan terhadap ketiga variabel tersebut menegaskan bahwa kemampuan adaptasi psikologis memegang peranan penting dalam menjaga kinerja karyawan di tengah tekanan digital. Temuan ini menegaskan bahwa resiliensi karyawan merupakan kapabilitas strategis yang perlu dikembangkan oleh organisasi melalui kepemimpinan yang suportif, inisiatif kesejahteraan karyawan, serta program pengembangan kapasitas. Penguatan resiliensi menjadi kunci dalam menjaga produktivitas tenaga kerja, mempertahankan kualitas layanan, serta memastikan keberlanjutan kinerja organisasi di tengah dinamika transformasi digital.
References
Akbar, M. A., Varias, V., Risa, T. D., Bhirawa, M. A., & Nugraha, R. (2025). Workplace stress in the era of digital transformation: A psychological approach to employee well-being. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(3), 3496–3506.
Atiq, A., Sullman, M., & Apostolou, M. (2025). The silent shift: Exploring the phenomenon of quiet quitting in modern workplaces. Personnel Review, 1–23.
Bernuzzi, C., Paganin, G., Petrilli, S., & Margheritti, S. (2025). Old trends in new clothing? Exploring the quiet quitting phenomenon through a scoping review. Current Psychology, 1–21.
Bordoloi, S., Sharma, A., & Dhar, R. L. (2025). Leveraging SOR theory to understand quiet quitting: Systematic insights from existing research. Management Review Quarterly, 1–30.
Choudhary, A., Patre, S., & Khan, M. (2025). Employee resilience and performance under organizational pressure. International Journal of Organizational Analysis.
Falah, F. (2025). Perilaku quiet quitting sebagai dampak work overload dimediasi kesejahteraan dan stres kerja. Universitas Islam Indonesia.
Gao, J., Zhang, Y., Xu, S., & Ma, E. (2025). Rethinking work-life integration: Empowering talent in emerging hospitality and tourism work paradigms. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 37(5), 1765–1783.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25 (Edisi ke-9). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Iloponu, A., Yantu, I., & Tantawi, R. (2025). Peran mediasi emotional salary pada pengaruh quiet quitting dan digital fatigue terhadap retensi karyawan Gen Z. Economics and Digital Business Review, 6(2), 1033–1045.
Mizrak, F., Demirel, H. G., Yaşar, O., & Karakaya, T. (2025). Digital detox: Exploring the impact of cybersecurity fatigue on employee productivity and mental health. Discover Mental Health, 5(1), 1–21.
Pradhan, R. K., & Jena, L. K. (2017). Employee performance at workplace: Conceptual model and empirical validation. Business Perspectives and Research, 5(1), 69–85.
Rahmadara, B., & Rachmawati, R. (2025). Exploratory study of the phenomenon quiet quitting: Manager’s perspective in a digital company. Jurnal Manajemen Teori dan Terapan, 18(1).
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryawijaya, T., & Putri, A. A. (2025). Tantangan generasi sandwich: Kelelahan digital dan produktivitas dalam kerja virtual. Jurnal Pemuda Indonesia, 2(1).
Tita, S. D. T., & Andjarwati, T. (2024). The influence of employee well-being, job satisfaction and transformational leadership on employee performance. Jurnal Nirta: Studi Inovasi, 4(1), 558–571.
Wismo, R. L. P., & Hendarman, A. F. (2023). The relationships between digital culture and human capital readiness toward employee performance. International Journal of Current Science Research and Review, 6(7).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Prianova Ardi Dwi Nugraha; Tri Andjarwati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti GEMAH RIPAH: Jurnal Bisnis berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap mempertahankan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.



