ABDI MASSA: Jurnal Pengabdian Nasional (e-ISSN: 2797-0493)
https://aksiologi.org/index.php/abdimassa
<ul> <li>Journal Title : <a href="https://aksiologi.org/index.php/abdimassa/index"><strong>ABDI MASSA: Jurnal Pengabdian Nasional</strong> </a></li> <li>Initials : <a href="https://aksiologi.org/index.php/abdimassa/index"><strong>AM</strong></a></li> <li>Grade : <a href="https://drive.google.com/file/d/1BPyiT5rGszIb3VlvdgWNDyxAXTzlcInq/view?usp=sharing"><strong>SINTA 5</strong></a></li> <li>Frequency : 6 issues per year</li> <li>DoI : <strong><a href="https://search.crossref.org/?q=+2797-0493&from_ui=yes">https://doi.org/10.69957</a></strong></li> <li>Online ISSN : <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2797-0493"><strong>2797-0493</strong></a></li> <li>Editor in Chief : <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6722355#!"><strong>Banu Prasetyo</strong></a></li> <li>Publisher : <a href="https://ibnurochimconnection.blogspot.com/"><strong>Community of Research Laboratory</strong></a></li> <li>Cite Analysis : <a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&view_op=list_works&gmla=AETOMgG5JJyhDdmVmWMJiSfr0bOYN-2ZrvafhHKBqkZjhs_s6AXtzFSykCe_N5CjOf5WvqTfBkYFkb3ruDR622_0zh-8bE9LiX17uZotskbD2pzzJHSRJIJzGg&user=0i1Z8a0AAAAJ"><strong>Google Scholars</strong></a></li> <li>Indexing : <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/21690"><strong>GARUDA</strong></a></li> </ul> <p>Jurnal <strong>ABDI MASSA: Jurnal Pengabdian Nasional</strong> is a double -blind peer-reviewed open access journal established by Community of Research Laboratory.</p> <p><strong>Jurnal Pengabdian Nasional ABDI MASSA</strong> <strong>ber</strong> <strong>e-ISSN 2797-0493 ini </strong>memuat artikel ilmiah hasil pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada bidang Teknologi Rekayasa; Pendidikan; Hukum; Psikologi; Pertanian; Manajemen; Teknologi Informasi; Sosial Humaniora; dan Bidang Ilmu Lainnya. Dengan hasil-hasil pengabdian sebagai berikut: People; Local Food Security; Training; Marketing; Appropriate Technology; Design; Community Empowerment; Social Access; Community Services; Student Community Services; Education for Sustainable Development.</p>COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYAen-USABDI MASSA: Jurnal Pengabdian Nasional (e-ISSN: 2797-0493)2797-0493<p>Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi <em><strong>Creative Commons Attribution-ShareAlike</strong></em> (<strong>CC BY-SA</strong>), yang berarti <strong>Jurnal Pengabdian Nasional ABDI MASSA ber e-ISSN 2797-0493 </strong>ini berhak untuk menyimpan, mengubah format, mengelola di pangkalan data, memelihara dan menerbitkan artikel tanpa meminta izin dari Pencipta selama tetap mempertahankan nama Pencipta sebagai pemilik Hak Cipta.</p>APLIKASI REKAYASA BIODIGESTER PORTABEL SI-BIMO: STRATEGI VALORISASI KOTORAN HEWAN MENJADI BIOGAS DAN BIO-SLURRY DI DESA KIBIN, BANTEN
https://aksiologi.org/index.php/abdimassa/article/view/2804
<p>Desa Kibin, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, memiliki kepadatan penduduk mencapai 8.700 jiwa yang didukung oleh pertumbuhan sektor industri sekunder dan aktivitas pertanian informal. Keberadaan peternakan komunal sapi potong dan ayam broiler menghasilkan limbah kotoran hewan dalam jumlah besar setiap hari. Pengelolaan limbah secara konvensional melalui <em>open dumping</em> menyebabkan pencemaran bau amonia (NH₃) yang mengganggu lingkungan permukiman serta meningkatkan emisi gas rumah kaca berupa metana (CH₄). Di sisi lain, masyarakat dan pelaku UMKM setempat masih bergantung pada LPG komersial dan pupuk kimia sintetis yang rentan terhadap fluktuasi harga. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menawarkan solusi melalui inisiatif <strong>SI-BIMO (Sosialisasi Biogas Mandiri Optimal)</strong>. Kegiatan dilaksanakan melalui perancangan dan instalasi biodigester portabel hibrida berkapasitas 200 liter berbahan <em>High-Density Polyethylene</em> (HDPE) yang dilengkapi gasket <em>uniseal</em> kedap udara. Proses fermentasi anaerobik dioptimalkan menggunakan aktivator Effective Microorganisms 4 (EM4) peternakan dan molase. Hasil <em>commissioning test</em> menunjukkan bahwa sistem beroperasi dengan sangat baik dan mampu menghasilkan nyala api biru yang stabil pada kompor gas termodifikasi. Selain menghasilkan biogas sebagai sumber energi alternatif, proses ini juga menghasilkan bio-slurry dengan kualitas agronomis yang baik, ditandai oleh kandungan nitrogen total sebesar 2,92% (fase cair), rasio C/N sebesar 9,09%, serta kandungan asam humat berkisar antara 10%–20%. Pemanfaatan bio-slurry terbukti meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi kebutuhan pupuk kimia hingga 8%–14%. Implementasi teknologi ini juga berkontribusi pada pengurangan pengeluaran energi rumah tangga. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pemahaman dan keterampilan mitra dalam pengoperasian sistem meningkat hingga lebih dari 80%. Secara keseluruhan, SI-BIMO berhasil mengubah limbah peternakan yang semula menjadi sumber pencemaran menjadi aset ekonomi sirkular yang mendukung kemandirian energi, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat.</p>Muhammad Hardiman Nur RamadhanSandra Mayang Dika RidwanAndriansyahSupriyantoKistoWoro Mustika Resmi
Copyright (c) 2026 Muhammad Hardiman Nur Ramadhan; Sandra Mayang Dika Ridwan; Andriansyah; Supriyanto; Kisto; Woro Mustika Resmi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-162026-06-1660411010.69957/abdimass.v6i04.2804JARING ASPIRASI KEPEMUDAAN GUNA MENINGKATKAN PARTISIPASI SOSIAL DAN PENGUATAN STRUKTUR ORGANISASI KARANG TARUNA DI KELURAHAN PEGIRIAN SURABAYA
https://aksiologi.org/index.php/abdimassa/article/view/2834
<p>Organisasi adalah salah satu wadah penting dalam proses untuk meningkatkan partisipasi sosial, kepedulian, dan kemampuan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sosial. Karang Taruna di Kelurahan Pegirian tengah menghadapi tantangan berupa kesulitan mencari anggota kepemudaan, kesulitan dalam membangun struktur organisasi, lemahnya koordinasi, serta ketidakaktifan forum grup diskusi kepemudaan sehingga kebutuhan dan aspirasi pemuda belum terpetakan secara sistematis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan, jaring aspirasi kepemudaan, dan edukasi Permensos Karang Taruna sebagai dasar manajemen organisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui edukasi sosial, diskusi interaktif dan post-test reflektif berupa jurnal pemetaan visi misi Karang Taruna lima tahun ke depan. Kegiatan ini melibatkan peserta dari unsur pemuda dan didukung oleh media edukasi serta forum diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa jaring aspirasi mampu mengidentifikasi hambatan dan tantangan praktis dalam pengembangan organisasi, meliputi motivasi, pembagian tugas, regenerasi, komunikasi, dan perencanaan program. Peserta juga memiliki target agar Karang Taruna lebih aktif, tertata, kolaboratif, dan responsif terhadap problematika sosial. Edukasi berbasis aspirasi kepemudaan merupakan langkah strategis awal dalamupaya pembentukan struktur dan pengembangan organisasi kepemudaan Karang Taruna dari tingkat Kelurahan, Rukun Warga hingga Rukun Tetangga di Kelurahan Pegirian, Surabaya.</p>Rizkya DwijayantiQonita AuliaDicky Marezal AkbarAbdul Fadlol NurrohmanDebra Jane Haq
Copyright (c) 2026 Rizkya Dwijayanti; Qonita Aulia; Dicky Marezal Akbar; Abdul Fadlol Nurrohman; Debra Jane Haq
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-232026-06-23604112510.69957/abdimass.v6i04.2834DESAIN PROMOSI KONVENSIONAL MELALUI BANNER USAHA BAGI UMKM KULINER BU PAINI DI SURABAYA
https://aksiologi.org/index.php/abdimassa/article/view/2908
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat, namun pelaku usaha berskala mikro umumnya masih menghadapi kendala dalam aspek promosi, termasuk usaha kuliner milik Bu Paini yang menjajakan nasi pecel, nasi campur, nasi bali, lontong mie, dan aneka minuman di Jalan Gubeng Kertajaya VIII C, Surabaya. Sebelum kegiatan pengabdian ini dilaksanakan, gerobak usaha Bu Paini belum memiliki identitas visual maupun media informasi yang memuat jam operasional usaha, sehingga konsumen harus bertanya secara langsung untuk mengetahui pilihan yang tersedia. Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas usaha dan meningkatkan visibilitas UMKM melalui desain promosi konvensional berupa banner usaha, dengan mempertimbangkan kondisi mitra yang sudah berusia lanjut dan tidak terbiasa mengoperasikan ponsel pintar, sehingga pendekatan promosi berbasis digital seperti media sosial maupun QRIS tidak relevan untuk diterapkan. Metode yang digunakan adalah komunikasi partisipatif dengan tahapan survei lapangan, penggalian masalah, internalisasi masalah bersama mitra, penyusunan program, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa banner usaha yang memuat nama usaha dan jam operasional berhasil dirancang dan diserahkan kepada mitra, dengan respons yang positif. Secara visual, kondisi gerobak usaha berubah dari yang sebelumnya tanpa media informasi sama sekali menjadi lebih informatif, menarik, dan mudah dikenali, sehingga mempermudah calon konsumen memperoleh informasi tanpa harus bertanya langsung kepada penjual.</p>Rahmawati Erika FebiantiIriani Kirana Putri SantosoCut Kilau DaraMevalia Cahya PratiwiFalisha Haifa AzzahraPermata Indah LestariSiti Aisah
Copyright (c) 2026 Rahmawati Erika Febianti; Iriani Kirana Putri Santoso; Cut Kilau Dara; Mevalia Cahya Pratiwi; Falisha Haifa Azzahra; Permata Indah Lestari; Siti Aisah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-122026-07-12604738410.69957/abdimass.v6i04.2908DESAIN PROMOSI KONVENSIONAL MELALUI BANNER USAHA UMKM KUE KERING DAN SINOM BU TIAH SURABAYA
https://aksiologi.org/index.php/abdimassa/article/view/2918
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran besar dalam menopang perekonomian masyarakat, namun pelaku usaha berskala mikro kerap menghadapi kendala dalam aspek promosi dan identitas usaha. Program pengabdian ini dilaksanakan pada UMKM milik Bu Tiah yang menjual kue kering dan minuman sinom di Jl. Gubeng Kertajaya VIII C, Surabaya. Sebelum program berjalan, usaha ini belum memiliki banner maupun identitas visual apa pun, informasi produk tidak tersampaikan secara optimal, dan promosi sepenuhnya mengandalkan komunikasi dari mulut ke mulut sehingga usaha kurang terlihat oleh masyarakat yang melintas. Kondisi ini diperumit oleh fakta bahwa Bu Tiah tidak memiliki ponsel sendiri dan tidak bisa mengoperasikan ponsel perangkat yang ada di rumah adalah milik anaknya, dan Bu Tiah pun tidak bersedia nomor tersebut dicantumkan untuk keperluan promosi maupun dibuatkan QRIS, sehingga pendekatan promosi digital tidak relevan diterapkan pada kasus ini. Program ini menggunakan pendekatan komunikasi partisipatif dengan tahapan survei lapangan, penggalian masalah, internalisasi masalah bersama mitra, penyusunan program, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Luaran yang dihasilkan berupa banner usaha yang memuat nama usaha, visual produk (kue kering dan sinom), jam operasional, dan keterangan bahwa usaha menerima pesanan khusus secara langsung. Banner telah dicetak dan diserahkan kepada mitra dengan respons yang positif. Secara visual, kondisi usaha berubah dari yang semula tanpa media promosi sama sekali menjadi lebih informatif dan mudah dikenali, sehingga mendukung penguatan identitas dan peningkatan visibilitas usaha mikro berbasis rumahan.</p>Moh. Dey PrayogoRahmawati Erika FebiantiIriani Kirana Putri SantosoCut Kilau DaraMevalia Cahya PratiwiFalisha Haifa AzzahraPermata Indah LestariSiti Aisah
Copyright (c) 2026 Moh. Dey Prayogo; Rahmawati Erika Febianti; Iriani Kirana Putri Santoso; Cut Kilau Dara; Mevalia Cahya Pratiwi; Falisha Haifa Azzahra; Permata Indah Lestari; Siti Aisah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-122026-07-12604859610.69957/abdimass.v6i04.2918PEMBERDAYAAN UMKM KEDAI SIBAR MELALUI DIGITALISASI PEMBAYARAN DAN PENGUATAN MEDIA PROMOSI VISUAL
https://aksiologi.org/index.php/abdimassa/article/view/2928
<p>Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan Kedai Sibar, usaha kuliner seblak dan mie pedas di Wedoro Belahan, Waru, Sidoarjo, yang menghadapi kendala pada aspek pembayaran digital dan media promosi. Kedai Sibar sebenarnya telah memiliki kode QRIS, tetapi belum tercetak secara layak dan belum dilengkapi dudukan, sementara promosi masih bergantung pada komunikasi dari mulut ke mulut dengan banner lama yang sudah rusak. Pendekatan yang digunakan adalah model komunikasi pemberdayaan melalui empat tahap, yaitu survei, penggalian masalah, internalisasi masalah, dan pelaksanaan program. Hasil kegiatan berupa tiga banner cetak dengan ukuran berbeda dan QRIS tercetak dengan dudukan yang siap dipasang di kedai. Luaran tersebut meningkatkan keterbacaan informasi produk, memperkuat identitas usaha, dan memperluas pilihan pembayaran bagi pelanggan. Kegiatan ini menegaskan peran komunikasi dalam pemberdayaan UMKM agar lebih siap menghadapi persaingan dan transformasi digital.</p>Moch Dzikry Nur AlamMoh. Dey PrayogoSuci SeptianiSelvy Retno KristiantiFrima Putri TimurMoch Iqbal FachreziMuchammad Rizky PratamaSatria Dava Arjuna
Copyright (c) 2026 Moch Dzikry Nur Alam; Moh. Dey Prayogo; Suci Septiani; Selvy Retno Kristianti; Frima Putri Timur; Moch Iqbal Fachrezi; Muchammad Rizky Pratama; Satria Dava Arjuna
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-132026-07-13604727810.69957/abdimass.v6i04.2928DARI RISET KE PUBLIKASI POPULER : MENULIS, MENGEMAS DAN MENYEBARLUASKAN GAGASAN AKADEMIK
https://aksiologi.org/index.php/abdimassa/article/view/2932
<p>Kemampuan menulis artikel ilmiah populer sangat krusial bagi kalangan akademisi untuk mendiseminasikan gagasan secara luas sekaligus mengedukasi publik demi menangkal penyebaran informasi keliru (hoaks). Namun, banyak peneliti dan mahasiswa menghadapi kendala karena gaya bahasa yang kaku, kurang aktual, serta minimnya pemahaman mengenai media publikasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kepenulisan pengurus Media Center Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (FUF UINSA) Surabaya. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan <em>workshop</em> interaktif yang meliputi pemaparan teori, bedah kasus artikel media nasional, dan simulasi mandiri penyusunan naskah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan pemahaman peserta mengenai teknik pembentukan judul yang memikat (<em>hooking title</em>), bahasa yang komunikatif, serta strategi rekonstruksi data riset (<em>re-packaging</em>) menjadi tulisan populer. Kegiatan ini juga berhasil menghasilkan luaran konkret berupa publikasi opini dan berita di media massa nasional serta draf buku referensi ber-ISBN.</p>Wahyu Kuncoro
Copyright (c) 2026 Wahyu Kuncoro
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-132026-07-13604798310.69957/abdimass.v6i04.2932PENTINGNYA ASPEK KEBERSIHAN PRODUKSI DAN KEHALALAN DI USAHA MIKRO RAHAYU KOTA SUBAYA
https://aksiologi.org/index.php/abdimassa/article/view/2986
<p>Usaha Mikro Rahayu dengan merek Pelita Hati, yang berlokasi di Jalan Pandugo VI/7 Surabaya dan dimiliki oleh Ibu Titik Sulastri, merupakan usaha di bidang produksi aneka kue yang telah berdiri sejak tahun 2001. Produk yang dihasilkan meliputi nastar, kue semprit, kue kacang, kue keju, kue cokelat, kue mangkok, aneka roti tart, serta berbagai jenis puding. Meskipun telah berkembang, usaha ini masih menghadapi berbagai kendala, antara lain kapasitas produksi yang belum mampu memenuhi permintaan pasar, keterbatasan kemampuan dalam pembukuan usaha, keterbatasan modal, belum optimalnya pemasaran secara daring beserta administrasi usaha, serta perlunya perencanaan bisnis yang lebih efisien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan motivasi pelaku usaha dalam menerapkan produksi yang bersih dan halal, serta meningkatkan kinerja Usaha Mikro Rahayu. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan yang mencakup materi mengenai prinsip kebersihan produksi, kebersihan produksi berbasis syariah, penerapan prinsip manajemen Jepang dalam kebersihan produksi, etos kerja, serta penguatan nilai-nilai religius dalam berbisnis. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan pre-test sebelum penyuluhan dan post-test setelah penyuluhan. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman pelaku usaha mengenai aspek kebersihan produksi yang meliputi kebersihan kerja, kebersihan peralatan, dan kebersihan lingkungan kerja, serta meningkatnya pemahaman mengenai aspek kehalalan dalam penggunaan bahan baku, penggunaan peralatan produksi, dan praktik produksi yang ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pengelolaan usaha mikro secara berkelanjutan.</p>MatajiSigit Santoso
Copyright (c) 2026 Mataji; Sigit Santoso
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-152026-07-156049710310.69957/abdimass.v6i04.2986BUDIDAYA JAMUR TIRAM SISTEM TRADISIONAL DI DESA WISATA BOON PRING ANDEMAN KECAMATAN TUREN
https://aksiologi.org/index.php/abdimassa/article/view/2873
<p>Jamur merupakan salah satu komoditas pangan berserat yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) memiliki bentuk menyerupai cangkang tiram dengan warna putih dan tudung berbentuk setengah lingkaran. Di habitat alaminya, jamur ini umumnya tumbuh pada batang kayu yang telah mengalami pelapukan sehingga sering dikenal sebagai jamur kayu. Secara biologis, jamur termasuk kelompok tumbuhan berspora yang memiliki inti sel, tetapi tidak mengandung klorofil. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan di sentra budidaya jamur tiram milik Bapak Doni yang berlokasi di Dusun Jembatan, Desa Wisata Boon Pring Andeman (Kec. Turen)i, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada bulan Maret 2026. Metode yang digunakan adalah Pengabdian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan Pendampingan. Hasil Pengabdian diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para petani jamur di Desa Wisata Boon Pring Andeman, Kecamatan Turen, meskipun masih terdapat kendala berupa rendahnya penerimaan masyarakat terhadap inovasi sebelum inovasi tersebut terbukti berhasil. Selain itu, jumlah petani jamur di wilayah tersebut masih relatif terbatas. Pengabdian ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai budidaya jamur serta mendukung pengembangan produk UMKM jamur sebagai produk unggulan Desa Wisata Boon Pring Andeman, Kecamatan Turen.</p>Arga Christian SitohangSlamet RiyadiUjianto Ujianto
Copyright (c) 2026 Arga Christian Sitohang; Slamet Riyadi; Ujianto
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-282026-06-28604263310.69957/abdimass.v6i04.2873PENINGKATAN NILAI TAMBAH LIMBAH KULIT BUAH NAGA MERAH MELALUI PENDAMPINGAN USAHA STIK PADA UMKM DI PANGPAJUNG MADURA
https://aksiologi.org/index.php/abdimassa/article/view/2874
<p>Buah naga merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena karakteristiknya yang unik, cita rasa yang khas, serta kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, pemanfaatan buah naga masih didominasi pada bagian daging buah, sedangkan kulitnya sering kali dianggap sebagai limbah yang memiliki nilai ekonomi rendah. Padahal, kulit buah naga merah mengandung senyawa antosianin yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pewarna alami pangan yang aman dan ramah lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah limbah kulit buah naga melalui pengembangan produk olahan berupa stik makanan ringan yang diberi merek Hylo Poly. Pendampingan usaha dilakukan kepada UMKM Usaha Kuliner di daerah Pangpajung Madura selama dua bulan, mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran produk. Dari perspektif ekonomi, pemanfaatan limbah kulit buah naga mampu menciptakan nilai tambah (<em>value added</em>), mengurangi biaya lingkungan akibat limbah organik, serta membuka peluang usaha berbasis inovasi dan ekonomi sirkular. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan UMKM Usaha Kuliner di daerah Pangpajung Madura dapat berkembang dengan baik, produk diterima oleh konsumen, dan menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan. Dengan demikian, pemanfaatan limbah kulit buah naga tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan pengembangan jiwa kewirausahaan UMKM Usaha Kuliner di daerah Pangpajung Madura.</p>Arga Christian SitohangKridho Hery GunawanRiyadi Nugroho
Copyright (c) 2026 Arga Christian Sitohang; Kridho Hery Gunawan; Riyadi Nugroho
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-292026-06-29604475810.69957/abdimass.v6i04.2874PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI PERTANIAN PERKOTAAN DI WILAYAH RT 10/RW 03, KELURAHAN SOBO, KECAMATAN BANYUWANGI, KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR
https://aksiologi.org/index.php/abdimassa/article/view/2875
<p>Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat (Abdimas) ini bermaksud untuk mengedukasi pengetahuan tentang trik dan tips bertani di lahan perkotaan yang baik kepada kelompok masyarakat tani Drangrang di wilayah RT 10/RW 03, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah diskusi dan wawancara terkait pengolahan lahan wilayah sempit untuk diberdayakan menjadi nilai yang lebih bermanfaat bagi warga dan lingkungan. Tiga orang narasumber memaparkan tentang masalah ketahanan pangan, kiat kiat bertanam tanaman herbal atau obat, dan budidaya lebah madu trigona untuk kesehatan. Hasil yang diperoleh masyarakat khususnya kelompok tani Drangrang sangat antusias dan semangat hingga muncul banyak tanya jawab pada sesi diskusi. Kegiatan ini perlu diteruskan pada event event selanjutnya agar kemandirian pangan dan kesehatan lingkungan dapat terwujud.</p>Mohammad SuyantoTaufiq HidayatJoko Priyono
Copyright (c) 2026 Mohammad Suyanto; Taufiq Hidayat; Joko Priyono
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-292026-06-29604597110.69957/abdimass.v6i04.2875PEMBERDAYAAN WIRAUSAHA DESA MELALUI PEMANFAATAN E-COMMERCE
https://aksiologi.org/index.php/abdimassa/article/view/2876
<p>Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut masyarakat untuk mampu beradaptasi dengan era digital guna meningkatkan daya saing dan kesejahteraan ekonomi. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan usaha adalah e-commerce, yang memberikan kemudahan dalam promosi, pemasaran, dan penjualan produk secara lebih luas. Namun, masyarakat Desa Pangpajung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, masih menghadapi berbagai kendala, seperti promosi dan penjualan produk yang dilakukan secara tradisional serta kemampuan manajemen usaha yang belum optimal. Kondisi tersebut menyebabkan peluang pengembangan usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pelatihan Manajemen E-Commerce bagi masyarakat Desa Pangpajung. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep dan pemanfaatan e-commerce serta mendorong pengembangan ekonomi kreatif guna meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan partisipatif, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Melalui metode tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya e-commerce dalam mendukung kegiatan wirausaha, strategi pemasaran digital, serta pengelolaan usaha yang lebih efektif dan profesional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pelatihan dan menunjukkan minat yang besar untuk menerapkan e-commerce dalam usaha mereka. Selain itu, peserta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang lebih beragam. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital sehingga dapat memperluas pasar, meningkatkan daya saing usaha, dan mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera.</p>Dewi Sutjahyani
Copyright (c) 2026 Dewi Sutjahyani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-282026-06-28604344610.69957/abdimass.v6i04.2876